Keguguran Bukan Salah Ibu, Pahami Penjelasan Medisnya dari Dokter Ini Yuk!

M. Reza Sulaiman

Kamis, 05 September 2024 | 14:53 WIB
Keguguran Bukan Salah Ibu, Pahami Penjelasan Medisnya dari Dokter Ini Yuk!
Ilustrasi keguguran. (Shutterstock)

Suara.com - Keguguran sering kali menjadi pengalaman menyakitkan bagi perempuan. Namun, penting untuk memahami bahwa dari sudut pandang medis, keguguran tidak selalu disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian seorang ibu.

Menurut Dr. Novan Satya Pamungkas, Sp.OG, seorang spesialis kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, penyebab utama keguguran kerap kali tidak dapat dijelaskan secara pasti.

Dr. Novan menjelaskan bahwa penyebab keguguran yang paling umum justru adalah hal yang tidak dapat dijelaskan atau disebut dengan istilah unexplained miscarriage. Ini adalah kondisi di mana para dokter sulit menemukan alasan medis yang jelas mengapa keguguran terjadi. Banyak perempuan mungkin bertanya-tanya apa yang salah, tetapi pada kenyataannya, penyebab pasti keguguran sering kali tidak bisa diungkapkan.

"Penyebab pertama dari keguguran nomor satu itu sebenarnya unexplained, tidak bisa dijelaskan," kata Dr. Novan dalam sebuah diskusi media di Jakarta pada 20 Februari 2024.

Selain faktor yang tidak dapat dijelaskan, penyebab keguguran kedua yang paling umum adalah kelainan genetik pada janin. Faktor genetik tidak hanya berasal dari kesehatan ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi genetik dari ayah. Kehamilan adalah hasil dari percampuran sel telur dan sperma, sehingga setiap kelainan kromosom bisa mempengaruhi perkembangan janin.

"Ada kromosom lain yang kelainannya lebih fatal sehingga bisa menyebabkan keguguran dini," tambah Dr. Novan.

Namun, mendeteksi kelainan genetik ini juga bukan perkara mudah. Pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi kelainan genetik masih terbatas dan mahal, sehingga tidak selalu dilakukan.

Mitos Kelelahan sebagai Penyebab Keguguran

Salah satu mitos yang masih sering dipercaya adalah bahwa keguguran disebabkan oleh kelelahan ibu, terutama jika ibu tersebut sibuk bekerja. Namun, Dr. Novan menekankan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar. Keguguran tidak secara langsung terjadi karena ibu yang terlalu lelah atau stres di tempat kerja.

baca juga

"Sebenarnya tidak (ibu kelelahan sebabkan keguguran). Gak seperti itu, karena kalau diteliti lebih dalam, penyebabnya bisa entah hormon kurang baik atau memang ada kelainan pada gen," tegasnya.

Menurut penelitian medis, faktor kelelahan ibu tidak secara langsung menyebabkan janin keguguran. Lebih sering, keguguran terjadi karena faktor internal seperti ketidakseimbangan hormon atau kelainan genetik.

Faktor Lain yang Mungkin Berperan

Meski begitu, masih ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko keguguran, seperti riwayat medis ibu, kondisi kesehatan kronis (seperti diabetes yang tidak terkontrol), atau gangguan autoimun. Konsultasi dengan dokter kandungan tetap penting untuk memahami risiko pribadi dan mendapatkan panduan dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.

Dalam beberapa kasus, infeksi, gaya hidup, dan kebiasaan tertentu seperti merokok atau konsumsi alkohol berlebihan juga bisa berkontribusi terhadap terjadinya keguguran. Namun, sekali lagi, penting untuk tidak menuduh diri sendiri ketika keguguran terjadi, mengingat banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan.

Memahami Keguguran Lebih Jauh

Bagi banyak pasangan, keguguran adalah pengalaman yang sulit diterima secara emosional. Namun, penting untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang penyebabnya. Alih-alih menyalahkan diri sendiri, konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu mendapatkan penjelasan yang lebih baik mengenai risiko keguguran dan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya di masa depan.

Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu kedokteran, pemeriksaan genetik semakin berkembang. Ini membuka peluang bagi pasangan untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi mereka lebih awal dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Pemeriksaan hormon, kelainan kromosom, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan dapat menjadi faktor penting dalam mendukung kehamilan yang sehat.

Keguguran Bukanlah Kesalahan Siapa Pun

Memahami penyebab keguguran dari kacamata medis bisa membantu mengurangi beban emosional yang sering kali ditanggung ibu. Keguguran adalah kejadian yang bisa disebabkan oleh banyak faktor, dan sering kali tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Faktor genetik, ketidakseimbangan hormon, dan penyebab yang tidak dapat dijelaskan adalah beberapa alasan utama terjadinya keguguran. Yang terpenting, para ibu harus menghindari perasaan bersalah dan selalu mencari bantuan dari profesional medis untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Dokter, Han Suk Kyu akan Jadi Profiler di Drama Korea Such a Close Traitor

Bukan Dokter, Han Suk Kyu akan Jadi Profiler di Drama Korea Such a Close Traitor

Your Say | Rabu, 04 September 2024 | 17:04 WIB

Gawat! Setengah Juta Lebih Kasus Perundungan Dokter Terjadi di Rumah Sakit, Kemenkes RI Bongkar Fakta Mengejutkan

Gawat! Setengah Juta Lebih Kasus Perundungan Dokter Terjadi di Rumah Sakit, Kemenkes RI Bongkar Fakta Mengejutkan

News | Rabu, 04 September 2024 | 10:03 WIB

Meningkatkan Peluang Kehamilan, Ini Deretan Teknologi Terbaru Prosedur Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Meningkatkan Peluang Kehamilan, Ini Deretan Teknologi Terbaru Prosedur Bayi Tabung yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 04 September 2024 | 09:58 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×