Revolusi Tes Diabetes: HbA1c Berbasis Point of Care, Lebih Cepat dan Efisien!

Vania Rossa

Senin, 05 Mei 2025 | 15:51 WIB
Revolusi Tes Diabetes: HbA1c Berbasis Point of Care, Lebih Cepat dan Efisien!
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes melitus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan terdapat 19,5 juta penderita diabetes dan diproyeksikan bertambah menjadi 28,5 juta jiwa pada 2045.

Dari populasi ini, diperkirakan 74 persen tidak terdiagnosa diabetes. Terbatasnya akses terhadap tes diagnostik diabetes, terutama di daerah terpencil, menjadi penyebab peningkatan jumlah kasus diabetes yang tidak terdeteksi.

Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian diabetes di Indonesia, Roche Indonesia menggelar acara Laboratory Solution (LabSol) 2025 yang bertajuk “Optimizing HbA1c Testing Across Methods: Practical Approaches forLaboratory Professionals”.

Dihadiri oleh para regulator dan pakar medis untuk memperkuat kapasitas laboratorium, acara ini memperkenalkan inovasi diagnosis diabetes dengan pengujian HbA1c berbasis Point of Care Testing (POCT).

Menurut Director, Diagnostics Division, PT Roche Indonesia, Lee Poh Seng, peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia membutuhkan aksesibilitas layanan kesehatan yang berkualitas.

Inovasi pengujian HbA1c berbasis POCT adalah sebuah game changer di bidang pengujian diagnostik dan berperan penting dalam diagnosis dan manajemen diabetes, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis dan model layanan kesehatan yang terdesentralisasi di Indonesia.

“Kami berharap hadirnya inovasi-inovasi layanan kesehatan dalam manajemen diabetes dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini," kata Director, Diagnostics Division, PT Roche Indonesia, Lee Poh Seng.

Roche akan terus mengonsolidasikan upaya perawatan diabetes yang komprehensif dengan memberikan solusi yang berpusat pada pasien, terutama dalam memberdayakan individu mengelola kondisi mereka.

"Dengan menggabungkan teknologi dan pemahaman mendalam terkait pengelolaan diabetes, kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses kesehatan yang merata dan berkualitas,” imbuhnya.

baca juga

Salah satu langkah penting dalam menekan angka penderita diabetes adalah meningkatkan deteksi dini dan pemantauan rutin kadar gula darah melalui inovasi pengujian HbA1c.

HbA1c memiliki peran yang sangat penting dalam evaluasi manajemen diabetes, karena nilai yang diperoleh mencerminkan kadar glukosa rata-rata darah selama beberapa bulan terakhir.

Pemeriksaan diabetes dengan parameter HbA1c telah distandarisasi dan diakui di seluruh dunia.

"Inovasi dalam pengujian HbA1c berbasis point-of-care memungkinkan hasil tes didapatkan secara real-time. Terutama di area terpencil di mana pasien memerlukan waktu berhari-hari untuk menjangkau fasilitas Kesehatan. Dengan pemeriksaan POC, maka dokter dapat melakukan pengambilan keputusan medis secepatnya,” ujar European Reference Laboratory for Glycohemoglobin, The Netherlands dr. Erna Lenters-Westra.

Standarisasi pengukuran HbA1c telah dilakukan oleh berbagai lembaga internasional, seperti National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP) dan International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (IFCC).

Namun, implementasi dan harmonisasi metode di tingkat laboratorium masih memerlukan perhatian lebih agar hasil pengukuran dapat diandalkan dan sesuai dengan standar global.

Peluncuran LumiraDX di Indonesia

Tes Diabetes HbA1c Berbasis Point of Care. (dok. Roche Indonesia)
Tes Diabetes HbA1c Berbasis Point of Care. (dok. Roche Indonesia)

Dalam acara ini, Roche Indonesia memperkenalkan LumiraDx, inovasi pengujian yang mengonsolidasikan pemeriksaan kimia klinis dan imunologi berbasis Point-of-Care Testing (POCT).

Dengan LumiraDX, pengujian HbA1c yang sebelumnya hanya dapat dilakukan di dalam laboratorium dapat dilakukan dekat pasien, termasuk di area terpecil, sehingga mempercepat pengambilan keputusan medis.

Sistem multimoda yang portabel ini dirancang untuk membuat pengujian menjadi efisien dan lebih mudah diakses, tanpa memerlukan flebotomis dengan alur kerja yang sederhana.

Selain pemeriksaan diabetes, saat ini untuk LumiraDx di Indonesia tersedia tiga jenis pemeriksaan lainnya, yaitu C-Reactive Protein untuk mendeteksi penyakit infeksi, NT-ProBNP untuk mendeteksi gangguan kardiovaskular, dan D-Dimer untuk evaluasi gangguan koagulasi.

Ke depannya, pengembangan akan terus dilakukan guna menghadirkan berbagai jenis uji diagnostik lainnya di LumiraDx yang tentunya akan bermanfaat bagi layanan kesehatan primer.

Sebagai solusi point-of-care dengan konektivitas berbasis cloud, LumiraDx memungkinkan transmisi hasil tes HbA1c secara real-time dengan waktu 5 menit ke rekam medis pasien, serta mendukung manajemen dan konfigurasi infrastruktur pengujian dari jarak jauh.

Digitalisasi ini membantu mentransformasi pelayanan pasien dan efisiensi operasional, serta meningkatkan program pengendalian penyakit seperti diabetes, khususnya dalam pelaporan data dan evaluasi program di Indonesia.

“Intervensi digitalisasi dalam manajemen diabetes menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk mendorong upaya transformasi kesehatan. Dalam praktis klinis, hadirnya digitalisasi memainkan peran vital dalam memberikan respons cepat, khususnya pada pemantauan hingga manajemen diabetes,” kata Ketua PDS PatKLIn DKI Jakarta dr. Dwi Utomo Nusantara.

Roche terus mewujudkan komitmen untuk memperluas akses diagnostik yang berkualitas dengan memberikan diagnosis secara cepat dan akurat melalui berbagai langkah nyata. Dengan rencana menghadirkan LumiraDx, Roche berharap dapat mempercepat deteksi dini sekaligus mendukung pengelolaan diabetes secara lebih menyeluruh.

Inisiatif ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan Roche dalam menjawab tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas medis, guna mendukung tujuan pemerintah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Nasi Rendah Gula Terungkap: Tetap Nikmat, Gula Darah Aman

Rahasia Nasi Rendah Gula Terungkap: Tetap Nikmat, Gula Darah Aman

Lifestyle | Rabu, 30 April 2025 | 11:30 WIB

7 Tanaman Obat untuk Diabetes Tipe 2 yang Terbukti Ampuh Menurut Riset Kesehatan

7 Tanaman Obat untuk Diabetes Tipe 2 yang Terbukti Ampuh Menurut Riset Kesehatan

Health | Kamis, 17 April 2025 | 12:59 WIB

Fakta Mengejutkan Efek Samping Pare untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

Fakta Mengejutkan Efek Samping Pare untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

Health | Kamis, 17 April 2025 | 12:45 WIB

Terkini

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

×