Bahaya Parutan Jagung untuk Cacar, Ini Risiko Infeksinya

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 22 Agustus 2024 | 19:28 WIB
Bahaya Parutan Jagung untuk Cacar, Ini Risiko Infeksinya
Ilustrasi cacar monyet. [Dok.Antara]

Suara.com - Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Fitria Agustina, menegaskan bahwa penggunaan parutan jagung untuk menyembuhkan cacar tidak memiliki dasar ilmiah dan justru dapat meningkatkan risiko infeksi tambahan pada kulit yang rusak.

"Parutan jagung bisa menyebabkan iritasi pada kulit yang sudah terkena cacar, sehingga memperburuk kondisi dan memperlama proses penyembuhan," ujarnya pada Kamis (22/8/2024).

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu menjelaskan bahwa jagung yang diparut merupakan bahan yang tidak steril. Penggunaan parutan jagung ini bisa memperparah infeksi kulit yang diakibatkan oleh cacar.

"Jagung yang diparut bukanlah bahan steril, dan ini dapat memperburuk infeksi pada kulit yang sudah terkena cacar," tambahnya.

Untuk menyembuhkan bekas cacar, Fitria merekomendasikan untuk menggunakan perawatan yang sudah disarankan oleh dokter, seperti salep atau pelembap.

"Perawatan yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan kulit dan menggunakan pelembap atau salep yang direkomendasikan oleh dokter untuk mempercepat penyembuhan bekas cacar," jelasnya.

Selain itu, Fitria juga menekankan pentingnya menjaga kulit yang terkena infeksi agar tetap kering dan bersih.

"Cuci kulit dengan sabun berbahan ringan dan air bersih, serta gunakan pelembap ringan untuk mencegah kulit menjadi lebih kering dan iritasi," ujarnya.

Jika terjadi infeksi sekunder, dokter akan meresepkan antibiotik topikal atau oral untuk mengurangi rasa perih yang mungkin muncul.

Fitria juga memperingatkan agar tidak menggaruk atau memencet luka, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi menyebar dan memperburuk kondisi kulit.

"Menggaruk atau memencet luka bisa menyebabkan luka menjadi lebih dalam dan berpotensi meninggalkan bekas luka yang lebih parah," kata Fitria.

Ia juga mengingatkan untuk menghindari penggunaan bahan alami yang belum terbukti secara ilmiah, seperti parutan jagung, serta menghindari paparan sinar matahari berlebihan selama proses penyembuhan luka infeksi, karena hal ini bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko hiperpigmentasi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI