Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
Ilustrasi sakit kepala (freepik)
  • Dokter Agung menggarisbawahi perlunya pemeriksaan jika sakit kepala berulang, memberat, dan tidak responsif terhadap obat.
  • Jenis umum sakit kepala meliputi tegang, migrain, dan cluster; namun perubahan pola nyeri merupakan sinyal penting.
  • Sakit kepala yang disertai muntah, kejang, atau perubahan perilaku memerlukan perhatian medis segera karena mungkin terkait tumor.

Suara.com - Sakit kepala merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang. Namun, jika keluhan ini muncul berulang, semakin berat, dan tidak membaik dengan obat, kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Neurofungsional Tulang Belakang, dr. Agung Heri Wahyudi, menjelaskan bahwa tidak semua sakit kepala berbahaya, tetapi perubahan pola nyeri bisa menjadi sinyal penting adanya gangguan serius.

“Sebagian besar sakit kepala itu bersifat jinak, seperti sakit kepala tegang atau migrain. Tapi kalau frekuensinya meningkat, nyerinya makin berat, atau tidak membaik dengan obat, sebaiknya segera diperiksa,” ujar dr. Agung.

Jenis Sakit Kepala yang Umum

Menurut dr. Agung, ada beberapa jenis sakit kepala yang sering terjadi di masyarakat, di antaranya:

  • Sakit kepala tegang (tension headache) yang terasa seperti kepala diikat kencang
  • Migrain, dengan nyeri berdenyut di satu sisi kepala, sering disertai mual dan sensitif terhadap cahaya
  • Sakit kepala cluster, yang ditandai nyeri hebat di sekitar mata dalam periode tertentu

Meski tergolong umum, masyarakat tetap perlu waspada jika muncul perubahan pola atau gejala tambahan.

Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Lebih lanjut, dr. Agung mengingatkan ada beberapa gejala yang tidak boleh diabaikan:

“Kalau sakit kepala disertai muntah berulang, gangguan penglihatan, kejang, atau bahkan perubahan perilaku, itu sudah masuk tanda bahaya dan harus segera diperiksakan,” jelasnya.

Beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Nyeri semakin sering dan semakin berat
  2. Muncul tiba-tiba dengan intensitas sangat hebat
  3. Membuat penderitanya terbangun dari tidur
  4. Disertai gangguan bicara atau kelemahan anggota tubuh

Kaitan Sakit Kepala dengan Tumor Otak

Salah satu kondisi serius yang bisa ditandai dengan sakit kepala berulang adalah tumor otak. Tumor ini merupakan pertumbuhan sel abnormal di dalam otak atau jaringan di sekitarnya.

Menurut dr. Agung, keberadaan tumor dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak sehingga memicu nyeri kepala.

“Sakit kepala akibat tumor otak biasanya memiliki pola khas, seperti lebih berat di pagi hari dan semakin nyeri saat batuk atau mengejan,” ungkapnya.

Selain itu, sakit kepala jenis ini umumnya:

  • Tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa
  • Disertai gejala saraf seperti kejang atau gangguan keseimbangan
  • Dapat memicu perubahan kepribadian atau fungsi kognitif

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak semua sakit kepala berarti tumor otak.

“Yang penting adalah mengenali pola yang tidak biasa dan segera mencari pertolongan medis,” tambahnya.

Pentingnya Pemeriksaan Dini

Untuk memastikan penyebab sakit kepala, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari wawancara medis hingga pemeriksaan saraf.

Jika diperlukan, pasien akan menjalani pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI.

“Pemeriksaan ini penting untuk melihat apakah ada kelainan di otak dan menentukan langkah penanganan yang tepat,” kata dr. Agung.

Penanganan Tumor Otak

Jika terdiagnosis tumor otak, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Operasi pengangkatan tumor
  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Terapi target atau imunoterapi

Menurut dr. Agung, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

“Semakin cepat ditemukan, peluang penanganannya akan semakin baik dan kualitas hidup pasien bisa lebih terjaga,” ujarnya.

Jangan Abaikan Sakit Kepala

Sakit kepala memang sering dianggap sepele. Namun, jika terjadi berulang dengan pola yang tidak biasa atau disertai gejala lain, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

“Lebih baik periksa lebih awal daripada terlambat. Karena pada kasus tertentu, sakit kepala bisa menjadi tanda awal penyakit yang serius,” pungkas dr. Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Ini Alasan Migrain Sangat Umum Menyerang Anak dan Remaja

Waspada! Ini Alasan Migrain Sangat Umum Menyerang Anak dan Remaja

Health | Jum'at, 05 Desember 2025 | 15:25 WIB

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Bukan Fiksi, Film Ini Tampilkan Perjuangan Nyata Melawan Tumor Otak

Health | Senin, 28 Juli 2025 | 21:01 WIB

Epilepsi 16 Tahun Sembuh! Tonton Perjuangan Tim Dokter dalam Film Awake Brain Surgery

Epilepsi 16 Tahun Sembuh! Tonton Perjuangan Tim Dokter dalam Film Awake Brain Surgery

Entertainment | Minggu, 27 Juli 2025 | 18:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB