Anthrax: Penyebab, Masa Hidup Spora dan Wilayah Endemi

M Nurhadi

Kamis, 06 Juli 2023 | 16:18 WIB
Anthrax: Penyebab, Masa Hidup Spora dan Wilayah Endemi
Ilustrasi bakteri anthrax. (Shutterstock)

Suara.com - Anthrax adalah penyakit pada hewan pemakan rumput dan hewan liar, tetapi dapat menyerang manusia (bersifat zoonosis). Penyakit Anthrax ini digolongkan sebagai occupational disease atau penyakit akibat pekerjaan yang terutama menyerang peternak, petani, pekerja yang memproses kulit, bulu, tulang, dan bahan asal hewan lainnya, dokter hewan.

Anthrax juga sering disebut sebagai penyakit tanah. Sedikitnya ada 3 tipe menurut cara penularannya, yaitu Anthrax cutaneous, Anthrax paru, dan Anthrax usus. Anthrax usus bisa menyebabkan 25-60% penderita meninggal dunia.

Penyebab Penyakit Anthrax

Anthrax disebabkan oleh Bacillus anthracis, termasuk bakteri batang gram positif, bersifat aerob (facultative anaerob), yang dapat membentuk spora jika dalam kondisi lingkungan yang kurang sesuai, dan spora dapat bertahan hingga 40 tahun di dalam tanah.

Spora itu adalah sumber penularan pada ternak yang masuk melalui saluran pencernaan. Kemudian, basil Anthrax dapat menghasilkan toxin yang menyebabkan kematian walaupun telah dilakukan pengobatan dengan antibiotik.

Dikutip dari Kemenkes, di dalam tanah, spora disebutkan bisa bertahan hidup selama 40 sampai 60 tahun. Inilah yang kemudian menyebabkan risiko penyebaran antraks sangat tinggi, seperti melalui rumput yang dimakan hewan ternak, khususnya yang berkuku genap seperti kerbau atau sapi. Spora ini juga disebut dengan endospora yang berukuran sekitar 1-2 mikrometer.

Anthrax bisa tersebar di seluruh dunia baik di daerah beriklim tropis maupun sub tropis. Penyakit ini timbul secara enzootis pada saat tertentu sepanjang tahun dengan lokasi terbatas yang disebut Daerah endemis Anthrax. Di Indonesia sendiri, terdapat 14 provinsi yang memiliki daerah endemis Anthrax.

Di antaranya adalah Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa tengah, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Lantas, upaya apa yang bisa dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian Anthrax?

baca juga

Vaksinasi dan monitoring hewan yang masuk dan keluar di daerah endemis perlu dilakukan. Kemudian, penting juga untuk melaporkan jika ada hewan yang terlihat sakit atau mati mendadak dengan mengeluarkan darah dari lubang-lubang kumlah. Sebaiknya, hewan yang sakit diasingkan dan hindari menyembelih hewan yang menunjukkan gejala sakit.

Memusnahkan bangkai hewan yang diduga mati karena Anthrax juga wajib dilakukan, dengan cara membakar hangus dan atau mengubur dalam lubang sekurang-kurangnya sedalam 2 meter.

Jangan lupa berikan tanda dan hindari adanya hewan pemakan daging, serta perluasan penyakit melalui serangga dengan penggunaan anti serangga. Kemudian, untuk hasil produksi dari hewan terduga Anthrax tidak boleh dikonsumsi atau digunakan dan harus segera dimusnahkan.

Jika Anda tinggal atau akan mengunjungi daerah yang berisiko tinggi terkena penyakit Anthrax, atau jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala terkena penyakit ini, jangan ragu untuk segera konsultasi dengan dokter.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga di Gunungkidul Meninggal Karena Konsumsi Daging Sapi Terjangkit Antraks, Apa Itu?

Warga di Gunungkidul Meninggal Karena Konsumsi Daging Sapi Terjangkit Antraks, Apa Itu?

Indotnesia | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:55 WIB

Jadi Sebab 750.000 Anak di Dunia Meninggal, Begini Cara Cegah Diare

Jadi Sebab 750.000 Anak di Dunia Meninggal, Begini Cara Cegah Diare

Health | Selasa, 04 Juli 2023 | 09:24 WIB

Jangan Cuci Daging Kurban Sebelum Memasaknya, Ngeri Banget Efeknya

Jangan Cuci Daging Kurban Sebelum Memasaknya, Ngeri Banget Efeknya

Lifestyle | Kamis, 29 Juni 2023 | 07:10 WIB

Penyakit Rabies Lagi Viral, Kenali Penularan, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Penyakit Rabies Lagi Viral, Kenali Penularan, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Jum'at, 23 Juni 2023 | 10:45 WIB

3 Tips Mencairkan Daging Ayam Beku yang Aman agar Bakteri Tidak Berkembang

3 Tips Mencairkan Daging Ayam Beku yang Aman agar Bakteri Tidak Berkembang

Your Say | Kamis, 22 Juni 2023 | 19:55 WIB

4 Penyebab Munculnya Jerawat di Area Kemaluan yang Penting untuk Diketahui

4 Penyebab Munculnya Jerawat di Area Kemaluan yang Penting untuk Diketahui

Your Say | Rabu, 21 Juni 2023 | 17:40 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×