Kulit Kendur akibat Lari Maraton? Ini Kata Pakar dan Tips Mencegahnya

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Senin, 28 April 2025 | 12:41 WIB
Kulit Kendur akibat Lari Maraton? Ini Kata Pakar dan Tips Mencegahnya
Lari Maraton. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Olahraga lari seperti maraton saat ini tengah menjadi tren di masyarakat. Namun, beberapa orang mengeluhkan bahwa kegiatan ini bisa membuat kulit cepat mengendur. Apa sebenarnya penyebabnya?

Pakar Biomedik, dr. Fanny Imanuddin, M.Biomed (AAM), membenarkan bahwa olahraga lari yang dilakukan cukup intens bisa menyebabkan kulit mengendur. Ia menjelaskan, saat berlari, lemak yang ada di tubuh dan wajah terbakar lebih banyak, sehingga memicu kulit menjadi kendur.

"Sebenarnya begini, kalau pelari itu kan latihannya cukup intens, dan banyak sekali fat (lemak) yang terpakai saat olahraga tersebut. Karena kalau kita lari long run, biasanya yang terbakar adalah banyak unsur fat-nya. Nah, itulah yang membuat kadang-kadang kulit menjadi lebih kendur," ujar dr. Fanny dalam acara peringatan Hari Kartini Sukhavita Clinic di Senayan GBK, Jakarta, Rabu (28/4/2025).

Perempuan yang juga Managing Director Sukhavita Clinic itu menambahkan, hilangnya lemak di tubuh membuat otot ligamen di kulit kehilangan ketahanan. Ligamen yang melemah ini akhirnya membuat kolagen berkurang.

"Kemudian jadi kurang tahanan terhadap ototnya, ligamennya juga akhirnya tidak ada yang menahan, kolagennya juga berkurang. Sehingga kulit terlihat lebih menua," papar dr. Fanny.

Sebagai informasi, kolagen adalah salah satu zat pembangun utama pada tulang, tendon, ligamen, hingga kulit. Kolagen juga membentuk sepertiga dari protein di tubuh manusia. Zat inilah yang menjaga elastisitas dan kekuatan kulit. Namun, seiring bertambahnya usia, jumlah kolagen dalam tubuh akan berkurang.

Meski begitu, dalam diskusi "Kartini Masa Kini–Masa Depan Wanita Sehat Indonesia", dr. Fanny menegaskan bahwa perempuan bukan berarti harus menghindari olahraga lari. Jika khawatir kulit terlihat lebih tua, ia menyarankan untuk memperbaiki gaya hidup, salah satunya dengan menambah asupan nutrisi harian.

Pakar Biomedik, dr. Fanny Imanuddin, M.Biomed (AAM) dalam acara peringatan Hari Kartini Sukhavita Clinic di Senayan GBK, Jakarta, Rabu (28/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Pakar Biomedik, dr. Fanny Imanuddin, M.Biomed (AAM) dalam acara peringatan Hari Kartini Sukhavita Clinic di Senayan GBK, Jakarta, Rabu (28/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Bukan berarti tidak boleh lari ya, kita tetap harus olahraga. Hanya saja perlu ditambahkan nutrisi, supaya otot kita lebih kuat dan kulit juga lebih siap beradaptasi dengan kondisi tersebut," ungkapnya.

"Karena otot dan ligamen itu kan berdekatan, jadi supaya saat fat (lemak) berkurang, digantikan dengan massa otot yang lebih kuat, dan kulit bisa menyesuaikan," sambung dr. Fanny.

baca juga

Ia menambahkan, faktor penuaan kulit memang bisa dipengaruhi oleh genetik atau keturunan, namun efeknya hanya sekitar 30 persen. Selebihnya, peran terbesar ada pada gaya hidup, termasuk memastikan tidur cukup untuk mendukung regenerasi kulit.

"Paparan sinar ultraviolet, nutrisi yang tidak seimbang, kurang mengonsumsi good fat (lemak sehat), atau kurang suplementasi juga mempercepat penuaan kulit," jelasnya.

Pakar yang kerap berfokus pada bidang wellness ini, dan baru saja memperkenalkan Sukhavita Exosomine Wellness Therapy—terapi medis berbasis plasma dan sinyal stemcell tubuh sendiri—juga mengingatkan pentingnya memilih waktu terbaik untuk berolahraga, khususnya lari di luar ruangan.

Ia menyarankan olahraga lari paling baik dilakukan di pagi hari. Namun, jika terpaksa berolahraga setelah bekerja, dr. Fanny mengingatkan agar tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

"Dianjurkan sebaiknya jangan terlalu mendekati jam tidur, paling tidak 2 jam sebelumnya," ungkapnya.

Terakhir, dr. Fanny mengingatkan sebaiknya olahraga di luar ruangan tidak dilakukan setelah jam 9 pagi, karena paparan sinar matahari yang lebih kuat dapat mempercepat penuaan kulit.

Sebagai perawatan tambahan bagi pelari yang ingin mencegah penuaan kulit, ia merekomendasikan skin booster, yaitu injeksi di beberapa area wajah yang terlihat kosong atau cekung.

"Kolagen booster bisa membantu mengurangi area-area yang mulai turun, sekaligus menstimulasi kualitas kulit agar lebih baik. Tentunya ini tetap harus dibarengi dengan nutrisi yang cukup," pungkas dr. Fanny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Puas karena Bisa Finish, Hasto PDIP Curhat Kurang Fit Ikut Soekarno Run di GBK, Kenapa?

Ngaku Puas karena Bisa Finish, Hasto PDIP Curhat Kurang Fit Ikut Soekarno Run di GBK, Kenapa?

News | Minggu, 12 Januari 2025 | 14:13 WIB

Ngetren di Kalangan Artis, Ajang Lari Maraton Bikin Cepat Tua? Begini Kata Pakar

Ngetren di Kalangan Artis, Ajang Lari Maraton Bikin Cepat Tua? Begini Kata Pakar

Lifestyle | Selasa, 10 Desember 2024 | 14:05 WIB

Justisia Half Marathon: Lari Bersama Sejarah, Satukan Negeri

Justisia Half Marathon: Lari Bersama Sejarah, Satukan Negeri

Lifestyle | Minggu, 17 November 2024 | 21:00 WIB

Terkini

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Video | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Hutan Mangrove Malang Selatan Dibidik Masuk Bursa Karbon: Warga Lokal Bakal Cuan?

Hutan Mangrove Malang Selatan Dibidik Masuk Bursa Karbon: Warga Lokal Bakal Cuan?

Malang | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Update! Ini Daftar Harga Motor Trail Bekas Yamaha WR155, Kawasaki KLX150, dan Honda CRF150L

Update! Ini Daftar Harga Motor Trail Bekas Yamaha WR155, Kawasaki KLX150, dan Honda CRF150L

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Badai MSCI Belum Reda! Pekan Depan IHSG Terancam Jebol di Bawah 5.000, Banyak Saham ARB Lagi?

Badai MSCI Belum Reda! Pekan Depan IHSG Terancam Jebol di Bawah 5.000, Banyak Saham ARB Lagi?

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Kabur Sepekan Usai Kena Omel, Siswi SMP Asal Pringsewu Ditemukan di Belakang Pasar Gedongtataan

Kabur Sepekan Usai Kena Omel, Siswi SMP Asal Pringsewu Ditemukan di Belakang Pasar Gedongtataan

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:46 WIB

Recall Suzuki Satria F150 dan Satria Pro 2025 hingga 2026: Apa yang Bermasalah?

Recall Suzuki Satria F150 dan Satria Pro 2025 hingga 2026: Apa yang Bermasalah?

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:33 WIB

×