Amankah Ibu Hamil Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan? Dokter Bilang Begini

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 04 Januari 2024 | 06:38 WIB
Amankah Ibu Hamil Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan? Dokter Bilang Begini
Ilustrasi wanita minum air (Unsplash/enginakyurt)

Suara.com - Air minum dalam kemasan galon, terutama yang menggunakan bahan Polikarbonat (PC), telah menjadi sorotan terkait keamanannya bagi ibu hamil dan janin. Meski demikian, dokter spesialis kandungan, Dokter Spesialis Kandungan, Alamsyah Aziz, BPA yang mungkin terdapat dalam air karena dari kemasan galon tersebut berada jauh di bawah batas aman yang telah ditetapkan oleh BPOM dan WHO.

Dalam pandangannya, konsumsi air galon guna ulang tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu hamil atau janin.

Namun, penting juga bagi para ibu hamil untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin. Asupan gizi yang kurang dapat berdampak pada bayi, menghambat perkembangan otak, atau bahkan menyebabkan bayi lahir dengan berat yang rendah.

Ilustrasi hamil (freepik.com/tirachardz)
Ilustrasi hamil (freepik.com/tirachardz)

“Sebab, jika kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi, ia akan melahirkan outcome yang sangat berpengaruh pada bayi, sehingga bayi menjadi kecil. Gizi ibu yang buruk juga menyebabkan janin akan kehilangan peluang untuk memperoleh pembentukan otak yang optimal,” katanya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Kebidanan dan Kandungan lainnya, dr. H. Muh. Natsir Nugroho, Sp.OG, M.Kes, mengatakan janin dalam rahim ibu hamil membutuhkan makanan yang seimbang, baik protein, karbohidrat, dan lemaknya agar perkembangannya menjadi sehat. Kemudian dari minumnya, juga harus terjaga betul.

“Kalau mau minum jangan minuman mentah tapi minum air yang sudah matang. Air yang terlalu tinggi iodiumnya juga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena bisa mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya,” kata dia.

Faktor lain yang berpengaruh pada kesehatan janin meliputi lingkungan yang tidak stres bagi ibu hamil dan kesehatan ibu itu sendiri. Contohnya, kondisi kesehatan ibu seperti diabetes dapat mempengaruhi kesehatan janin.

Selain itu, air mineral galon isi ulang diklaim memberikan manfaat bagi ibu hamil karena kandungan mineral dan senyawa alami di dalamnya. Misalnya, kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang janin dan magnesium yang dapat mencegah tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

Sementara beberapa ahli berpendapat bahwa BPA yang terkonsumsi akan dikeluarkan melalui urin dan tidak akan menimbulkan dampak berbahaya jika masih berada di bawah batas aman.

Sementara, Syaefudin, PhD, seorang Dosen Biokimia dari Fakultas MIPA, IPB menjelaskan, kandungan BPA yang tidak sengaja terkonsumsi oleh manusia sejatinya akan dikeluarkan melalui urin dan tidak akan meninggalkan sisa. Jadi, menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang BPA ini karena seluruh zat kimia yang terkonsumsi secara tidak sengaja akan dikeluarkan melalui urin terlebih jika kandungan zat kimia yang terkonsumsi masih di bawah ambang batas aman.

Baca Juga: Selamat! Angel Pieters Melahirkan Anak Pertama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI