Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Dinda Rachmawati

Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari (Freepik)
  • Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung sejak lahir yang menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik serta berat badan anak.
  • Gejala muncul berupa napas tersengal, mudah lelah, hingga perubahan warna kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung jari anak.
  • Diagnosis dan penanganan medis sejak dini melalui pemeriksaan komprehensif di rumah sakit dapat membantu anak kembali tumbuh sehat.

Suara.com - Tumbuh kembang anak sering menjadi perhatian utama orang tua dalam memastikan kondisi kesehatan si kecil. Namun, ketika berat badan anak sulit naik atau perkembangan tampak lebih lambat dibandingkan teman seusianya, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh pola makan atau aktivitas semata. 

Dalam beberapa kasus, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya Penyakit Jantung Bawaan yang belum terdeteksi sejak dini. Menurut Putri Reno Indrisia, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, kondisi ini terjadi karena tubuh anak membutuhkan energi lebih besar untuk bekerja.

“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Kondisi ini sering menyebabkan berat badan anak sulit naik dan pertumbuhan menjadi terhambat dibandingkan anak seusianya,” jelasnya.

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna. 

Secara umum, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu non-sianotik dan sianotik. Pada tipe non-sianotik, kadar oksigen dalam darah masih cukup sehingga anak tidak tampak kebiruan. 

Namun pada tipe sianotik yang lebih serius, terjadi percampuran darah yang menyebabkan kadar oksigen menurun, sehingga muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan.

“Pada kondisi ini biasanya muncul tanda khas berupa bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan. Gejala tersebut bisa semakin terlihat saat anak menangis atau kelelahan,” tambah dr. Putri.

Gejala penyakit ini bisa muncul sejak bayi lahir, namun pada beberapa kasus baru terlihat ketika anak bertambah usia. Bayi dengan kondisi ini sering menunjukkan tanda seperti menyusu terputus-putus, berkeringat saat menyusu, serta berat badan yang sulit naik. 

Selain itu, anak juga cenderung lebih sering mengalami infeksi saluran pernapasan. Sementara pada anak yang lebih besar, gejala dapat berupa mudah lelah saat bermain, pertumbuhan yang tertinggal, nyeri dada, jantung berdebar, hingga perubahan bentuk ujung jari yang membulat akibat kekurangan oksigen dalam jangka panjang.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan medis yang menyeluruh. Dokter akan melakukan berbagai evaluasi mulai dari mendengarkan suara jantung, mengukur kadar oksigen dalam darah, hingga pemeriksaan lanjutan seperti rekam jantung dan USG jantung. 

Pemeriksaan ini penting untuk melihat struktur jantung secara detail serta menentukan tingkat keparahan kondisi yang dialami anak. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanganan. 

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan non-bedah seperti pemasangan alat khusus, hingga operasi untuk memperbaiki struktur jantung. 

Dengan kemajuan teknologi medis saat ini, peluang anak untuk tumbuh sehat tetap terbuka lebar jika ditangani sejak awal. Melalui layanan Heart & Vascular Center, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan penanganan jantung yang komprehensif dengan dukungan teknologi modern dan tenaga medis berpengalaman. 

“Didukung oleh fasilitas medis yang modern serta tim dokter spesialis yang berpengalaman, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang optimal dan kualitas hidup yang lebih baik,” kata Margareth Aryani Santoso sebagai direktur rumah sakit Bethsaida Hospital Gading Serpong

Pada akhirnya, kewaspadaan orang tua menjadi langkah awal yang sangat penting. Mengenali tanda-tanda sejak dini dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan seperti bethsaida dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius. 

Penyakit jantung bawaan bukanlah akhir dari segalanya, karena dengan penanganan yang tepat dan dukungan medis yang memadai, anak tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, aktif, dan menjalani kehidupan dengan kualitas yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Violets: Melawan Masa Kecil Kurang Bahagia dari Anak yang Tidak Diinginkan

Violets: Melawan Masa Kecil Kurang Bahagia dari Anak yang Tidak Diinginkan

Your Say | Rabu, 08 April 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB