Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Vania Rossa | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
Ilustrasi stroke. (Ist)
  • Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia akibat keterlambatan penanganan pasien melampaui masa golden period 4,5 jam.
  • Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre internasional.
  • Sertifikasi WSO ini mengakui standar tinggi layanan darurat 24 jam untuk menekan angka kecacatan melalui penanganan stroke yang tepat.

Suara.com - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Namun, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi terlambat karena gejala awal kerap dianggap sepele atau tidak dikenali sejak awal.

Padahal, dalam penanganan stroke terdapat periode krusial yang dikenal sebagai golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Pada fase ini, pasien memiliki peluang lebih besar untuk selamat dan pulih dengan risiko kecacatan yang lebih rendah.

Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Dalam kasus stroke iskemik, aliran darah yang terhambat membuat sel-sel otak mati dengan cepat. Semakin lama pasien tidak mendapatkan terapi, semakin besar risiko kelumpuhan, gangguan bicara, penurunan fungsi tubuh, bahkan kematian.

Kondisi ini menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara yang memiliki prevalensi stroke sekitar 9,3 persen dan masuk dalam wilayah dengan beban kasus cukup tinggi secara nasional.

Selain minimnya kesadaran masyarakat terhadap gejala stroke, keterbatasan akses layanan stroke terpadu juga menjadi faktor yang memengaruhi keterlambatan penanganan pasien.

Gejala stroke sendiri dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti wajah mencong, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, hingga penurunan kesadaran. Dalam situasi seperti ini, pasien dianjurkan segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke lengkap.

Di tengah tingginya kebutuhan layanan tersebut, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization (WSO). Pencapaian ini menjadikannya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.

Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan. (Dok. Ist)
Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan. (Dok. Ist)

Sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, layanan kegawatdaruratan 24 jam, tindakan medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti ilmiah.

Penilaian juga mencakup kecepatan penanganan pasien atau door-to-needle time, kesiapan tim multidisiplin, serta kemampuan melakukan prosedur lanjutan seperti trombektomi untuk menangani sumbatan pembuluh darah otak.

Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, mengatakan sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan stroke di Indonesia.

“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi komitmen kami untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan stroke terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ujar Hartono.

Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung kolaborasi tim medis lintas spesialis seperti neurologi, radiologi, dan bedah saraf guna memastikan pasien mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Sebelumnya, rumah sakit ini juga menerima Diamond Award dari program WSO Angels Awards dalam beberapa periode atas capaian kecepatan diagnosis dan efektivitas terapi stroke akut.

Keberadaan fasilitas stroke berstandar internasional di daerah diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan berkualitas sekaligus menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB