Terkandung di Kecap Manis ABC, PERGIZI Pangan Ungkap Aturan Konsumsi Alergen yang Tepat!

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 12 September 2022 | 11:50 WIB
Terkandung di Kecap Manis ABC, PERGIZI Pangan Ungkap Aturan Konsumsi Alergen yang Tepat!
Ilustrasi kecap manis (Unsplash @Caroline Attwood)

Suara.com - Kandungan alergen dalam produk kecap manis ABC, yakni sulfit atau sulfur dioksida menjadi sorotan setelah adanya penarikan produk dari pasaran Singapura.

Dijelaskan Ahli gizi sekaligus Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS bahwa alergen sangat umum ditemukan dalam produk pangan olahan dan pangan segar.

Menurut Prof. Hardinsyah, produk alergi tidak berbahaya untuk masyarakat umum tapi orang dengan riwayat alergi tertentu diminta berhati-hati, karena bisa merangsang reaksi alergi pada tubuhnya.

Kecap ABC (instagram/kecapabc.id)
Kecap ABC (instagram/kecapabc.id)

"Alergen pada dasarnya adalah bahan pangan atau senyawa yang dapat menyebabkan reaksi alergik pada pada individu tertentu yang memiliki hipersensitivitas terhadap senyawa tersebut," ujar Prof. Hardinsyah melalui keterangan PT. Heinz Indonesia, Senin (12/9/2022).

Adapun kandungan alergen yang paling sering ditemukan di pasaran seperti telur dan ikan, krustase, kacang, hingga sulfur dioxide (sulfur dioksida) yang lazim ditemukan pada buah-buahan.

Inilah sebabnya di produk olahan untuk mendapatkan izin BPOM, harus mencantumkan bahan-bahan tersebut dalam label informasi. Tujuannya agar konsumen yang membeli, membaca dan waspada jika dikonsumsi produk yang mengandung alergen tersebut.

"Selama penggunaannya tidak melebihi ambang batas yang ditentukan oleh lembaga yang berwenang dan keberadaannya di komunikasikan dengan jelas, maka produk tersebut aman untuk dikonsumsi," jelas Prof. Hardinsyah.

Sementara itu Quality Technical Service Lead Kraft Heinz Indonesia, Emerensiana Adi Dhae mengaku pihaknya sudah memiliki aturan Global Food Allergen Policy, yang dijadikan acuan dalam pemilihan material, kandungan hingga formulasi bahan alergen dalam produk kecap manis ABC dan saus sambal ayam goreng.

"Termasuk aturan pencantuman bahan baku, nilai gizi, serta kandungan alergen pada label kemasan. Penerapan kebijakan ini menjadi hal penting untuk memastikan seluruh bahan pangan yang digunakan dapat terkomunikasikan secara transparan kepada konsumen," terang Emerensiana.

baca juga

Beberapa waktu lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, juga juga memastikan bahwa informasi kemasan dua produk kecap manis ABC dan saus sambal ayam goreng yang ditarik oleh BPOM Singapura, FSA, sesuai standar edar di Indonesia.

"Tidak terdapat perbedaan regulasi di Indonesia maupun Singapura terkait pencantuman informasi alergen sulfit, dan BTP (bahan tambahan pangan) pengawet benzoat pada produk kecap manis dan saus sambal," terang BPOM RI beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Perbedaan Kecap ABC di Indonesia vs Kecap ABC di Singapura yang Bikin Ditarik dari Pasaran

3 Perbedaan Kecap ABC di Indonesia vs Kecap ABC di Singapura yang Bikin Ditarik dari Pasaran

Lifestyle | Sabtu, 10 September 2022 | 11:28 WIB

Badan POM RI Sebut Penarikan Kecap ABC di Singapura Akibat Informasi Label Produk Tak Lengkap

Badan POM RI Sebut Penarikan Kecap ABC di Singapura Akibat Informasi Label Produk Tak Lengkap

Lifestyle | Jum'at, 09 September 2022 | 14:23 WIB

Sebab Kecap Manis dan Saus Sambal dari Indonesia Ditarik dari Singapura

Sebab Kecap Manis dan Saus Sambal dari Indonesia Ditarik dari Singapura

Batam | Jum'at, 09 September 2022 | 14:00 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×