Awas Tsunami Perak! Cegah Alzheimer dengan Strategi Jitu Ini

Ruth Meliana, Dinda Rachmawati

Minggu, 22 September 2024 | 08:40 WIB
Awas Tsunami Perak! Cegah Alzheimer dengan Strategi Jitu Ini
Ilustrasi demensia alzheimer (freepik)

Suara.com - Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan bahwa proporsi penduduk di Indonesia umur 60 tahun ke atas diproyeksikan meningkat, dari 9,0 persen atau 23 juta penduduk pada tahun 2015, menjadi 19,9 persen atau setara dengan 63,3 juta penduduk pada tahun 2045.

Kelompok umur 60 tahun ke atas disebut sebagai "Tsunami Perak" yang akan mencakup sekitar seperempat dari seluruh populasi Nasional. Secara bersamaan, proyeksi terbaru juga menunjukkan bahwa di Indonesia akan mengalami peningkatan kasus demensia dan penyakit Alzheimer, bentuk demensia yang paling umum.

Data ini menimbulkan pertanyaan penting—apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan risiko Alzheimer? Seiring bertambahnya usia, otak mengalami perubahan, dan fungsi mental berkembang seiring waktu. Ini dapat dikategorikan ke dalam tiga tahap alami:

• Penuaan normal (ditandai dengan lupa ringan yang stabil)

• Gangguan kognitif ringan (tantangan kognitif yang lebih terlihat namun tidak mengganggu kemandirian)

• Demensia (penurunan kognitif signifikan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk merawat diri sendiri)

Member, Herbalife Nutrition Advisory Board, Gary Small mengatakan, penyakit Alzheimer sering disebut sebagai "penyakit yang tak terlihat" karena gejalanya yang lambat. Gejala awal Alzheimer—seperti lupa ringan atau kesulitan berkonsentrasi—sering dianggap sebagai perubahan yang normal terkait usia. 

"Namun, kesalahpahaman ini bisa menyesatkan. Alzheimer dapat dimulai jauh sebelum gejala muncul, kadang hingga 20 tahun sebelumnya. Saat tanda-tanda penurunan kognitif menjadi terlihat, kerusakan otak yang signifikan telah terjadi, sehingga deteksi dan intervensi dini sangat penting," kata dia dalam siaran pers yang Suara.con terima belum lama ini.

Peta Jalan Pencegahan dengan Menjaga Pola Makan dan Suplemen

baca juga

Salah satu cara yang paling menjanjikan untuk pencegahan Alzheimer adalah melalui menjaga pola makan dan nutrisi. Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa apa yang kita makan dapat berdampak besar pada kesehatan otak kita, baik dalam jangka pendek maupun panjang. 

Bahkan, faktor risiko yang sama antara penyakit jantung dan demensia menunjukkan bahwa pendekatan nutrisi holistik dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

“Dengan menyesuaikan pola makan untuk menekankan makanan antioksidan dan anti-inflamasi, serta mengadopsi gaya hidup yang lebih aktif, kita dapat mengelola obesitas perut, tekanan darah tinggi, dan faktor lain yang memengaruhi kesehatan otak dan kesejahteraan secara keseluruhan,” ungkap Small.

Menjaga pola makan yang kaya makanan yang mendukung otak—seperti makanan yang tinggi antioksidan, asam lemak omega-3, dan nutrisi penting lainnya—dapat mendukung fungsi kognitif dan berpotensi mengurangi risiko Alzheimer.

Dalam konteks Asia, menjaga pola makan tradisional sudah menawarkan banyak manfaat nutrisi. Misalnya, banyak diet lokal yang menekankan ikan, sayuran, dan makanan lain yang secara alami kaya omega-3 dan antioksidan.

Selain itu, penambahan herbal seperti bacopa—yang menjadi pokok dalam pengobatan Ayurveda dan dikenal karena sifatnya yang meningkatkan kognisi—dapat lebih meningkatkan kesehatan otak, daya ingat, dan rentang perhatian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mencegah Demensia Usia Lanjut, Harus Aktif Olahraga?

Cara Mencegah Demensia Usia Lanjut, Harus Aktif Olahraga?

Health | Jum'at, 20 September 2024 | 15:17 WIB

Bahaya! Konsumsi Daging Olahan Tingkatkan Risiko Demensia, Ini Faktanya

Bahaya! Konsumsi Daging Olahan Tingkatkan Risiko Demensia, Ini Faktanya

Health | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 21:05 WIB

Jebakan Ingatan dari Pengidap Alzheimer dalam Catatan Harian Sang Pembunuh

Jebakan Ingatan dari Pengidap Alzheimer dalam Catatan Harian Sang Pembunuh

Your Say | Senin, 29 Januari 2024 | 14:00 WIB

Rica Asrosa, Peneliti Indonesia yang Kembangkan Alat Pendeteksi Penyakit Dimensia

Rica Asrosa, Peneliti Indonesia yang Kembangkan Alat Pendeteksi Penyakit Dimensia

Video | Kamis, 18 Januari 2024 | 08:00 WIB

Review Film The Father, Gambaran Hubungan Anak dengan Ayah yang Demensia

Review Film The Father, Gambaran Hubungan Anak dengan Ayah yang Demensia

Your Say | Kamis, 04 Januari 2024 | 07:24 WIB

Penting! 5 Keistimewaan Merawat Anjing yang Ternyata Bisa Menangkal Demensia

Penting! 5 Keistimewaan Merawat Anjing yang Ternyata Bisa Menangkal Demensia

Your Say | Minggu, 10 Desember 2023 | 13:11 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×