Pakar BRIN Minta Pemerintah dan Produsen Cegah Kandungan Bromat Berlebih pada Air Minum Dalam Kemasan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 08 Mei 2024 | 10:11 WIB
Pakar BRIN Minta Pemerintah dan Produsen Cegah Kandungan Bromat Berlebih pada Air Minum Dalam Kemasan
Ilustrasi Peneliti Perempuan (Pixabay/Jarmoluk)

Suara.com - Beberapa waktu belakangan sempat ramai isu kontaminasi bromat pada air minum dalam kemasan. Merespons hal ini Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono menyebut bahwa pemerintah dan produsen perlu lebih proaktif mencegah potensi kontaminasi Bromat berlebih 

"Pengecekan yang terukur perlu dilakukan terhadap sumber bahan baku air mineral alami agar dapat mendeteksi sedari dini jika terdapat kandungan ion yang tidak diinginkan seperti Bromida," kata Kepala Pusat Riset Teknologi Polimer BRIN, Joddy Arya Laksmono dalam keterangannya. 

Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas produk. Ini diperlukan sebagai upaya untuk memastikan keamanan produk, dengan memanfaatkan metode berbasis bukti ilmiah.

ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi air minum yang sehat (freepik.com/pressfoto)

Dia menjelaskan bahwa jika air mineral alami mengandung ion Bromida, perlakuan khusus diperlukan untuk menghilangkan kandungan senyawa tersebut karena Bromida dapat berubah menjadi Bromat, yang memiliki efek negatif pada manusia dan hewan.

Pembuktian kandungan Bromat dalam air minum dalam kemasan (AMDK) bertujuan untuk memastikan kualitas produk secara berkelanjutan, mulai dari bahan baku hingga produk akhir, sehingga masyarakat dapat terhindar dari risiko Bromat. Diperlukan pemantauan oleh lembaga independen seperti Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) untuk memastikan kualitas produk AMDK di Indonesia tetap memenuhi standar.

Selain itu, pengetahuan dan kehati-hatian masyarakat terkait bahaya Bromat perlu ditingkatkan, sementara produsen juga harus bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan.

Informasi mengenai kandungan Bromat dalam AMDK yang berpotensi menyebabkan kanker telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan BPOM, yang menetapkan ambang batas Bromat dalam AMDK sebesar 10 ppb. BPOM menegaskan bahwa mereka akan bertindak tegas terhadap pelanggaran aturan keamanan pangan di Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Air Minum dengan Kondisi Seperti Ini Tak Layak Dikonsumsi, Kenapa?

Pakar Ungkap Air Minum dengan Kondisi Seperti Ini Tak Layak Dikonsumsi, Kenapa?

Lifestyle | Minggu, 05 Mei 2024 | 08:23 WIB

Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar

Pakar Kimia Ungkap Sebab Kadar Bromat Dalam Air Minum Kemasan: Sumbernya Tercemar

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 11:35 WIB

LPPOM MUI Sebut AMDK Bersertifikasi Halal Pasti Halal, Ini Penjelasanya

LPPOM MUI Sebut AMDK Bersertifikasi Halal Pasti Halal, Ini Penjelasanya

Lifestyle | Minggu, 10 Maret 2024 | 08:43 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×