Terungkap! Rokok Sebabkan Kerusakan Genetik Anak, Pemerintah Diminta Tegas Terapkan PP Kesehatan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 07 Mei 2025 | 15:27 WIB
Terungkap! Rokok Sebabkan Kerusakan Genetik Anak, Pemerintah Diminta Tegas Terapkan PP Kesehatan
Ilustrasi dampak bahaya rokok. (Dok. Pixabay/Pexels/Canva)

Suara.com - Dampak buruk rokok terhadap anak-anak bukan omong kosong. Riset ilmiah terbaru mempertegas bahwa paparan rokok, baik sejak dalam kandungan maupun setelah anak lahir, menimbulkan kerusakan serius yang bersifat jangka panjang pada organ vital, perkembangan otak, dan bahkan genetika.

Namun di tengah lonjakan promosi produk tembakau yang semakin agresif menargetkan anak dan remaja, implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan masih belum juga dilakukan.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari, mengungkapkan bahwa industri rokok telah berhasil membangun persepsi positif terhadap produk mereka di mata anak dan remaja melalui berbagai strategi manipulatif. Mulai dari menambahkan rasa buah dan permen, membuat kemasan mungil yang mirip permen atau makanan ringan, hingga menggandeng influencer muda dan tokoh publik ternama.

“Anak muda kini tidak lagi melihat bahaya dari rokok, melainkan gaya hidup. Ini adalah keberhasilan strategi pemasaran industri yang sangat manipulatif,” ujar Lisda dalam diskusi di Jakarta, pekan lalu. Survei Lentera Anak dan u-Report bahkan menemukan bahwa 46,5% anak muda tertarik pada rokok karena varian rasa, bukan karena harga atau merek.

Dampak Serius Rokok terhadap Anak: Sejak Kandungan hingga Remaja

Dalam sebuah kajian terkini yang terbit di jurnal Current Opinion in Pediatrics, peneliti Lisa A. Peterson dan Stephen S. Hecht menyoroti bagaimana anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap bahaya rokok, baik dari rokok konvensional maupun elektronik.

Penelitian menyebut nikotin dan ribuan bahan kimia berbahaya dalam rokok tidak hanya mengancam ibu hamil, tetapi menembus pertahanan plasenta dan mempengaruhi perkembangan janin secara langsung.

"Setiap hembusan asap rokok selama kehamilan adalah undangan bagi masalah kesehatan jangka panjang pada anak," tegas laporan penelitian tersebut. Kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan gangguan perkembangan otak, paru-paru, serta jantung menjadi konsekuensi yang harus ditanggung janin dari paparan ini.

Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian ini menemukan bukti bahwa telomer—semacam 'tutup pelindung' di ujung kromosom—menjadi lebih pendek pada anak-anak yang terpapar asap rokok dalam kandungan. Pemendekan telomer ini dikaitkan dengan penuaan dini dan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.

Masalah tidak berhenti setelah kelahiran. Survei nasional di Amerika Serikat mengungkap fakta memprihatinkan: hampir separuh pelajar (48%) terpapar asap rokok di berbagai tempat—rumah, mobil, sekolah, bahkan area bermain.

Paparan ini menimbulkan konsekuensi serius: asma, infeksi saluran pernapasan, penyakit telinga tengah, hingga peningkatan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). "Rumah seharusnya menjadi tempat teraman bagi anak-anak, tapi justru di sinilah mereka sering kali terpapar racun tak kasat mata," tegas peneliti.

Beralih ke tren terkini, penelitian ini juga menyoroti fenomena rokok elektronik atau vape yang semakin populer di kalangan remaja. Meski sering diklaim sebagai "alternatif yang lebih aman", data menunjukkan bahwa vape justru menjadi pintu masuk bagi remaja untuk akhirnya beralih ke rokok tembakau konvensional.

Aneka rasa buah-buahan dan permen pada vape tidak sekedar strategi pemasaran—ini adalah jebakan yang dirancang untuk memikat konsumen muda. Lebih mengkhawatirkan lagi, kasus keracunan nikotin pada balita meningkat drastis seiring popularitas vape, dengan anak-anak di bawah dua tahun menjadi korban paling sering.

Taktik Manipulatif Industri Rokok Masih Bebas Bergerak 

Mouhamad Bigwanto dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) menambahkan bahwa kebebasan ini terjadi karena PP Kesehatan belum diimplementasikan. “Saat ini, pemasaran rokok sangat bebas di media sosial dan marketplace. Rokok elektronik bahkan mengklaim mengandung nutrisi, sebuah kebohongan yang dibungkus dalam desain lucu,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abidzar Al Ghifari Ngaku Pernah Habis 4 Bungkus Sehari, Ini Bahaya Merokok Selain Kanker Paru-paru

Abidzar Al Ghifari Ngaku Pernah Habis 4 Bungkus Sehari, Ini Bahaya Merokok Selain Kanker Paru-paru

Lifestyle | Sabtu, 01 Februari 2025 | 19:27 WIB

Viral! Pria Ini Pasang Sangkar di Kepala untuk Hentikan Kebiasaan Merokok

Viral! Pria Ini Pasang Sangkar di Kepala untuk Hentikan Kebiasaan Merokok

News | Jum'at, 24 Januari 2025 | 21:05 WIB

Aksi Arogan! Tak Terima Ditegur Merokok saat Nyetir, Pengendara Mobil Ini Malah Main Pukul

Aksi Arogan! Tak Terima Ditegur Merokok saat Nyetir, Pengendara Mobil Ini Malah Main Pukul

News | Kamis, 26 Desember 2024 | 11:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB