Anak Oki Setiana Dewi IDap Sindrom Prader Willi, Dokter: Biasanya Diturunkan dari Ayah

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 02 November 2022 | 19:21 WIB
Anak Oki Setiana Dewi IDap Sindrom Prader Willi, Dokter: Biasanya Diturunkan dari Ayah
Liburan Oki Setiana Dewi di Mesir (Instagram/@okisetianadewi)

Suara.com - Artis Oki Setiana Dewi mengungkaokan kalau anaknya Sulaiman Ali mengidap sindrom Prader Willi. Akibatnya, Sulaiman tidak mengenal rasa lapar.

Penyakit tersebut terjadi akibat kelainan gen, sehingga jumlah kasusnya langka di dunia. 

"Penyakit ini langka dan merupakan kelaianan genetik, oleh karena itu jarang kita temui," jelas dokter spesialis anak Dr. dr Hindra Irawan Satari, Sp.A., dihubungi suara.com, Rabu (2/11/2022).

Potret Oki Setiana Dewi dakwah di Papua (Instagram/@okisetianadewi)
Potret Oki Setiana Dewi dakwah di Papua (Instagram/@okisetianadewi)

Penyakit tersebut membuat anak jadi berperawakan pendek, integensinya rendah, serta pertumbuhannya terhambat yang ditandai dengan kaki dan tangan yang pendek. 

"Terus obes (akibat makan terus). Karena gangguan hormon, ada gangguan pada susunan saraf pusat untuk mengatur kenyang itu, jadi gak ada kenyangnya, makan aja terus," lanjutnya.

Dokter Hindra menambahkan, sindrom prader willi terjadi akibat ada gangguan genetik pada orangtua anak tersebut, tertutama pada ayahnya.

"Diturunkan oleh ayahnya. Ibu juga mungkin bawa. Tapi ibu gak bakal aktif kalau  gak dapat pasangan dari ayahnya yang gennya rusak," jelasnya.

Sehingga pencegahan tidak bisa dilakukan bila pasangan memiliki potensi kerusakan gen dalam tubuhnya. Itu sebabnya, kata dokter Hindra, perlunya konsultasi pranikah, salah satunya pemeriksaan kondisi genetik untuk tahu potensi penyakit yang bisa diturunkan kepada anak. 

"Sebetulnya konsultasi sebelum menikah itu di antaranya untuk mencegah kelainan genetik seperti ini supaya bisa dicegah atau diperkirakan sebelumnya. Bukan berarti gak boleh kawin. Bisa saja menikah, tapi misalnya jangan punya anak atau adopsi," tuturnya.

Meski begitu, penyakit genetik tersebut bukan berarti pasti akan terjadi pada setiap anak. Seperti yang dialami Oki. Sulaiman yang mengidap penyakit langka itu merupakan anak keempat Oki dari pernikahannya bersama Ory Vitrio. Tiga anak mereka sebelumnya tidak mengalami sindrom prader willi tersebut.

"Kita gak bisa bilang, anak pertama gini, anak kedua gini, gak bisa. Hanya bisa, oh kalau ada anak kemungkinan ada satu atau dua yang sakit," jelas dokter Hindra. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Oki Setiana Dewi Idap Sindrom Prader Willi Sampai Tak Kenal Rasa Kenyang, Ternyata Ini Penyebabnya

Anak Oki Setiana Dewi Idap Sindrom Prader Willi Sampai Tak Kenal Rasa Kenyang, Ternyata Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 02 November 2022 | 15:30 WIB

Anaknya Kena Sindrom Prader Willi, Oki Setiana Dewi: Dia Gak Tahu Rasa Kenyang

Anaknya Kena Sindrom Prader Willi, Oki Setiana Dewi: Dia Gak Tahu Rasa Kenyang

Entertainment | Rabu, 02 November 2022 | 10:35 WIB

Cumlaude! Oki Setiana Dewi Kini Kantongi 2 Gelar Doktor

Cumlaude! Oki Setiana Dewi Kini Kantongi 2 Gelar Doktor

Video | Rabu, 02 November 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB