Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Vania Rossa

Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB
Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa
Ilustrasi mata minus (JEC)
baca 10 detik
  • WHO mencatat 2,2 miliar orang mengalami gangguan penglihatan global yang memicu kerugian ekonomi mencapai US$411 miliar per tahun.
  • dr. Sharita R. Siregar menjelaskan perubahan ukuran kacamata cepat dapat menandakan gangguan kornea seperti astigmatisme tidak teratur dan keratoconus.
  • JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan beragam prosedur seperti LASIK, SMILE Pro, dan ICL berdasarkan diagnosis komprehensif.

Suara.com - Banyak orang mengira semua gangguan penglihatan bisa diatasi hanya dengan mengganti kacamata. Padahal, perubahan ukuran minus atau silinder yang terjadi dalam waktu singkat belum tentu sekadar akibat kelainan refraksi biasa.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kornea yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan, dan sedikitnya 1 miliar kasus sebenarnya dapat dicegah atau diobati.

Gangguan refraksi dan katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan secara global, bahkan berdampak pada produktivitas dengan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai US$411 miliar per tahun.

Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Head of Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), menjelaskan bahwa setiap kelainan refraksi memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak semua pasien cocok menjalani prosedur yang sama.

"Perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan kelainan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme. Pada astigmatisme reguler, kelengkungan kornea masih teratur sehingga umumnya dapat dikoreksi dengan kacamata. Namun pada astigmatisme tidak teratur, cahaya menyebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, hingga halo," jelasnya.

Kapan Harus Curiga?

Tidak sedikit orang yang terus mengganti ukuran kacamata tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. Bila minus atau silinder bertambah dengan cepat, penglihatan tetap buram meski resep kacamata sudah diperbarui, atau mulai muncul pandangan ganda, silau berlebihan saat malam, hingga kebiasaan menggosok mata, sebaiknya segera menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh.

Pemeriksaan juga penting bagi mereka yang memiliki riwayat keratoconus dalam keluarga, yaitu kondisi ketika kornea menipis dan berubah bentuk sehingga penglihatan semakin kabur.

baca juga

Tidak Semua Mata Cocok Lasik

Selama ini, Lasik menjadi prosedur yang paling dikenal untuk mengurangi ketergantungan pada kacamata. Namun, teknologi koreksi penglihatan kini jauh lebih beragam.

Lasik bekerja dengan membentuk lapisan tipis pada kornea menggunakan laser, kemudian membentuk ulang jaringan kornea sesuai ukuran minus, plus, atau silinder pasien.

Sementara itu, Smile® Pro menggunakan teknik tanpa flap (flapless). Prosedur ini memanfaatkan laser femtosecond untuk membentuk jaringan tipis di dalam kornea yang kemudian dikeluarkan melalui sayatan kecil sekitar 2–4 milimeter. Karena sayatannya lebih kecil, struktur permukaan kornea lebih terjaga dan risiko gangguan terkait flap dapat diminimalkan. Teknologi ini juga berpotensi mengurangi keluhan mata kering pada sebagian pasien.

Bagi pasien dengan kondisi kornea tertentu, JEC Eye Hospitals and Clinics juga menyediakan Lasik Xtra, yaitu kombinasi Lasik dengan corneal cross-linking (CXL) dalam satu tindakan. Prosedur ini bertujuan memperkuat serat kolagen kornea sehingga stabilitas kornea setelah operasi dapat lebih terjaga.

Namun, tidak semua pasien memenuhi syarat menjalani operasi laser.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kornea tidak memungkinkan untuk dibentuk ulang, dokter dapat mempertimbangkan Implantable Collamer Lens (ICL). Berbeda dengan Lasik maupun Smile, ICL merupakan lensa tambahan yang ditanam di dalam mata tanpa mengubah bentuk kornea.

Pemeriksaan Menyeluruh Jadi Kunci

Pemilihan metode koreksi penglihatan tidak hanya ditentukan oleh besarnya minus atau silinder.

Dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes refraksi, pemetaan bentuk kornea menggunakan topografi atau tomografi, pengukuran ketebalan kornea, evaluasi lapisan air mata, tekanan bola mata, ukuran pupil, hingga pemeriksaan retina dan kondisi mata secara keseluruhan.

"Secara umum, kandidat Laser Vision Correction harus berusia minimal 18 tahun, memiliki ukuran minus atau silinder yang stabil setidaknya selama 12 bulan, tidak sedang hamil atau menyusui, serta memiliki kondisi kornea yang memenuhi parameter keamanan," ujar dr. Sharita.

Pengguna lensa kontak juga disarankan menghentikan pemakaiannya selama beberapa waktu sebelum pemeriksaan agar hasil pemetaan kornea lebih akurat.

Lebih lanjut, menurut dr. Sharita, tujuan utama koreksi penglihatan bukan sekadar terbebas dari kacamata, melainkan memperoleh kualitas penglihatan yang optimal dengan prosedur yang paling sesuai dan aman.

Karena setiap mata memiliki karakteristik berbeda, keputusan menjalani prosedur koreksi penglihatan apa pun harus selalu didasarkan pada hasil pemeriksaan komprehensif dan diskusi bersama dokter spesialis mata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Bukan Sekadar Pakai Kacamata, Ini Cara Memperlambat Perkembangan Mata Minus pada Anak

Health | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:20 WIB

Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!

Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:32 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Pandangan Masih Buram Meski Ganti Kacamata? Bisa Jadi Bukan Sekadar Mata Minus Biasa

Health | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:53 WIB

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Promo Khusus Nasabah BRI di RS Abdi Waluyo, Dapatkan Cashback Langsung!

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:49 WIB

Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi

Indonesia Respons Kecaman Korea Utara Soal Denuklirisasi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:45 WIB

Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?

Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:45 WIB

Cara Dapat Cashback Instan Rp150 Ribu di tiket.com Pakai Kartu BRI

Cara Dapat Cashback Instan Rp150 Ribu di tiket.com Pakai Kartu BRI

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:44 WIB

Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur

Manahumama, Ikhtiar Masyarakat Adat Bantik Merawat Ingatan Leluhur

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:43 WIB

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo

Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:40 WIB

×