Minum Teh Setelah Makan Besar Memangnya Berbahaya? Ini Jawaban Ahli Farmasi

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 28 Maret 2023 | 17:26 WIB
Minum Teh Setelah Makan Besar Memangnya Berbahaya? Ini Jawaban Ahli Farmasi
Ilustrasi minum teh. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Teh termasuk minuman favorit banyak orang saat berbuka puasa. Terlebih bila rasanya manis dan ditambah dengan es batu, segerannya bisa langsung melepas dahaga selama berpuasa belasan jam.

Selain menyegarkan, teh juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, lho. Hal itu dijelaskan oleh ahli farmasi Universitas Gadjah Mada prof. Zullies Ikawati.

"Teh mengandung polifenol yang bersifat sebagai antioksidan yang bisa menjaga kesehatan. Teh juga bisa bikin segar karena dia mengandung kafein," kata prof Zullies dikutip dari videonya di Instagram pribadinya, Selasa (28/3/2023).

Meski begitu, ternyata mengonsumsi teh juga ada anjuran kesehatannya. Prof Zullies menyampaikan bahwa tidak dianjurkan minum air teh sesaat setelah makan besar. Sebab bisa mengganggu penyerapan nutrisi.

"Jadi hindari minum teh setelah makan. Karena teh mengandung polifenol dan tanin yang bisa menghambat penyerapan nutrisi, terutama zat besi dan protein," jelasnya.

Bila ingin minum teh, prof Zullies menyarankan untuk mengonsumsi itu setelah memberi jeda pasca makan. Setidaknya satu sampai jam kemudian.

"Karena itu jika ingin mendapatkan manfaat dari nutrisi sebaiknya beri jeda antara makan dan minum teh. Setelah makan sebaiknya minum air putih dulu. Setelah itu baru boleh satu atau dua jam setelah itu boleh minum teh sesuai dengan kesukaan kita," sarannya.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI juga dijelaskan bahwa penyerapan zat besi sangat dipengaruhi oleh kombinasi makanan yang diserap pada waktu konsumsi makanan tertentu, terutama teh.

Senyawa tanin dari teh yang berlebihan dalam darah akan mengganggu penyerapan zat besi. Tubuh kekurangan zat besi maka pembentukan tanin yang terdapat dalam teh dapat menurunkan absorbsi atau penyeran zat besi sampai dengan 80 persen.

Minum teh satu jam sesudah makan dapat menurunkan absorbsi hingga 85 persen butir darah merah (hemoglobin) berkurang sehingga mengakibatkan anemia. Dengan kata lain bahwa mengonsumsi teh memang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dalam darah, sehingga dapat membuat seorang menjadi anemia jika konsumsi teh berlebihan atau tidak diimbangi dengan makanan yang kaya akan zat besi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Minum Teh saat Berbuka Puasa Picu Masalah Kesehatan ?

Benarkah Minum Teh saat Berbuka Puasa Picu Masalah Kesehatan ?

| Senin, 27 Maret 2023 | 15:52 WIB

5 Bahaya Terlalu Sering Minum Teh Manis saat Berbuka, Memicu Asam Lambung!

5 Bahaya Terlalu Sering Minum Teh Manis saat Berbuka, Memicu Asam Lambung!

Your Say | Sabtu, 25 Maret 2023 | 18:34 WIB

4 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur, Malah Bisa Bikin Dehidrasi!

4 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur, Malah Bisa Bikin Dehidrasi!

Lifestyle | Kamis, 23 Maret 2023 | 17:55 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB