Monkeypox Penyakit Apa? Kenali Ancaman Kesehatan yang Menyerang Kulit!

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:09 WIB
Monkeypox Penyakit Apa? Kenali Ancaman Kesehatan yang Menyerang Kulit!
Monkeypox penyakit apa (freepik)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menyatakan penyakit Monkeypox atau cacar monyet yang tengah mewabah di Afrika sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus lewat akun X pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Sejak awal 2024 lalu, lebih dari puluhan negara-negara Afrika memang diketahui telah melaporkan penyakit Monkeypox. Memangnya, Monkeypox penyakit apa? Simak yuk penjelasannya berikut ini.

Monkeypox Penyakit Apa? 

Monkeypox alias cacar monyet adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus langka dari hewan (zoonosis), atau yang lebih umum disebut sebagai virus monkeypox. Diketahui, penyakit cacar monyet ini ditemukan pertama kali pada tahun 1970 di Kongi, Afrika Selatan. 

Penyakit ini disebut cacar monyet karena monyet adalah inang utama dari virus monkeypox. Pada saat seseorang terkena penyakit cacar monyet, di permukaan kulitnya akan muncul bintil-bintil bernanah, bahkan sampai melepuh. Sama halnya dengan penyakit cacar air, penyakit cacar monyet ini juga disertai dengan demam tetapi diiringi pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak.

Penyebab dan Gejala Monkeypox

Penyebab monkeypox adalah adanya infeksi virus monkeypox, di mana virus ini termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Virus dalam genus Orthopoxvirus di antaranya adalah smallpox (penyebab cacar), virus cowpox (cacar sapi), dan virus vaccinia (virus yang digunakan dalam vaksin cacar). 

Meskipun virus ini bisa bertransmisi dan menular, tapi ini tetap bisa dibedakan dengan virus penyakit kulit lainnya seperti cacar air atau pun herpes. Mulanya, penyebab cacar monyet didapatkan dari gigitan hewan liar seperti tupai dan monyet. Lalu, kasus yang paling sering terjadi adalah penularan dari hewan ke manusia. 

Sementara itu, gejala cacar monyet biasanya bau mulai dirasakan 6-16 hari setelah terpapar, dengan masa inkubasi virus ini berkisar antara 6-13 hari. WHO membagi gejala cacar monyet menjadi dua periode infeksi, yaitu: 

1. Periode Invasi

Periode ini akan berlangsung dalam 0-5 hari setelah terinfeksi virus. Gejala cacar monyet yang ditimbulkan adalah sakit kepala berat, demam, sakit punggung, lemas (asthenia), nyeri pada otot, mual dan muntah (terutama yang terkena langsung dari gigitan hewan), hingga pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).

2. Periode Erupsi Kulit

Gejala cacar monyet yang utama dalam periode erupsi kulit ini yaitu muncul ruam pada kulit 1-3 hari setelah pengidap mengalami demam. Kemudian akan muncul ruam pada wajah, lalu mulai menyebar ke seluruh tubuh. 

Bagian tubuh yang paling terdampak ruam yaitu di area tangan, kaki, dan wajah, di mana ruam kulit diawali dengan bintik-bintik lalu berubah menjadi lenting atau vesikel, yaitu lepuhan yang berisi cairan. Setelah itu, dalam beberapa waktu akan membentuk kerak. 

Monkeypox alias penyakit cacar monyet adalah kondisi yang dapat menyerang siapa saja, terlebih bagi seseorang yang belum pernah terinfeksi sebelumnya. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat cacar monyet secara spesifik. Sebab, kondisi ini bisa pulih dengan sendirinya dalam 2-4 minggu. Pastikan Anda selalu waspada, ya! 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebaran Cacar Monyet Meresahkan, WHO Beri Sinyal Keadaan Darurat

Penyebaran Cacar Monyet Meresahkan, WHO Beri Sinyal Keadaan Darurat

News | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 05:00 WIB

Mengenal Monkeypox atau Mpox, Wabah Baru Ancaman Kesehatan Global

Mengenal Monkeypox atau Mpox, Wabah Baru Ancaman Kesehatan Global

Health | Selasa, 06 Agustus 2024 | 10:43 WIB

Kasus Cacar Monyet di Indonesia Tembus 57, Sebagian Besar Terkonfirmasi Positif HIV

Kasus Cacar Monyet di Indonesia Tembus 57, Sebagian Besar Terkonfirmasi Positif HIV

Health | Kamis, 23 November 2023 | 20:51 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB