Bayi Sudah Lakukan Good Eating Lewat MPASI, Apa yang Seharusnya Dilakukan Orang Tua?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 01 Maret 2023 | 13:32 WIB
Bayi Sudah Lakukan Good Eating Lewat MPASI, Apa yang Seharusnya Dilakukan Orang Tua?
Ilustrasi MPASI (Elements Envato)

Suara.com - Setiap orang tua tentu ingin memberikan sumber makanan terbaik kepada anaknya sejak hari pertama MPASI. Kebiasaan memilih makanan hanya yang baik atau disebut juga good eating seharusnya tidak hanya dilakukan selama anak masih bayi.

"Kita menerapkan di MPASI, dia makan dengan jam makan teratur, jadwal selingan, jangan berikan minuman berkalori. Itu sudah salah satu good eating habbit," kata Dokter Spesialis Gizi Klinik Dr. Juwalita Surapsari M.Gizi, Sp. GK., dalam konferensi pers bersama Puck Keju Oles dari Arla Food Indonesia di Jakarta, Selasa (28/2/2023).

Setelah anak tidak lagi konsumsi ASI atau di atas usia 2 tahun, dokter Juwalita memganjurkan good eating itu harusnya dilanjutkan. Orang tua juga tidak perlu bingung dalam memilihkan makanan jenis baru untuk anak, sekalipun sedang fase memilih-milih makanan atau picky eater.

"Anak itu gak selamanya (picky eater). Namanya pembiasaan terusin aja," sarannya.

Ilustrasi MPASI (Elements Envato)
Ilustrasi MPASI (Elements Envato)

Bila sudah terlanjur anak sering konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, orang tua bisa jadi contoh kembali dengan memulainya sejak sarapan.

"Dalam menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi saat sarapan, penting untuk membiasakan sarapan bernutrisi tapi tetap enak dan menggugah selera makan anak. Dengan begitu, saat tumbuh besar, anak-anak akan terbiasa untuk makan makanan yang sehat," ujarnya.

Dokter Juwalita mengingatkan untuk melengkapi sumber nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral setiap kali sarapan.

Psikolog Intan Erlita juga menambahkan, peran orang tua untuk memberikan contoh sangat berpengaruh agar anak bisa mengikuti kebiasaan makan baik dengan mudah.

“Good eating habit, dimulai dari orang tua. Jadi jika orang tua ingin anaknya terbiasa dengan sarapan bernutrisi, maka mereka harus mencontohkan dan membiasakan sarapan sebagai bagian dari kegiatan harian mereka," kata Intan.

baca juga

Ia menambahkan bahwa kegiatan sarapan harus dibuat menyenangkan dan santai. Orang tua harus memperhatikan makanan seperti apa yang disukai oleh anak. Bisa juga dengan melibatkan anak untuk merencanakan sarapan atau bekal yang diinginkannya.

Sehingga tercipta semacam placebo effect, di mana otak sudah membayangkan sesuatu yang diinginkan sehingga anak menanti-nantikan momen sarapan atau makan dengan menu favoritnya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Meninggal Dunia Diduga Malpraktik, Begini Penjelasan RSUD Labuang Baji Makassar

Bayi Meninggal Dunia Diduga Malpraktik, Begini Penjelasan RSUD Labuang Baji Makassar

Sulsel | Rabu, 01 Maret 2023 | 08:22 WIB

Bayi Meninggal Diduga Salah Suntik, RSUD Labuang Baji Beri Klarifikasi: karena Adanya Sumbatan di Usus Bawah

Bayi Meninggal Diduga Salah Suntik, RSUD Labuang Baji Beri Klarifikasi: karena Adanya Sumbatan di Usus Bawah

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 00:10 WIB

Kronologi Penemuan Bayi di Tempat Pembuangan Sampah Sungai Raya Dalam

Kronologi Penemuan Bayi di Tempat Pembuangan Sampah Sungai Raya Dalam

Kalbar | Selasa, 28 Februari 2023 | 21:57 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×