Menteri LH: Lingkungan Rusak Bisa Picu Stunting, Bagaimana Katiannya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 16:15 WIB
Menteri LH: Lingkungan Rusak Bisa Picu Stunting, Bagaimana Katiannya?
Kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.(Humas Polres Kapuas Hulu)

Suara.com - Buruknya kualitas lingkungan hidup kini dikaitkan langsung dengan kasus stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa degradasi lingkungan turut mempersempit akses air bersih dan pangan, yang kemudian berdampak pada tumbuh kembang anak.

"Buruknya kondisi lingkungan seperti degradasi lingkungan, keterbatasan akses terhadap pangan dan air bersih serta perilaku yang kurang mendukung kesehatan lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya stunting," ujar Hanif saat penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Rabu.

Ilustrasi stunting yang jadi upaya pemerintah untuk mengurangi kasusnya. (Freepik)
Ilustrasi stunting yang jadi upaya pemerintah untuk mengurangi kasusnya. (Freepik)

Stunting menjadi perhatian serius pemerintah sebagai ancaman generasi masa depan, terutama dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Lingkungan yang rusak, lanjut Hanif, berpengaruh langsung pada kualitas air dan pangan yang dikonsumsi anak-anak.

"Lingkungan yang rusak, baik air, udara maupun lahan dapat berdampak pada kualitas pangan dan air yang diberikan pada generasi muda. Yang pada akhirnya berdampak pada mutu gizi yang diterima anak-anak," jelasnya.

Sinergi Lintas Kementerian untuk Tekan Stunting

Untuk menekan prevalensi stunting yang saat ini berada di angka 19,8 persen, Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kemendukbangga/BKKBN melalui program PROPER, penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Kerja sama ini akan mendorong perusahaan peserta PROPER untuk turut berperan dalam program sosial yang mendukung tumbuh kembang anak. Salah satu langkah konkret adalah memasukkan keberadaan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai kriteria penilaian PROPER 2025.

"Program Taman Asuh Sayang Anak yang digagas oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dapat berperan penting dalam upaya membangun kesadaran akan lingkungan hidup yang berkualitas guna mendukung tumbuh kembangnya anak-anak kita," kata Hanif.

Perusahaan Diimbau Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Inovasi Sosial

Tahun ini, sebanyak 5.476 perusahaan tercatat mengikuti PROPER. Untuk meraih kategori Emas, perusahaan wajib melakukan inovasi sosial, termasuk menjalankan program Tamasya yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih sehat dan ramah anak.

"Jika mereka ingin mendapatkan kategori Emas maka wajib melakukan inovasi sosial termasuk Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya)," ujar Hanif.

Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa tanggung jawab atas tumbuh kembang anak tidak hanya berada di tangan negara dan keluarga, tetapi juga melibatkan dunia usaha sebagai bagian dari solusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Tumbuh Kembang Anak Optimal: Edukasi Gizi dan Kesehatan Jadi Kunci!

Rahasia Tumbuh Kembang Anak Optimal: Edukasi Gizi dan Kesehatan Jadi Kunci!

Health | Minggu, 06 Juli 2025 | 07:54 WIB

Panduan Gizi Ibu Hamil dari IBI, Ini Cara Tepat Turunkan Risiko Bayi Jadi Stunting

Panduan Gizi Ibu Hamil dari IBI, Ini Cara Tepat Turunkan Risiko Bayi Jadi Stunting

Health | Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:16 WIB

Hutan Adat Terancam: Izin Konsesi Kayu Menggerogoti Identitas Masyarakat Mentawai

Hutan Adat Terancam: Izin Konsesi Kayu Menggerogoti Identitas Masyarakat Mentawai

News | Selasa, 24 Juni 2025 | 19:58 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB