Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Rifan Aditya

Selasa, 09 September 2025 | 09:21 WIB
Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025
Skrining BPJS Kesehatan di mobile JKN

Setelah data terverifikasi, sistem akan menampilkan laman persetujuan untuk memulai proses skrining. Anda hanya perlu menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku untuk melanjutkan.

Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir data diri yang lebih lengkap. Ini mencakup informasi seperti tinggi badan, berat badan, tingkat pendidikan, dan kontak keluarga yang bisa dihubungi.

Kemudian, Anda akan dihadapkan pada serangkaian pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan gaya hidup. Jawablah semua pertanyaan yang diajukan dengan jujur dan seakurat mungkin.

Platform populer lainnya adalah aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh di ponsel pintar. Aplikasi ini menawarkan berbagai layanan JKN-KIS dalam satu genggaman, termasuk fitur skrining.

Setelah masuk ke akun Anda di aplikasi Mobile JKN, cari menu "Skrining Riwayat Kesehatan". Menu ini biasanya mudah ditemukan di halaman utama atau di dalam kategori layanan lainnya.

Sama seperti versi web, Anda akan diminta untuk memilih anggota keluarga yang akan diskrining dan menyetujui pernyataan konfirmasi. Proses pengisian kuesioner pun akan dimulai setelahnya.

Inovasi terbaru dari BPJS Kesehatan adalah penyediaan layanan skrining melalui WhatsApp PANDAWA. PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) memudahkan peserta yang lebih akrab dengan aplikasi pesan instan.

Untuk memulai, kirimkan pesan ke nomor resmi PANDAWA di 0811-8165-165. Kemudian, ikuti instruksi yang diberikan oleh sistem chatbot untuk memilih menu skrining riwayat kesehatan.

Setelah Anda menyelesaikan pengisian kuesioner melalui salah satu platform tersebut, sistem akan memproses jawaban Anda. Hasil skrining akan ditampilkan secara otomatis dan instan.

baca juga

Hasilnya akan mengklasifikasikan tingkat risiko Anda untuk setiap penyakit ke dalam tiga kategori. Kategori tersebut adalah risiko rendah, sedang, atau tinggi.

Jika hasil skrining menunjukkan Anda memiliki risiko rendah, sistem akan memberikan saran untuk menjaga pola hidup sehat. Anda juga akan diingatkan jadwal untuk melakukan skrining kembali di tahun berikutnya.

Namun, jika hasilnya menunjukkan risiko sedang atau tinggi, ini adalah sinyal penting bagi Anda. Peserta dengan kategori ini sangat disarankan untuk tidak menunda dan segera mengambil langkah selanjutnya.

Langkah tindak lanjut yang direkomendasikan adalah mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat Anda terdaftar. FKTP bisa berupa puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Di FKTP, tunjukkan hasil skrining digital Anda kepada petugas kesehatan atau dokter. Informasi ini akan menjadi dasar bagi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan lanjutan ini bisa meliputi berbagai tes diagnostik. Contohnya termasuk tes laboratorium seperti cek gula darah, kolesterol, atau pemeriksaan penunjang lainnya sesuai indikasi medis.

Bagi peserta yang terdeteksi memiliki penyakit kronis, BPJS Kesehatan memiliki program khusus bernama PROLANIS. Program Pengelolaan Penyakit Kronis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penderitanya.

Dengan adanya program skrining riwayat kesehatan ini, BPJS Kesehatan berhasil mentransformasi layanan kesehatan. Fokusnya bergeser dari pengobatan (kuratif) menjadi pencegahan (preventif).

Keunggulan utama dari skrining digital ini adalah kepraktisannya yang luar biasa. Peserta dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah atau pekerjaan.

Pada akhirnya, skrining riwayat kesehatan adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Memanfaatkan layanan gratis ini adalah langkah bijak untuk investasi kesehatan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPJS Kesehatan Boyong Golden Trophy 2025, GRC Jadi Kunci Layanan

BPJS Kesehatan Boyong Golden Trophy 2025, GRC Jadi Kunci Layanan

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 19:47 WIB

Mengatasi Skrining BPJS Kesehatan Error dan Pengajuan Bantuan CS Resmi

Mengatasi Skrining BPJS Kesehatan Error dan Pengajuan Bantuan CS Resmi

Lifestyle | Senin, 08 September 2025 | 15:25 WIB

Wajib Skrining BPJS Kesehatan Mulai September 2025, Ini Tujuan dan Caranya

Wajib Skrining BPJS Kesehatan Mulai September 2025, Ini Tujuan dan Caranya

News | Sabtu, 06 September 2025 | 15:23 WIB

Kapan Iuran BPJS Kesehatan Naik? Ini Penjelasan Pemerintah

Kapan Iuran BPJS Kesehatan Naik? Ini Penjelasan Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 06:05 WIB

Kalau Jadi Korban Kerusuhan Demo, Apakah Biaya Pengobatannya Ditanggung BPJS?

Kalau Jadi Korban Kerusuhan Demo, Apakah Biaya Pengobatannya Ditanggung BPJS?

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB