Kemenkes Ingatkan Potensi Penyebaran Campak Meningkat di Tengah Libur Lebaran

BellaLilis Varwati Suara.Com
Jum'at, 06 Maret 2026 | 18:43 WIB
Kemenkes Ingatkan Potensi Penyebaran Campak Meningkat di Tengah Libur Lebaran
ilustrasi penyakit campak (freepik.com/freepik)
Baca 10 detik
  • Kemenkes mengingatkan potensi lonjakan kasus campak selama libur Lebaran 2026 akibat peningkatan mobilitas dan aktivitas berkumpul masyarakat.
  • Pola lima tahun terakhir menunjukkan kasus campak cenderung meningkat saat momen liburan panjang yang melibatkan pertemuan besar.
  • Masyarakat yang menunjukkan gejala campak diimbau untuk menunda perjalanan dan menghindari keramaian demi mencegah penularan lebih lanjut.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan potensi peningkatan penyebaran campak menjelang libur Lebaran 2026 seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas berkumpul masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pola peningkatan kasus campak dalam beberapa tahun terakhir kerap berkaitan dengan periode libur panjang.

“Kami perhatikan di sini ada hubungan antara kejadian kasus ini dengan adanya perayaan-perayaan yang bersifat berkumpul. Kemungkinan orang untuk kumpul bersama itu besar, jadi kasus-kasus yang suspek sebaiknya tidak ke mana-mana," kata Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).

Dalam lima tahun terakhir, Kemenkes melihat adanya pola infeksi yang signifikan, di mana kasus akan meningkat pada momen liburan, kemudian setelahnya turun kembali.

"Kasus cenderung mulai meningkat pada awal tahun, ya, kemudian menurun begitu, dan kemudian akan naik lagi pada sekitar bulan Agustus, September, Oktober, November,” imbuhnya.

Ia menjelaskan tren kasus campak pada tahun ini sempat menunjukkan penurunan hingga minggu ke-8. Meski demikian, Kemenkes tetap mengingatkan potensi peningkatan kasus yang bisa terjadi pada masa libur panjang, termasuk Lebaran.

“Jika ada balita atau seseorang yang menderita suspek seperti demam kemudian ada ruam campak, itu maka ada baiknya tidak ke mana-mana dulu. Apalagi ini mau libur lebaran, kemungkinan orang-orang untuk kumpul bersama itu besar,” ujarnya.

Data Kemenkes mencatat terdapat 10.453 suspek campak sepanjang 2026. Pada minggu ke-8, jumlah suspek bertambah 506 kasus dibandingkan minggu sebelumnya.

Andi mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri atau anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Vaksin MR, Efek Samping Disebut Wajar dan Sementara

“Apabila ada anggota keluarga, anak sakit, maka segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kurangi kontak dengan orang sehat untuk mencegah penularan,” katanya.

Ia juga meminta individu yang mengalami gejala seperti demam dan ruam kemerahan untuk sementara menghindari aktivitas di luar rumah maupun kegiatan yang melibatkan kerumunan.

“Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak, seperti ruam, kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tidak pergi ke tempat-tempat wisata dan juga ke tempat-tempat keramaian lainnya, sebaiknya di rumah saja seperti begitu,” tegas Andi.

Menurutnya, masa libur Lebaran biasanya diwarnai dengan berbagai aktivitas berkumpul bersama keluarga dan kerabat sehingga berpotensi mempercepat penularan penyakit jika individu yang sakit tetap beraktivitas di luar rumah.

Ia bahkan menyarankan anak yang dicurigai mengalami campak untuk sementara tidak mengikuti kegiatan sekolah sampai kondisinya dipastikan aman.

“Jika harus sekolah, jangan sekolah dulu. Intinya untuk kasus-kasus yang suspek sebaiknya tidak ke mana-mana,” pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI