Salah Kaprah Seputar Maltodekstrin dalam Susu Formula, Benarkah Picu Gagal Ginjal pada Anak?

Nur Khotimah | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 07 September 2024 | 07:49 WIB
Salah Kaprah Seputar Maltodekstrin dalam Susu Formula, Benarkah Picu Gagal Ginjal pada Anak?
Ilustrasi susu formula (Element Envato)

Suara.com - Maltodekstrin belakangan menjadi perbincangan di media sosial, bahkan disebut sebagai "hidden sugar" atau "gula tersembunyi" yang terdapat dalam berbagai produk bubuk nutrisi anak, seperti susu formula hingga makanan bayi. 

Maltodekstrin dinilai dapat meningkatkan kandungan gula setelah masuk ke dalam tubuh dan bahkan disebut-sebut bisa memicu risiko penyakit gagal ginjal yang terjadi pada anak-anak. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

Dijelaskan Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz Msi, Doktor dalam bidang ilmu gizi FKK UMJ, tidak tepat maltodekstrin dikaitkan dengan peningkatan kandungan gula pada susu, dan menyebabkan gagal ginjal pada anak.

Maltodekstrin lanjut Dr. Rosyanne, sebenarnya terbuat dari bahan alami, yakni pati dari sumber karbohidrat seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung. Kemudian dilakukan proses hidrolisis terhadap zat pati dari sumber karbohidrat tersebut, yang lantas terbentuklah maltodekstrin.

Ilustrasi susu formula dalam botol (Freepik/New Africa)
Ilustrasi susu formula (Freepik/New Africa)

Secara umum, maltodekstrin memang biasa ditambahkan ke produk pangan. Fungsinya yaitu sebagai pengawet, penguat rasa, meningkatkan tekstur, filler (meningkatkan volume), meningkatkan tekstur, dan ada juga yang digunakan sebagai perisa.

Maltodekstrin juga bisa digunakan sebagai pengganti laktosa pada produk susu untuk mereka yang intoleransi terhadap laktosa. Selain susu dan produk nutrisi lainnya, kandungan ini bahkan juga ada di produk yang asin atau gurih seperti kaldu ayam dan kaldu jamur, karena dia berperan sebagai filler.

"Maltodekstrin bisa digunakan untuk bermacam tujuan tergantung nilai DE-nya. Misalnya Maltodekstrin dengan DE10 bisa digunakan untuk produk-produk instan seperti saos instan dan produk diet," jelas dia lagi.

Sementara maltodekstrin dngan D15 biasa digunakan pada minuman isotonic, dan DE19 digunakan untuk bubuk cokelat, produk susu, dan dessert. Karena itu tidak ada korelasinya antara kandungan maltodektrin dengan jumlah gula dalam produk pangan. 

Sebab, produk yang mengandung maltodekstrin tidak berarti memiliki kandungan gula lebih tinggi, khususnya susu formula. Hal tersebut sebenarnya bisa kita periksa pada label di kemasan.

Untuk itulah, maltodekstrin sendiri telah dinyatakan aman oleh FDA dan Codex. Oleh FDA, maltodekstrin dikategorikan sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe). Penelitian terkini juga menemukan, maltodekstrin resistan bisa difermentasi di usus besar menjadi SCFA (short chain fatty acid), yang bermanfaat bagi kesehatan mikrobiota usus.

"Maltodekstrin resistan membantu menjaga profil tekanan darah dan lipid serta meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan," pungkas dia lagi.

Senada dengan Dr. Rosyanne, dr.Yoga Devarea Sp.A(K) dan Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz Msi, dokter spesialis anak konsultan gizi dan metabolic FKUI-RSCM menyebut, kondisi yang menyatakan gula dari makanan atau miuman menyebabkan banyak pasien gagal ginjal pada anak dan menjalani cuci darah di RSCM sebenarnya merupakan hal yang tidak tepat. 

Penyebab sebenarnya bukan karena konsumsi gula (dari makanan), tapi karena kelainan bawaan. Gagal ginjal kronik adalah penyakit pada orang dewasa atau berumur.

"Efek kelebihan gula pada anak adalah kegemukan, yang menyebabkan banyak penyakit tidak menular termasuk diabetes," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penderita Diabetes Hati-Hati Konsumsi Gula Agar Tak Makin Parah, Ini Penjelasan Dokter

Penderita Diabetes Hati-Hati Konsumsi Gula Agar Tak Makin Parah, Ini Penjelasan Dokter

Health | Rabu, 04 September 2024 | 17:00 WIB

Cara Mengurangi Konsumsi Gula pada Anak, Dilarang Keras Minum dan Makan yang Manis?

Cara Mengurangi Konsumsi Gula pada Anak, Dilarang Keras Minum dan Makan yang Manis?

Lifestyle | Selasa, 03 September 2024 | 17:26 WIB

Ingat! Susu Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Kadar Gulanya Harus di Bawah 25 Gram, jika Lebih Berbahaya buat Anak

Ingat! Susu Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Kadar Gulanya Harus di Bawah 25 Gram, jika Lebih Berbahaya buat Anak

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:05 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB