Berkaca Kasus Pelecehan Dokter Obgyn di Garut, Kenali 3 Prosedur Medis Red Flag

Yasinta Rahmawati | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 27 April 2025 | 10:02 WIB
Berkaca Kasus Pelecehan Dokter Obgyn di Garut, Kenali 3 Prosedur Medis Red Flag
Ilustrasi Pelecehan Seksual (Freepik)

Suara.com - Dugaan pelecehan seksual dokter spesialis kandungan alias obgyn di Garut yang raba payudara ibu hamil saat pemeriksaan USG alias ultrasonografi memicu ketakutan perempuan saat periksa ke dokter. Hasilnya banyak yang mencari tahu tanda prosedur medis red flag atau yang perlu diwaspadai, seperti apa ya?

Informasi menarik dibagikan Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM yang kerap menangani berbagai kasus kanker payudara, sehingga nyaris setiap hari lakukan pemeriksaan payudara perempuan berusia 20 hingga 40 tahun.

Menurut Dr. Andhika, USG kehamilan atau bahkan USG payudara yang kerap dilakukan merupakan pemeriksaan sensitif. Sehingga untuk mencegah pelecehan seksual yang bisa dialami pasien, berikut ini 3 hal yang perlu diperhatikan untuk mengenali prosedur medis red flag:

1. Tindakan harus sesuai indikasi medis

Dr. Andhika mengatakan prosedur USG kehamilan seharusnya fokus pada pemeriksaan kondisi janin di dalam rahim. Sehingga meraba atau bahkan meremas payudara bukanlah tindakan yang termasuk dalam USG kehamilan.

“Tindakan yang dilakukan adalah USG kehamilan, jadi tidak untuk tindakan yang lain,” ujar Dr. Andhika di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM saat edukasi pasien di Jakarta, Selasa (22/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM saat edukasi pasien di Jakarta, Selasa (22/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Jika ada tindakan lain yang dilakukan di luar area perut, kata dia, pasien berhak mempertanyakan dan menolak tindakan tersebut. Setiap prosedur tambahan harus memiliki indikasi medis yang kuat dan harus dijelaskan kepada pasien sebelum dilakukan.

2. Pasien dapat penjelasan dokter sebelum tindakan

Komunikasi terbuka menjadi kunci dalam membangun kepercayaan antara dokter dan pasien. Terlebih untuk pemeriksaan yang menyangkut area sensitif tubuh. Dr. Andhika menekankan bahwa sebelum melakukan pemeriksaan, dokter atau tenaga kesehatan wajib memberikan informasi kepada pasien.

“Ketika akan melakukan pemeriksaan, kita (dokter) harus bilang, ‘kita kerjakan ini ya’. Artinya memberitahu,” jelas dia.

Jika dokter langsung melakukan tindakan tanpa penjelasan sebelumnya, itu merupakan pelanggaran prosedur standar. Pasien berhak meminta dokter menjelaskan apa yang akan dilakukan dan mengapa.

Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM saat edukasi pasien di Jakarta, Selasa (22/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam MRCCC Siloam Hospitals, Dr. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM saat edukasi pasien di Jakarta, Selasa (22/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

3. Harus ada pendamping

Satu lagi prosedur penting yang sering diabaikan adalah kehadiran pendamping medis.
Untuk pemeriksaan area sensitif, harus ada perawat atau tenaga medis lain yang mendampingi dan idealnya berjenis kelamin sama dengan pasien.

“Pendamping ini adalah perawat yang jenis kelaminnya sama dengan yang diperiksa,” kata dr. Andhika.

Sehingga jika pasien merasa tidak nyaman atau tidak ada pendamping saat pemeriksaan dilakukan, jangan ragu meminta kehadiran seorang pendamping. Ini adalah hak pasien untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama tindakan medis berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tips Aman Saat Periksa ke Dokter: Mencegah Pelecehan Seksual

10 Tips Aman Saat Periksa ke Dokter: Mencegah Pelecehan Seksual

Health | Selasa, 22 April 2025 | 16:10 WIB

RS Persada Dukung Aparat Selidiki Kasus Dokter yang Lecehkan Pasien

RS Persada Dukung Aparat Selidiki Kasus Dokter yang Lecehkan Pasien

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 15:38 WIB

Usai Kasus Predator Seks Guru Besar hingga Mahasiswi KKN Dihamili, Ini Dalih Kemen PPPA Gandeng UGM

Usai Kasus Predator Seks Guru Besar hingga Mahasiswi KKN Dihamili, Ini Dalih Kemen PPPA Gandeng UGM

News | Minggu, 20 April 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB