Air Ketuban Pecah Terlalu Cepat, Haruskah Bayi Segera Dilahirkan?

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 02 September 2022 | 10:24 WIB
Air Ketuban Pecah Terlalu Cepat, Haruskah Bayi Segera Dilahirkan?
Ilustrasi air ketuban pecah. (Pixabay)

Suara.com - Air ketuban sangat penting bagi janin. Fungsi utamanya mulai dari menopang tumbuh kembang organ, penyalur nutrisi dari ibu ke janin, mencegah infeksi dari luar, dan masih banyak lagi.

Cairan bening itu ada di dalam selaput ketuban yang juga membungkus janin. Sehingga keberadaannya bisa melindungi janin dari benturan atau goncangan.

Selaput ketuban itu akan pecah sendiri bila janin sudah siap lahir, yaitu di atas usia kehamilan 38 minggu. Kemudian diikuti dengan tanda kelahiran, seperti ibu merasa kontraksi dan telah mulai pembukaan mulut rahim.

Risiko bisa terjadi bila ketuban pecah terlalu dini saat janin belum berusia 38 minggu. Ketika itu, biasanya kelahiran akan dipercepat dari hari perkiraan lahir (HPL), tergantung kondisi.

"Secara teori sebenarnya janin masih bisa bertahan kurang lebih 12 sampai 48 jam ketika ketubannya sudah pecah. Tapi ini bisa bervariasi tergantung bagaimana kondisi janin dan ibunya pada waktu itu," jelas dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.

Bila usia kehamilan di atas 37 minggu dan dianggap sudah matur atau matang, biasanya dokter memberikan dua pilihan. Pertama, bisa dilahirkan pada saat itu juga untuk mencegah komplikasi dan janin dianggap sudah siap lahir. Kedua, dokter bisa menunggu 12-24 jam setelah ketuban pecah.

"Ditunggu untuk bisa muncul kontraksi secara alami sehingga ibu melahirkan atau dibantu dengan induksi supaya kontraksinya muncul dan kemudian ibu melahirkan," jelasnya.

Apabila tidak langsung dilahirkan, pemantauan janin tetap dilakukan secara ketat. Janin akan diawasi detak jantungnya serta kondisi secara keseluruhan.

Tindakan berbeda bila ketuban pecah saat usia janin masih kurang dari 37 minggu. Dokter akan menyarankan agar ditunggu beberapa minggu lagi sampai janin dianggap sudah matang dan siap lahir.

Dokter Jeffry menjelaskan, apabila dipaksa lahir secara prematur, risiko komplikasi yang bisa terjadi akan lebih banyak.

"Kalau dalam kondisi ini, ibu pasti harus rawat inap, dipantau secara ketat. Janin juga dipantau tanda-tanda infeksinya, karena fungsi ketuban salah satunya melindungi dari kuman, bakteri. Ketika dia sudah pecah ada celah untuk kuman dan bakteri bisa masuk," paparnya.

Ibu bisa merasakan pecahnya selaput ketuban itu bila tiba-tiba ada cairan keluar dari vagina. Dokter Jeffry menyarankan, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah cairan tersebut memang air ketuban. Karena bisa jadi cairan biasa dari vagina atau bahkan urine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ria Ricis Lahiran Caesar Gegara Gangguan Ari-Ari, Apa Sih Sebabnya?

Ria Ricis Lahiran Caesar Gegara Gangguan Ari-Ari, Apa Sih Sebabnya?

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 17:04 WIB

3 Masalah yang Kerap Dialami Ibu Hamil Terkait Air Ketuban

3 Masalah yang Kerap Dialami Ibu Hamil Terkait Air Ketuban

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:15 WIB

Berkaca dari Pengalaman Ria Ricis, Begini Tips Agar Selaput Air Ketuban Tidak Kering

Berkaca dari Pengalaman Ria Ricis, Begini Tips Agar Selaput Air Ketuban Tidak Kering

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB