Indonesia Darurat Rokok, Bisakah Tobacco Harm Reduction Jadi Solusi?

Riki Chandra

Sabtu, 25 Januari 2025 | 09:51 WIB
Indonesia Darurat Rokok, Bisakah Tobacco Harm Reduction Jadi Solusi?
Ilustrasi rokok (Pixabay/NoblePrime)

Suara.com - Pakar kesehatan dunia menyerukan penerapan konsep tobacco harm reduction (THR) sebagai langkah strategis untuk mengurangi prevalensi merokok dan menyelamatkan jutaan nyawa.

Konsep ini telah diterapkan di beberapa negara maju dan terbukti efektif membantu perokok beralih ke alternatif yang lebih rendah risiko.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Prof Ronny Lesmana yang turut berkontribusi dalam laporan Global Health Consults berjudul Lives Saved Report, menyampaikan bahwa THR dapat menyelamatkan hingga 4,6 juta nyawa pada tahun 2060.

"Penerapan THR di negara-negara seperti Swedia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat telah menunjukkan dampak positif dengan membantu jutaan orang berhenti merokok," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/1/2025).

Menurut Ronny, pengguna produk tobacco harm reduction di negara-negara tersebut telah memahami manfaatnya dalam mengurangi risiko kesehatan akibat rokok. Metode ini menawarkan alternatif yang lebih rendah risiko untuk membantu perokok berhenti atau beralih dari kebiasaan lama mereka.

Menurut data World Health Organization (WHO), Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok tertinggi kedua di dunia, dengan sekitar 300.000 kematian akibat rokok setiap tahunnya.

Prevalensi merokok diproyeksikan meningkat dari 31,7 persen pada tahun 2000 menjadi 37,5 persen pada 2025.

Untuk menghadapi tantangan ini, Ronny menekankan pentingnya kebijakan publik yang mendukung implementasi THR.

"Alternatif rendah risiko harus menjadi bagian dari upaya pengurangan bahaya, baik untuk mendorong peralihan ataupun menghentikan kebiasaan merokok," katanya.

Dukungan terhadap penerapan THR juga datang dari Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Wahyu Widowati. Ia menilai pemerintah perlu menyusun regulasi berbasis ilmiah untuk mendukung penanganan perokok secara lebih efektif.

"Penelitian lebih lanjut mengenai produk alternatif rendah risiko sangat penting untuk memperkuat kebijakan pengendalian rokok di Indonesia," ungkap Wahyu.

Selain regulasi, penguatan layanan pengobatan kanker paru-paru juga dinilai penting untuk melengkapi strategi pengurangan risiko akibat merokok. Pemerintah diharapkan mampu memanfaatkan data ilmiah untuk menciptakan kebijakan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat jangka panjang. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan

Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:58 WIB

Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya

Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:42 WIB

Tanda-tanda Fisik Perokok Aktif yang Mudah Dikenali, Gigi Hitam dan Berisiko Kanker Mulut?

Tanda-tanda Fisik Perokok Aktif yang Mudah Dikenali, Gigi Hitam dan Berisiko Kanker Mulut?

Health | Senin, 03 Februari 2025 | 18:58 WIB

Lebih Baik Beli Telur Ketimbang Rokok? Ini Kata Ahli Gizi

Lebih Baik Beli Telur Ketimbang Rokok? Ini Kata Ahli Gizi

Lifestyle | Senin, 27 Januari 2025 | 14:50 WIB

Satu Batang Rokok Kurangi Harapan Hidup hingga 20 Menit, Ini Faktanya

Satu Batang Rokok Kurangi Harapan Hidup hingga 20 Menit, Ini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2025 | 18:53 WIB

Misi Selamatkan Jutaan Nyawa, Studi Ungkap Menurunkan Prevalensi Merokok Kunci Perpanjang Usia di 2050

Misi Selamatkan Jutaan Nyawa, Studi Ungkap Menurunkan Prevalensi Merokok Kunci Perpanjang Usia di 2050

Health | Kamis, 03 Oktober 2024 | 15:52 WIB

Bahaya! Pestisida dan Rokok Sama-sama Berisiko Tinggi Picu Kanker hingga Leukemia, Ini Faktanya

Bahaya! Pestisida dan Rokok Sama-sama Berisiko Tinggi Picu Kanker hingga Leukemia, Ini Faktanya

Lifestyle | Selasa, 30 Juli 2024 | 05:15 WIB

Pemerintah Diminta Larang Penjualan Rokok Eceran Di Warung: Anak-anak Kini Jadi Incaran Industri

Pemerintah Diminta Larang Penjualan Rokok Eceran Di Warung: Anak-anak Kini Jadi Incaran Industri

News | Senin, 22 Juli 2024 | 22:35 WIB

Gampang Dibeli, Murid SMP-SMA Bisa Habiskan Duit Jajan Rp 200 Ribu Seminggu Untuk Beli Rokok

Gampang Dibeli, Murid SMP-SMA Bisa Habiskan Duit Jajan Rp 200 Ribu Seminggu Untuk Beli Rokok

News | Senin, 22 Juli 2024 | 20:41 WIB

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Ingin Ingatan Tajam di Hari Tua? Hentikan Kebiasaan Merokok dari Sekarang!

Lifestyle | Selasa, 09 Juli 2024 | 15:20 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×