Kapan Penderita Skoliosis Mesti Dibawa ke Dokter?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 26 Juni 2023 | 14:57 WIB
Kapan Penderita Skoliosis Mesti Dibawa ke Dokter?
Ilustrasi skoliosis, pencegahan skoliosis (Freepik)

Suara.com - Skoliosis merupakan kelainan yang ditandai dengan bentuk tulang belakang yang melengkung menyerupai bentuk huruf “S” atau “C”. Seringkali mereka yang menderita tidak menyadari jika kelainan masih dalam tahap ringan. 

Seperti diketahui, dalam tahap ringan, skoliosis tidak bergejala dan tidak tampak jelas perubahan bentuk, sedangkan yang berat bersifat progresif, tampak perubahan bentuk, rasa pegal atau nyeri pada punggung, bahkan gangguan pernafasan.

“Dampak skoliosis antara lain dapat menimbulkan rasa pegal atau nyeri punggung setelah beraktifitas, gangguan pernafasan pada kondisi skoliosis berat, dan penampilan yang kurang baik," kata spesialis orthopedic konsultan tulang belakang RS Premier Bintaro, Dr. Ajiantoro, dalam keterangannya baru-baru ini. 

Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]
Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]

Untuk menangani scoliosis pasien disarankan memeriksakan diri ke dokter spesialis tulang belakang, untuk dilakukan pemeriksaan rontgen. Untuk penanganannya berdasarkan hasil pengukuran skoliosis pada rontgen tersebut

“Apabila kurva kurang dari 25°, dapat dilakukan pemantauan rutin setiap 4-6 bulan melalui rontgen. Jika kurvanya antara 25° - 50° disarankan penggunaan brace dengan desain khusus sesuai bentuk scoliosis. Sedangkan untuk skoliosis berat yaitu dengan kurva lebih dari 50° dibutuhkan penanganan operatif yang dilakukan oleh tim multidisiplin seperti dokter spesialis tulang belakang, spesialis saraf, tim anestesi, dan staff kamar operasi,” jelas dr. Ajiantoro menambahkan.

Peralatan canggih seperti monitoring anestesi lengkap, monitoring saraf intra operatif, teknologi implan yang baik, serta Robotic Spine Surgery dapat meningkatkan keamanan dan hasil koreksi scoliosis.

Dengan Robbin, yaitu Robotic Spine Surgery yang dimiliki oleh RS Premier Bintaro, presisi dan akurasi pemasangan implan sebesar 99 persen, bahkan untuk kasus yang sangat sulit, kemudian resiko dan komplikasi pemasangan implan sangat minim.

Sementara itu, Dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MH.Kes, CEO RS Premier Bintaro mengatakan, “tindakan operasi menggunakan Robbin memiliki beberapa keuntungan dari segi biaya, yaitu Length of Stay (LoS) / waktu rawat inap yang pendek, obat yang digunakan lebih sedikit, serta kemungkinan re-operasi lebih kecil. Sehingga ini secara cost justru lebih baik.”

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Ganggu Postur Tubuh, Dokter Ungkap Skoliosis Paling Banyak Terjadi Pada Remaja dan Perempuan

Dapat Ganggu Postur Tubuh, Dokter Ungkap Skoliosis Paling Banyak Terjadi Pada Remaja dan Perempuan

Health | Jum'at, 07 April 2023 | 13:10 WIB

Publik Heran Tubuh Amanda Zahra Bisa Berbentuk S Saat Pamer Foto Selfie, Sampai Khawatir Skoliosis, Apa Itu?

Publik Heran Tubuh Amanda Zahra Bisa Berbentuk S Saat Pamer Foto Selfie, Sampai Khawatir Skoliosis, Apa Itu?

Lifestyle | Selasa, 13 Desember 2022 | 19:59 WIB

Derita Skoliosis atau Tulang Bengkok, Nikita Mirzani : Agak Nyeri Kadang kalau Kambuh Suka Sakit

Derita Skoliosis atau Tulang Bengkok, Nikita Mirzani : Agak Nyeri Kadang kalau Kambuh Suka Sakit

Bandungbarat | Senin, 14 November 2022 | 17:25 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×