Hari Disabilitas 2024: Katarak Jadi Awal Seseorang Jadi Tunanetra, Jangan Sepelekan!

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 03 Desember 2024 | 18:26 WIB
Hari Disabilitas 2024: Katarak Jadi Awal Seseorang Jadi Tunanetra, Jangan Sepelekan!
Ilustrasi mengalami katarak. (Freepik/freepik)

Suara.com - Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2024, masih sedikit orang yang tahu katarak atau mata keruh bisa jadi awal seseorang bisa menjadi disabilitas netra alias kebutaan.

Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2014 hingga 2016 oleh Kementerian Kesehatan menyebutkan katarak jadi penyebab terbanyak usia 50 tahun ke atas alami kebutaan di Indonesia. Tak main-main angkanya mencapai 81 persen.

Hal senada juga disampaikan Dokter Spesialis Mata sekaligus Direktur PT JEC Orbita Kendari, dr. Deby Trisnawaty Mansyur, Sp.M yang mengatakan masalah mata yang paling banyak ditemukan di Kendari yaitu katarak. Bahkan dalam acara bakti sosial, operasi katarak yang dilakukan pihaknya menemukan pasien termuda 25 tahun sudah alami masalah mata tersebut.

Mirisnya, meski sadar penglihatannya bermasalah, tapi cuma sedikit pasien yang mau menjalani pemeriksaan hingga melakukan operasi katarak atau menjalani pengobatan. Selain terkendala biaya, ada juga ketakutan masyarakat untuk menjalani pengobatan.

"Paling banyak di Kendari itu masalah mata katarak. Banyak di Kendari itu kasus katarak yang masyarakat itu takut untuk lakukan operasi, karena bisikan orang sekitar yang dia dengar mengatakan bahwa kita operasi dan tidak operasi tetap saja buta. Jadi makanya mereka nggak mau lakukan operasi katarak," ungkap dr. Deby dalam acara Grand Opening Klinik Utama Mata JEC Orbita @Kendari yang digelar secara virtual, Sabtu (30/12/2024).

Katarak adalah kondisi medis yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh, sehingga mengganggu penglihatan. Gejala mata katarak yaitu pandangan kabur, silau terhadap cahaya, hingga mata melihat cincin pada sumber cahaya.

Di sisi lain, Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, SpM(K), PhD memaparkan hasil penelitian yang menyebutkan orang dengan gangguan penglihatan alias kebutaan punya kualitas hidup yang rendah. Bahkan sulit melakukan aktivitas dasar sehari-hari.

"Kita pernah lakukan survei yang menarik, orang yang alami kebutaan itu kualitas hidupnya sangat rendah, sehingga kurang dari 30 persen. Artinya apa, dia membutuhkan buat pakai baju susah bukan main, mau ke toilet harus dibantu, sampai di toilet juga harus dibantu, makan juga begitu," papar Prof. Tjahjono.

Lebih lanjut kata Prof. Tjahjono, jika seseorang tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, maka ia perlu pendamping anggota keluarga. Inilah sebabnya orang dengan kebutaan bisa menurunkan kualitas hidup sebuah keluarga.

"Sehingga ada satu keluarga yang harus bantu terus. Jadi dalam keluarga itu paling enggak dua orang ngebantu, kalau terjadi kepada kepala keluarga, jadi seluruh keluarganya akan alami kesulitan dalam sosial, ekonominya, kehidupannya," jelasnya.

Ia menjelaskan katarak bisa jadi penyebab kebutaan, apalagi orang tersebut punya pekerjaan atau tinggal di lingkungan berisiko, seperti terpapar matahari terus menerus, hingga hidup di kepulauan dekat laut yang membuat matanya terus terpantul sinar matahari.

"Itu yang sebabkan, kita banyak sekali mundur. Kenapa mundur? Karena pola makan kita kurang baik, kita berada di paparan sinar matahari terus, apalagi kepulauan, sinar matahari mantul di laut itu bikin perburukan penglihatan lebih cepat," ungkapnya.

Terakhir, ia meminta masyarakat untuk tidak takut lakukan operasi katarak, karena teknologi medis terus berkembang yang membuat pasien bisa pulih lebih cepat. Bahkan luka usai tindakan cenderung kecil, dan kerap tidak butuh jahitan untuk menutup luka.

"Kalau tindakan relatif sangat kecil, lukanya hanya 2,3 mm (milimeter) sering tidak perlu dijahit, penyembuhan jadi lebih cepat, recovery dalam 2 hingga 3 minggu bisa kembali normal," pungkas Prof. Tjahjono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan Keberagaman! 40 Ucapan Hari Disabilitas Internasional 2024

Rayakan Keberagaman! 40 Ucapan Hari Disabilitas Internasional 2024

Health | Selasa, 03 Desember 2024 | 13:15 WIB

Atasi Kebutaan di Indonesia, Panin Dubai Syariah dan IZI Luncurkan Program Katarak Gratis

Atasi Kebutaan di Indonesia, Panin Dubai Syariah dan IZI Luncurkan Program Katarak Gratis

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2024 | 08:05 WIB

23 Poster Ucapan Hari Disabilitas Internasional 2024, Bisa untuk di Medsos

23 Poster Ucapan Hari Disabilitas Internasional 2024, Bisa untuk di Medsos

News | Senin, 02 Desember 2024 | 17:58 WIB

Terkini

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah

Health | Rabu, 11 Maret 2026 | 18:33 WIB