- JEC Eye Hospitals and Clinics meraih Top Brand Award 2026 setelah 42 tahun melayani masyarakat Indonesia.
- JEC mengoperasikan 16 cabang di berbagai wilayah serta menyediakan layanan digital untuk memperluas akses kesehatan mata.
- JEC menerapkan standar internasional dan berencana memperluas fasilitas kesehatan mata di Bali, Tangerang, serta Kediri.
Suara.com - Perubahan gaya hidup masyarakat membawa tantangan baru bagi dunia kesehatan, termasuk layanan kesehatan mata. Di tengah meningkatnya aktivitas digital, paparan layar yang semakin tinggi, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis yang lebih cepat dan akurat, menjaga kualitas penglihatan kini menjadi perhatian yang semakin penting.
Masyarakat saat ini tidak hanya mencari fasilitas kesehatan yang mampu menangani gangguan mata, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti keamanan layanan, pengalaman pasien, teknologi yang digunakan, hingga reputasi institusi kesehatan.
Artinya, layanan kesehatan mata tidak cukup hanya dikenal luas. Kepercayaan menjadi faktor penting karena keputusan pasien berkaitan langsung dengan fungsi penglihatan dan kualitas hidup.
“Dalam layanan kesehatan, awareness dan trust sama-sama penting. Dikenal luas oleh masyarakat harus berjalan bersama kemampuan untuk menjaga kepercayaan melalui layanan yang aman, tepat, dan berkualitas,” ujar Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah JEC Eye Hospitals and Clinics kembali meraih Top Brand Award 2026 untuk kategori Rumah Sakit Mata. Penghargaan ini diberikan berdasarkan survei independen yang melibatkan 12.000 responden di 15 kota besar Indonesia.
Survei tersebut menilai sejumlah aspek, mulai dari kekuatan merek di benak konsumen, performa merek di pasar, hingga komitmen konsumen untuk kembali menggunakan layanan tersebut.
Bagi JEC, penghargaan tersebut menjadi refleksi atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang telah dikembangkan selama 42 tahun.
“Top Brand Award 2026 memiliki makna penting bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, karena mencerminkan bagaimana masyarakat melihat konsistensi yang telah kami bangun selama 42 tahun,” kata Prof. Tjahjono.

Tantangan Baru Kesehatan Mata di Era Digital
Perkembangan teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat. Aktivitas bekerja, belajar, hingga hiburan kini semakin bergantung pada perangkat elektronik seperti komputer dan ponsel pintar.
Perubahan kebiasaan tersebut turut meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mata. Masyarakat mulai tidak hanya datang ketika mengalami gangguan penglihatan, tetapi juga semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini.
Menurut Prof. Tjahjono, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mata juga semakin berkembang. Pasien kini membutuhkan layanan yang tidak hanya mengandalkan teknologi medis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai kondisi yang mereka alami.
“Kepercayaan dalam layanan kesehatan mata tidak terbentuk secara instan. Kepercayaan dibangun dari pengalaman pasien, kompetensi tenaga medis, ketepatan diagnosis, pemanfaatan teknologi yang relevan, serta komunikasi yang membantu pasien memahami kondisi dan pilihan penanganannya,” jelasnya.
Dari Teknologi hingga Pengalaman Pasien
Dalam layanan kesehatan mata, teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung akurasi diagnosis maupun tindakan medis.
Namun, teknologi bukan satu-satunya faktor penentu kualitas layanan. Menurut JEC, pendekatan kepada pasien juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
“Pasien datang bukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan atau tindakan, tetapi juga untuk memperoleh rasa aman dan keyakinan bahwa keputusan medis yang diambil sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Prof. Tjahjono.
Selama 42 tahun, JEC Eye Hospitals and Clinics telah mengembangkan berbagai layanan kesehatan mata, mulai dari katarak, kelainan refraksi, retina, glaukoma, trauma mata, okuloplasti, mata anak dan strabismus, kontrol miopia, dry eye, infeksi dan imunologi mata, neuro-oftalmologi, contact lens, hingga layanan untuk kondisi tiroid pada mata.
Hingga kini, JEC mencatat telah menjalankan lebih dari 250.000 tindakan operasi katarak serta lebih dari 150.000 tindakan penanganan kelainan refraksi berbasis LASIK dan SMILE.
Memperluas Akses Layanan Kesehatan Mata
Selain meningkatkan kualitas layanan, tantangan lain yang dihadapi industri kesehatan mata adalah memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang berkualitas.
Saat ini, JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki 16 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Depok, Bekasi, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Pasuruan, Bali, Makassar, dan Kendari.
Perluasan akses juga dilakukan melalui layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-BPJS Kesehatan di sejumlah fasilitas dalam jaringan JEC sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
JEC juga mengembangkan konsep hub and spoke yang mengintegrasikan klinik sebagai titik awal pemeriksaan dan deteksi dengan rumah sakit mata untuk layanan lanjutan maupun subspesialistik.
Dari sisi digital, layanan EyeCheck dikembangkan untuk membantu proses skrining dan deteksi awal gangguan penglihatan. Sementara platform @Cloud mendukung layanan konsultasi dan telemedicine agar akses layanan kesehatan mata dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Penguatan Standar dan Kolaborasi Global
Upaya meningkatkan kualitas layanan juga dilakukan melalui penerapan standar internasional.
JEC Eye Hospitals and Clinics @ Kedoya telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI) sebanyak empat kali berturut-turut. Akreditasi tersebut menjadi salah satu standar dalam penguatan kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, dan tata kelola layanan kesehatan.
Di tingkat internasional, JEC Eye Hospitals and Clinics menjadi satu-satunya institusi dari Indonesia yang memiliki perwakilan sebagai Council Member di World Association of Eye Hospitals (WAEH).
JEC juga berperan sebagai mitra strategis sekaligus co-founder ASEAN Association of Eye Hospitals (AAEH). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengetahuan, pengembangan praktik klinis, teknologi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan mata di kawasan regional.
Kepercayaan Jadi Fondasi di Era Baru
Selain memperkuat layanan medis, edukasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata.
JEC menjalankan berbagai kegiatan edukasi publik mengenai pentingnya pemeriksaan mata, deteksi dini gangguan penglihatan, pengembangan kompetensi tenaga medis, hingga program sosial seperti Bakti Katarak JEC untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses tindakan.
Memasuki babak baru sebagai perusahaan terbuka melalui PT Nitrasanata Dharma Tbk dengan kode saham JECX, JEC menyebut tanggung jawab terhadap kualitas layanan menjadi semakin besar.
“Menjadi perusahaan terbuka membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi JEC Eye Hospitals and Clinics. Namun fondasinya tetap sama, yaitu kepercayaan pasien,” ujar Prof. Tjahjono.
Menurutnya, pertumbuhan perusahaan, inovasi, penguatan teknologi, dan perluasan layanan harus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Top Brand Award 2026 menjadi pengingat bahwa kepercayaan harus terus dirawat. JEC Eye Hospitals and Clinics akan terus memperkuat layanan, edukasi, inovasi, dan akses agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan mata yang tepat, aman, dan tepercaya,” tutup Prof. Tjahjono.
Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics berencana memperluas layanan melalui pengembangan fasilitas kesehatan mata di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali, serta pembukaan cabang baru di Tangerang dan Kediri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan mata yang semakin dekat dengan masyarakat Indonesia.