Cegah Stunting Bukan Cuma dengan Makan Gratis, Sanitasi dan Air Bersih Juga Penting: Ini Alasannya!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 05 April 2024 | 04:24 WIB
Cegah Stunting Bukan Cuma dengan Makan Gratis, Sanitasi dan Air Bersih Juga Penting: Ini Alasannya!
Ilustrasi Sanitasi Air Bersih (Pexels/Jens Johnsson)

Suara.com - Stunting di Indonesia jadi salah satu masalah kesehatan yang kompleks, karena mencegahnya harus melibatkan beberapa sektor. Termasuk dengan memperbaiki sanitasi dan pengelolaan air bersih di lingkungan tempat tinggal, kenapa begitu?

Dokumen UNICEF Guine Bissau 2017 menyebutkan banyak penelitian menunjukan adanya hubungan kuat antara air, sanitasi, dan stunting yang akhirnya mempengaruhi gizi anak-anak.

Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 50 persen kasus malnutrisi berhubungan dengan diare atau infeksi cacing usung berulang karena air yang tidak aman, sanitasi yang buruk hingga kurangnya kebersihan.

Adapun infeksi parasit seperti cacing ditularkan melalui tanah, dan risiko tertular semakin besar karena kurangnya sanitasi dan kebersihan. Data menunjukan sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia terinfeksi parasit ini yang akhirnya menyebabkan anemia, penurunan fisik dan perkembangan kognitif.

Serah terima fasilitas penyediaan air bersih dan sehat terhadap 150 rumah tangga di Depok untuk cegah stunting. (Dok. Bayer)
Serah terima fasilitas penyediaan air bersih dan sehat terhadap 150 rumah tangga di Depok untuk cegah stunting. (Dok. Bayer)

Tidak hanya itu, bukti menunjukan anak yang mengalami stunting seringkali menderita disfungsi enterik vironmental (EED), yaitu penyakit kronis usus kecil yang ditandai peradangan usus yang disebabkan paparan terus menerus makanan, air, dan benda yang terkontaminasi tinja.

Hal ini dibenarkan Head of Bayer Product Supply Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta yang memutuskan melakukan program CETING atau Cegah Stunting di Depok atau tepatnya di lingkungan wilayah pabrik Bayer Cimanggis, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya dengan serah terima fasilitas penyediaan air bersih dan sehat terhadap 150 rumah tangga.

"Meskipun prevalensi stunting di Depok berada di bawah rata-rata nasional, upaya pencegahan masih diperlukan. Oleh karena itu, kami melakukan serangkaian program edukasi kesehatan terkait pencegahan stunting serta membangun fasilitas air bersih dan sehat," ujar Priscilla melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (4/4/2024).

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak, yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Perlu diketahui angka stunting di Indonesia pada 2023 cukup tinggi yaitu di angka 21,6 persen. Padahal pemerintah juga punya target penurunan stunting menjadi 14 persen di 2024.

baca juga

Di sisi lain, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan meski Depok termasuk dalam 5 kota dengan kasus stunting terendah di Indonesia di angka 12,6 persen.

Namun pencegahan stunting tetap harus dilanjutkan dan ditingkatkan, untuk menurunkan risiko masalah kesehatan yang bisa menurunkan kualitas SDM Indonesia ini. Apalagi pencegahan stunting tidak melulu soal makanan.

"Penanganan stunting tidak hanya melalui pemberian makanan, tetapi juga melalui perbaikan infrastruktur, seperti akses air bersih dan sehat bagi masyarakat," ujar Imam.

Adapun program CETING di Depok ini meliputi training of trainers yaitu pelatihan kesehatan dan pencegahan stunting bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Kedua yakni edukasi kesehatan dan pencegahan stunting kepada 500 perempuan, 100 di antaranya remaja putri.

Ketiga yakni pendirian 3 fasilitas air bersih dan sehat umum untuk 150 rumah tangga. Lalu terakhir, pembentukan dan pelatihan Komite WASH terkait sanitasi dan pengelolaan air bersih dan sehat umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Stunting Stagnan, Penguatan Kader Posyandu Harus Jadi Langkah Strategis  Pemerintah

Angka Stunting Stagnan, Penguatan Kader Posyandu Harus Jadi Langkah Strategis Pemerintah

Health | Kamis, 04 April 2024 | 15:21 WIB

Menteri Basuki Minta Generasi Muda Ikut Berperan dalam Hadapi Tantangan Pasokan Air Bersih

Menteri Basuki Minta Generasi Muda Ikut Berperan dalam Hadapi Tantangan Pasokan Air Bersih

Bisnis | Senin, 25 Maret 2024 | 11:51 WIB

Turunkan Kasus TBC, Kemenkes Fokus Ungkap Manfaat Integrasi dengan Penanganan Stunting

Turunkan Kasus TBC, Kemenkes Fokus Ungkap Manfaat Integrasi dengan Penanganan Stunting

Health | Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:55 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×