Mengenal Terapi Resinkronisasi Jantung, Cara Pasien Gagal Jantung untuk Bisa Hidup Normal

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 10 Juni 2023 | 12:15 WIB
Mengenal Terapi Resinkronisasi Jantung, Cara Pasien Gagal Jantung untuk Bisa Hidup Normal
ilustrasi Jantung (Pixabay.com)

Suara.com - Kematian akibat gagal jantung dan aritmia jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Agar bisa kembali normal perlu menjalani pengobatan Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) atau terapi resinkronisasi jantung, apa itu?

Gagal jantung adalah kondisi sindrom klinis yang menyebabkan jantung tidak bisa memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti sesak napas, lemas, hingga pembengkakan di area kaki akibat bendungan karena kekuatan pompa jantung menurun.

"Sebanyak 30% kasus gagal jantung mengalami irama pada ventrikel kanan dan ventrikel kiri (aritmia). Sehingga kontraksi kedua ventrikel tersebut tidak selaras dan kerja pompa jantung menjadi tidak efektif," jelas Konsultan Intervensi Jantung dan Aritmia Eka Hospital BSD, dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (10/6/2023).

Terapi resinkronisasi jantung adalah metode baru untuk mengatasi mengatasi permasalahan bilik jantung yang tidak dapat berkontraksi dengan baik. Terapi digunakan untuk menurunkan risiko terkena gagal jantung.

Ilustrasi seorang pria mengalami gagal jantung (Freepik/freepik)
Ilustrasi seorang pria mengalami gagal jantung (Freepik/freepik)

"Penggunaan CRT dilakukan untuk membantu meningkatkan irama jantung dan gejala yang terkait dengan aritmia," ungkap dr. Simon.

Cara kerja CRT bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik ke kedua bilik bawah jantung (ventrikel kanan dan kiri). Kemudian alat akan memicu ventrikel untuk berkontraksi dengan cara yang lebih terkoordinasi, sehingga meningkatkan pemompaan darah keluar dari jantung.

Pasien yang membutuhkan CRT yaitu pasien yang alami gangguan irama jantung, dan pasien yang diduga berisiko alami gagal jantung. Apalagi saat alami gagal jantung, otot akan melemah dan tidak bisa memompa darah yang cukup.

Sebelum alat CRT dipasang, berikut ini beberapa pertimbangan dokter:

  • Memiliki gejala gagal jantung sedang hingga berat.
  • Ruang pompa (ventrikel) jantung tidak bekerja dengan sinkron.
  • Hasil tes menunjukkan jantung semakin melemah dan membesar.
  • Tidak adanya pengaruh yang terlihat dari obat-obatan dan perubahan gaya hidup dalam mengendalikan risiko gagal jantung.

Prosedur pasang CRT dilakukan lewat operasi, dan umumnya dokter akan meminta pasien menghindari makanan dan minuman tertentu. Prosedur operasi biasanya berjalan 30 hingga 90 menit, tergantung respon tubuh saat operasi berlangsung.

Pemasangan CRT akan dimulai dengan memberi sayatan kecil di dekat tulang selangka untuk menaruh selang kateter untuk pemasangan alat CRT. Alat akan dimasukan ke dalam jantung melalui pembuluh darah dengan bantuan panduan dari mesin sinar-X.

"Setelah pemasangan baterai selesai, dokter akan menguji alat dengan mengirimkan impuls listrik. Jika alat bekerja dengan baik, dokter akan melanjutkan dengan menempatkan alat pacu jantung CRT ke dalam tubuh Anda dan menghubungkannya dengan kateter yang sudah ditempatkan sebelumnya," tutup dr. Simon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Pentingnya Rutin Cek EKG, Agar Terhindar dari Risiko Aritmia

Ini Pentingnya Rutin Cek EKG, Agar Terhindar dari Risiko Aritmia

Health | Senin, 05 Juni 2023 | 10:51 WIB

Cryoablation Disebut Jadi Terobosan Perawatan Pasien Aritmia, Tingkat Kesembuhan Lebih TInggi?

Cryoablation Disebut Jadi Terobosan Perawatan Pasien Aritmia, Tingkat Kesembuhan Lebih TInggi?

Health | Kamis, 01 Juni 2023 | 12:58 WIB

Kenali! 10 Gejala Penyakit Gagal Jantung yang Sering Disepelekan Masyarakat

Kenali! 10 Gejala Penyakit Gagal Jantung yang Sering Disepelekan Masyarakat

Your Say | Sabtu, 29 April 2023 | 13:25 WIB

Terkini

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB