Jangan Abaikan! Kenali Gejala dan Penyebab Pembuluh Darah Otak Pecah Sebelum Terlambat!

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 18 Desember 2024 | 18:03 WIB
Jangan Abaikan! Kenali Gejala dan Penyebab Pembuluh Darah Otak Pecah Sebelum Terlambat!
Jangan Abaikan! Kenali Gejala dan Penyebab Pembuluh Darah Otak Pecah Sebelum Terlambat! (freepik)

Suara.com - Dokter Azmi, influencer kesehatan meninggal dunia setelah mengalami pecah pembuluh darah otak. Kabar ini segera jadi pembahasan di internet, termasuk apa penyebab pembuluh darah pecah.

Dokter berusia 35 tahun, sebelum meninggal mengeluh sakit kepala hebat. Diduga ia menderita aneurims otak yang mana kemunculan aneurisma otak ditandai dengan sakit keala hebat karena pembuluh darah pecah.

Pembuluh darah merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akan tetapi karena dipicu oleh berbagai macam hal, pembuluh darah bisa mengalami berbagai macam hal. Salah satu masalah fatal yang dapat dialami oleh pembuluh darah adalah pembuluh darah pecah.

Dikutip dari halodoc, penyebab pembuluh darah pecah bisa beragam. Penyebab pertama bisa berupa cedera fisik akibat terbentur hingga pembuluh darah pecah. Sel darah merah bocor dan terkumpul di bawah kulit sehingga timbul memar. Jika tidak serius, biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu.

Penyebab kedua dan cukup penting untuk diperhatikan adalah terjadi peradangan pada pembuluh darah disebut dengan vaskulitias. Pembuluh darah kapiler atau pembuluh darah arteri besar seperti aorta bisa terpengaruh. Ketika meradang, ini bisa mengakibatkan pembuluh darah melemah dan meregang hingga mengakibatkan aneurisma. Kondisi inilah yang disebut-sebut telah merenggut nyawa Dr. Izmi. Aneurisma sendiri merupakan kondisi dimana terjadi tonjolan di bagian arteri lemah dan rusak. Jika terus berlanjut, pembuluh darah menipis sehingga pecah dan mengakibatkan perdarahan ke dalam jaringan.

Penyebab ketiga pembuluh darah pecah bisa karena varises, yang mana katup kecil di dalam pembuluh darah berhenti bekerja dengan baik, mengakibatkan darah terkumpul di dalam pembuluh darah. Tekanan yang terus meningkat dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan semakin rentan mengalami kerusakan. Apabila pembuluh darah kecil pecah akan terlihat warna kemerahan pada kulit.

Penyebab keempat pembuluh darah pecah adalah hipertensi. Ini merupakan gejala yang cukup berbahaya karena bisa menjadi penyebab stroke yang paling umum. Hipertensi yang bergerak konstan melalui arteri yang melemah bisa menyebabkan tonjolan (aneurisma). Aneurisma berpotensi pecah dan menyebabkan pendarahan internal yang dapat mengancam jiwa.

Penyebab kelima pembuluh darah pecah adalah Aterosklerosis, yakni kondisi di mana pembuluh darah arteri mengalami pengerasan karena tumpukan plak dari kalsium dan kolesterol. Tumpukan plak mengakibatkan arteri menyempit dan menyumbat aliran darah untuk melewati arteri.

Demikian penyebab pembuluh darah pecah. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Aneurisma Otak? Kondisi yang Dialami Dokter Azmi Fadhlih Sebelum Meninggal Dunia

Apa Itu Aneurisma Otak? Kondisi yang Dialami Dokter Azmi Fadhlih Sebelum Meninggal Dunia

Lifestyle | Rabu, 18 Desember 2024 | 17:45 WIB

Hati-hati! Ini Penyebab Pembuluh Darah di Otak Pecah

Hati-hati! Ini Penyebab Pembuluh Darah di Otak Pecah

Health | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:11 WIB

Kenapa PPN Naik Jadi 12 Persen? Ini Penjelasannya

Kenapa PPN Naik Jadi 12 Persen? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 15:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB