Misi Selamatkan Jutaan Nyawa, Studi Ungkap Menurunkan Prevalensi Merokok Kunci Perpanjang Usia di 2050

Riki Chandra

Kamis, 03 Oktober 2024 | 15:52 WIB
Misi Selamatkan Jutaan Nyawa, Studi Ungkap Menurunkan Prevalensi Merokok Kunci Perpanjang Usia di 2050
Ilustrasi berhenti merokok. [Dok.Antara]

Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa dengan menurunkan prevalensi merokok secara global hingga hanya 5 persen, diharapkan meningkatkan angka harapan hidup dan mencegah jutaan kematian dini di seluruh dunia pada tahun 2050.

Penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat The Lancet dan menyoroti berbagai skenario untuk mengurangi dampak buruk merokok terhadap kesehatan masyarakat.

Merokok menjadi faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis dan kematian dini. Data yang diperoleh dari tahun 1990 hingga 2021 menunjukkan bahwa merokok telah mengakibatkan lebih dari 175 juta kematian dan menyebabkan hilangnya hampir 4,30 miliar tahun hidup.

Penelitian tersebut memproyeksikan tiga skenario terkait prevalensi merokok dan dampaknya terhadap harapan hidup serta jumlah tahun hidup yang hilang akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit serius yang terkait langsung dengan merokok.

Dalam skenario pertama, jika tren merokok saat ini tetap berlanjut, diperkirakan prevalensi merokok global akan turun menjadi 26 persen pada pria dan 30 persen pada wanita pada tahun 2050.

Meski demikian, penurunan ini masih akan menyebabkan kehilangan 29,3 miliar tahun hidup bagi pria dan 22,2 miliar bagi wanita. Namun, harapan hidup global akan sedikit meningkat dari 73,6 tahun pada 2022 menjadi 78,3 tahun pada tahun 2050.

Skenario kedua menggambarkan penghapusan total merokok mulai tahun 2023. Hasilnya, sebanyak 2,04 miliar tahun hidup akan terselamatkan, dan harapan hidup akan naik menjadi 77,6 tahun untuk pria serta 81 tahun untuk wanita pada tahun 2050.

Skenario ketiga, di mana prevalensi merokok akan dikurangi secara bertahap hingga 5 persen pada tahun 2050, juga menunjukkan hasil yang positif dengan mengurangi sekitar 735 juta tahun hidup yang hilang pada pria dan 141 juta tahun pada wanita, serta meningkatkan harapan hidup hingga 77,1 tahun untuk pria dan 80,8 tahun bagi wanita.

Manfaat terbesar dari pengurangan merokok ini diharapkan akan dirasakan oleh pria di Asia Timur, Tengah, dan Tenggara, dengan tambahan 1,2 hingga 1,8 tahun hidup. Wanita di Asia Timur, Amerika Utara, dan Oseania juga diprediksi memperoleh tambahan antara 0,3 hingga 0,5 tahun hidup.

Meskipun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Studi tidak mempertimbangkan dampak pengurangan paparan asap rokok pasif maupun potensi dampak kesehatan dari penggunaan rokok elektrik.

Selain itu, faktor kemajuan di bidang kesehatan seperti deteksi dini kanker paru atau pengobatan yang lebih efektif juga tidak diperhitungkan dalam proyeksi.

Profesor Stein Emil Vollset, penulis senior dalam penelitian ini, menegaskan bahwa dunia harus terus berupaya keras untuk mengurangi dan akhirnya menghilangkan merokok secara global. Ia menambahkan, jutaan nyawa dapat diselamatkan jika upaya ini berhasil dilakukan hingga 2050. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya

Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:42 WIB

Lebih Baik Beli Telur Ketimbang Rokok? Ini Kata Ahli Gizi

Lebih Baik Beli Telur Ketimbang Rokok? Ini Kata Ahli Gizi

Lifestyle | Senin, 27 Januari 2025 | 14:50 WIB

Indonesia Darurat Rokok, Bisakah Tobacco Harm Reduction Jadi Solusi?

Indonesia Darurat Rokok, Bisakah Tobacco Harm Reduction Jadi Solusi?

Lifestyle | Sabtu, 25 Januari 2025 | 09:51 WIB

Satu Batang Rokok Kurangi Harapan Hidup hingga 20 Menit, Ini Faktanya

Satu Batang Rokok Kurangi Harapan Hidup hingga 20 Menit, Ini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2025 | 18:53 WIB

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Lifestyle | Selasa, 09 Juli 2024 | 15:20 WIB

4 Alasan Merokok Dekat Bayi Tidak Diperbolehkan, Orang Tua Wajib Tahu!

4 Alasan Merokok Dekat Bayi Tidak Diperbolehkan, Orang Tua Wajib Tahu!

Your Say | Minggu, 12 Maret 2023 | 20:30 WIB

Terkini

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

×