Siklus Haid Berantakan? Bisa Jadi Ada Gangguan Kualitas Sel Telur di Dalam Rahim

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:19 WIB
Siklus Haid Berantakan? Bisa Jadi Ada Gangguan Kualitas Sel Telur di Dalam Rahim
Ilustrasi Menstruasi - Doa Pertama Haid (Shutterstock)

Suara.com - Siklus haid perempuan sangat dipengaruhi dengan kualitas pematangan sel telur yang terjadi di dalam rahim. Gangguan pematangan sel telur juga dapat menyebabkan perempuan mengalami kesulitan hamil maupun masalah kesehatan lainnya.

Dokter kandungan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG., menjelaskan bahwa perempuan dengan gangguan pematangan sel telur bisa saja mengalami penebalan dinding rahim yang berisiko menyebabkan pendarahan dalam jumlah banyak. Kondisi itu juga bisa jadi salah satu bibit terjadinya keganasan badan rahim. 

"Oleh karena itu, setiap keluhan siklus haid yang tidak teratur harus dicari penyebabnya agar dapat segera ditangani dengan tepat," pesan dokter Budi melalui siaran pers tertulisnya, Jumat (7/7/2023).

Ilustrasi menstruasi. (Elements Envato)
Ilustrasi menstruasi. (Elements Envato)

Jumlah sel telur yang sedikit juga termasuk penyebab gangguan siklus haid yang harus dikenali secara cepat. Karena, menurut dokter Budi, kondisi itu biasanya lebih sulit diatasi, terutama pada perempuan yang belum pernah hamil. 

Ia menjelaskan bahwa banyak atau tidaknya sel telur dalam indung telur setiap perempuan dipengaruhi oleh faktor genetik maupun faktor lingkungan.

Adanya suatu penyakit dalam sistem reproduksi perempuan juga bisa jadi penyebab rendahnya jumlah sel telur. Salah satunya, penyakit kista cokelat atau dalam istilah medis disebut dengan endometriosis. Dokter Budi mengungkapkan bahwa kondisi itu juga pada akhirnya akan menyebabkan gangguan siklus haid.

"Dikenal sebagai salah satu penyakit organ reproduksi yang dapat merusak dan menurunkan jumlah sel telur. Demikian pula dengan tindakan pembedahan pada indung telur, jika terdapat kista, yang dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga berujung pada gangguan siklus haid," jelasnya  

Selain itu, tindakan kemoterapi atau radiasi pada perempuan muda penderita penyakit keganasan juga dapat mengurangi jumlah sel telur sehingga memicu kejadian menopause dini.

Melihat begitu eratnya kaitan siklus haid dengan reproduksi sehat, dokter Budi menyarankan kepada setiap perempuan untuk mencatat siklus haidnya dengan baik. Siklus haid dinyatakan sehat jika terjadi pada jeda waktu antara 24-38 hari dengan lama haid antara 3-7 hari dan mengganti pembalut 2 sampai 3 kali per hari. 

baca juga

Ia juga mengingatkan bahwa nyeri haid termasuk kondisi normal jika terjadi pada hari pertama atau kedua siklus haid, selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Pencatatan siklus haid yang baik dapat bermanfaat terhadap terciptanya reproduksi sehat. Tentunya sistem reproduksi yang sehat juga akan menjaga seorang perempuan terhindar dari gangguan kesehatan organ reproduksi sekaligus menyiapkan keturunan dan generasi selanjutnya yang sehat dan cerdas," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Sehat Bisa Haid 300-400 Kali Dalam Hidupnya, Kamu Berapa?

Perempuan Sehat Bisa Haid 300-400 Kali Dalam Hidupnya, Kamu Berapa?

Health | Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:17 WIB

Sering Minum Air Dingin dan Soda Bisa Buat Menstruasi Terhambat, Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Kebenarannya

Sering Minum Air Dingin dan Soda Bisa Buat Menstruasi Terhambat, Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Kebenarannya

Health | Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:09 WIB

Perut Membesar Menjelang Haid, Normal atau Tidak? Ternyata Faktor Ini yang Bikin Mendadak Buncit

Perut Membesar Menjelang Haid, Normal atau Tidak? Ternyata Faktor Ini yang Bikin Mendadak Buncit

Lifestyle | Rabu, 05 Juli 2023 | 16:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB