Cara Mencegah Cemas dan Gelisah Ala Dokter Jiwa: Jangan Lupa Belajar Santai

M. Reza Sulaiman

Selasa, 09 Juli 2024 | 15:15 WIB
Cara Mencegah Cemas dan Gelisah Ala Dokter Jiwa: Jangan Lupa Belajar Santai
Ilustrasi santai. (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Suara.com - Pernahkah Anda merasa cemas dan gelisah saat menjalani aktivitas? Rasanya, semua hal ingin segera buru-buru dikerjakan. Ketika sudah selesai pun, pekerjaan dan tanggung jawab lainnya sudah menunggu. Seberasa sering Anda mengalaminya? Apakah setiap hari?

Fenomena ini menurut dokter jiwa dr. Andri, SpKJ pakar psikosomatik dari RS EMC Alam Sutera, kerap dirasakan oleh masyarakat modern yang serba terburu-buru. Karena itulah, ia mengingatkan pentingnya belajar santai menjalani hidup.

"Jika kita terus-menerus merasa terburu-buru, ini juga bisa menjadi masalah. Kita harus belajar mengatur ritme kita. Seperti orang yang ingin lari maraton, mereka tidak boleh langsung berlari cepat di awal, tapi harus pelan-pelan dulu. Orang yang berlatih maraton juga perlu waktu latihan yang lama," ungkap dr Andri kepada Suara.com, Selasa (9/7/2024).

dr Andri mengatakan pentingnya belajar santai untuk mengatur ritme kehidupan kita sendiri. Ia mengutip buku To Rest yang menjelaskan bagaimana pakar biologi Charles Darwin hanya bekerja selama 90 menit yang dibagi menjadi 3 sesi, alias 4,5 jam dalam sehari. Waktu luangnya diisi dengan berbagai aktivitas lain seperti berjalan, tidur siang, dan berjemur. Tapi meskipun hanya bekerja sebentar, Darwin mampu menulis karya besar Origin of Species yang mengubah cara pandang kita tentang ilmu pengetahuan dan evolusi manusia.

"Mengapa bisa demikian? Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Darwin benar-benar fokus selama bekerja. Ia membaca jurnal, meneliti, menulis, dan membahas surat dengan konsentrasi penuh. Saat waktunya santai, ia benar-benar beristirahat. Pada masa itu, tidak ada ponsel, jadi lebih mudah untuk benar-benar santai. Namun, sekarang kita sering dihubungi melalui telepon, SMS, WhatsApp, Telegram, bahkan DM di media sosial," terangnya lagi.

Untuk bisa terlepas dari rasa buru-buru ini, prinsip utama yang perlu diperhatikan menurut dr Andri adalah dengan tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Ia menyebut saat ini, banyak dari kita berpikir bahwa tujuan atau target dalam hidup harus diraih sesegera mungkin, karena melihat orang lain sudah lebih dulu mendapatkannya.

Sayangnya, banyak orang sering mengalami kesulitan mencapai tujuan hidup karena sering membandingkan diri mereka dengan orang lain. Ketika terlalu fokus membandingkan diri dengan orang lain, kita akan kelelahan sendiri nantinya. Sebaiknya, kita membandingkan diri kita dengan diri kita yang dulu.

Untuk itulah, dr Andri menekankan pentingnya mengatur ritme sendiri dalam menjalani kehdupan. Ibarat balap mobil, tidak perlu selalu menginjak untuk melaju, tapi ada pula waktunya untuk mengerem dan berbelok.

"Artinya, dalam hidup, kita perlu latihan untuk mengatur ritme: gas, rem, gas, rem. Ada saatnya kita bekerja keras, dan saat bekerja keras ya kita bekerja keras. Tapi saatnya santai, seperti saya sekarang yang sedang liburan bersama pasangan di Austria, kita juga harus bisa santai," tutup dr Andri mengakhiri perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mirip Narkoba, Dokter Jiwa Jelaskan Mengapa Judi Online Bisa Bikin Kecanduan!

Mirip Narkoba, Dokter Jiwa Jelaskan Mengapa Judi Online Bisa Bikin Kecanduan!

Lifestyle | Senin, 24 Juni 2024 | 19:10 WIB

4 Buku yang Cocok Dibaca ketika Overthinking, Bebaskan Dirimu Sejenak

4 Buku yang Cocok Dibaca ketika Overthinking, Bebaskan Dirimu Sejenak

Your Say | Rabu, 05 Juni 2024 | 17:22 WIB

Rekomendasi 4 Anime Slice of Life dengan Cerita Paling Menenangkan

Rekomendasi 4 Anime Slice of Life dengan Cerita Paling Menenangkan

Your Say | Jum'at, 24 Mei 2024 | 16:00 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB