Studi Terbaru Mantan Menkes Nila Moeloek, Anak Anemia 3 Kali lebih 'Lemot' saat Belajar

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:00 WIB
Studi Terbaru Mantan Menkes Nila Moeloek, Anak Anemia 3 Kali lebih 'Lemot' saat Belajar
Direktur Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) sekaligus Menteri Kesehatan RI 2014-2019, Prof. Nila F Moeloek saat presentasi penelitian terbaru anemia dan gangguan working memory pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2024 (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Penelitian terbaru Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) menemukan anak anemia karena kurang zat besi berisiko tiga kali lipat alami otak 'lemot' alias terlambat berpikir (telmi) karena working memory yang rendah.

Working memory atau memori kerja adalah sistem kognitif yang memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan memproses informasi dalam waktu singkat.

Fakta ini dipaparkan langsung Direktur Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) sekaligus Menteri Kesehatan RI 2014-2019, Prof. Nila F Moeloek usai lakukan penelitian terhadap 500 Anak Sekolah Dasar di Jakarta.

Tak main-main, penelitian yang dilakukan di 2 sekolah SD di Manggarai dan Tanjung Priok ini menemukan lebih dari 19 persen anak-anak alami anemia alias kurang sel darah merah.

"Anak yang kurang asupan gizi atau energi memiliki risiko tiga kali lebih besar memiliki working memori rendah," ujar Prof. Nila saat presentasinya di Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2024).

Adapun anak kurang asupan gizi harian bisa ditandai dengan kurang energi atau kurang kalori dari makanan, berperawakan pendek hingga anemia atau kurang darah karena kurang zat besi dari makanan sehari-hari.

Penelitian ini juga menemukan, khusus anak anemia karena kurang zat besi maka berisiko 29 persen alias nyaris tiga kali lipat gangguan working memory. Kondisi ini bisa membuat daya tangkap anak menerima informasi jadi lebih lambat alis 'lemot'.

Menurut Prof. Nila, jika kondisi dibiarkan bukan hanya membahayakan kesehatan anak tapi juga masa depan Indonesia, mengingat kemampuan anak memahami materi belajar jadi lebih lambat.

"Temuan ini merupakan peringatan keras terhadap masa depan kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Karena working memory adalah indikator sangat penting untuk keberhasilan belajar anak di sekolah," jelasnya.

baca juga

"Working memory itu dibutuhkan agar anak bisa mengikuti instruksi guru, fokus pada tugas pelajaran, bahkan untuk menghafal dan menginterpretasikan informasi jangka pendek. Nah, kalau skor working memory-nya rendah maka proses dasar otak untuk belajar selama sekolah tidak akan berjalan dengan baik,” sambung Prof. Nila.

Temuan serupa juga dijelaskan Koordinator Riset dan Kajian FKI, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, bahwa 30 persen anak SD anemia juga mengalami gangguan memori kerja, yaitu kondisi sulit menerima banyak informasi atau materi belajar.

"Dari evaluasi kami juga ditemukan bahwa murid sekolah dasar kelas 3 hingga 5 di Jakarta, hampir 30 persen anak yang anemia mengalami gangguan memori kerja. Gangguan ini secara langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk konsentrasi, memproses dan menyimpan informasi saat belajar," sambung Dr. Ray pendiri Health Collaborative Center (HCC) ini.

Inilah sebabnya, kata Prof. Nila, agar kondisi anak anemia zat besi atau kurang asupan gizi ini tidak berlanjut, para orangtua atau pemerintah harus memperbaiki status gizi anak, yaitu dengan memastikan anak makan dengan baik.

"Jadi ada baiknya memang, anak-anak itu harusnya diberi gizi atau makanan agar dia mempunyai daya tangkap yang lebih baik. Dengan daya tangkap yang lebih baik, tentu saja dia bisa mencerna apa yang diajarkan dan bisa mengambil kesimpulan atau mengambil keputusan," pungkas Prof. Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Depresi Mengintai Anak Pengidap Kanker, Ini Faktanya

Waspada! Depresi Mengintai Anak Pengidap Kanker, Ini Faktanya

Health | Sabtu, 26 Oktober 2024 | 06:10 WIB

Sembuhkan Sakit Kepala Sebelah Tanpa Obat! Ini Cara Alaminya!

Sembuhkan Sakit Kepala Sebelah Tanpa Obat! Ini Cara Alaminya!

Health | Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB

Obat Steroid untuk Apa? Pengasuh Beri Ini Kepada Balita Agar Gemuk dan Doyan Makan

Obat Steroid untuk Apa? Pengasuh Beri Ini Kepada Balita Agar Gemuk dan Doyan Makan

Health | Kamis, 17 Oktober 2024 | 07:38 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×