Kritik Kebijakan Lepas Masker, Epidemiologi: Terlalu Cepat!

Indotnesia

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:42 WIB
Kritik Kebijakan Lepas Masker, Epidemiologi: Terlalu Cepat!
Freepik

Indotnesia - Presiden Jokowi pada Selasa (17/5/2022) secara resmi melonggarkan aturan penggunaan masker di ruang terbuka. Meski melepas masker hanya diperbolehkan saat berada di luar ruangan dan tidak padat orang, epidemiologi menilai pemberlakuan kebijakan tersebut terlalu cepat.

Menurut Dicky Budiman, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, kebijakan melepas masker di area terbuka itu dinilai terburu-buru. Kebijakan tersebut dianggap bertolak belakang dengan pernyataan Jokowi sebelumnya yang menyebut akan melihat perkembangan pelonggaran aturan pandemi secara bertahap per enam bulan.

“(Menentukan kebijakan) harus bijak dan tidak terburu-buru. Saya sepakat dengan pernyataan presiden sebelumnya yang menyebut pelonggaran bertahap melihat kondisi enam bulan,” ungkap Dicky, seperti dikutip dari Suara.com.

Meski diberi kelonggaran, masyarakat tetap harus dihimbau untuk terus berhati-hati. Pasalnya, tidak setiap area terbuka terjamin aman untuk membuka masker apalagi lingkungan yang tidak memiliki sirkulasi udara bagus.

Pemerintah juga diharapkan dapat memberikan informasi terkait kebijakan pelonggaran maskter tersebut dengan jelas, agar tak disalahartikan oleh masyarakat dan menjadi euforia berlebihan.

Selama Mei 2022, jumlah kasus Covid-19 rata-rata per 7 hari adalah sekitar 413 orang dengan penambahan kasus baru sebanyak 244. Hingga Kamis (19/5/2022), kasus rata-rata Covid-19 per 7 hari menurun menjadi 282 orang.

Walaupun kasus pandemi Covid-19 di Indonesia telah landai, virus corona subvarian omicron yang lebih cepat menular masih beredar. Apalagi cakupan vaksin ketiga atau booster di Indonesia masih relatif rendah, yaitu sekitar 20% secara nasional.

Berdasarkan laman resmi Vaksinasi Kementerian Kesehatan, 96 per 100 penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dengan total sekitar 196 juta orang. Sedangkan vaksinasi dosis kedua sebanyak 166 juta orang atau setara 76% penduduk dan vaksinasi dosis ketiga masih 20% atau sekitar 43 juta orang.

Sementara di negara lain, kebijakan pelonggaran melepas masker di ruang terbuka diberlakukan setelah cakupan vaksinasi booster bagi masyarakat telah mencapai 50% hingga 80%. Diantaranya adalah negara Singapura, Australia dan Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Dicky menegaskan agar masyarakat tidak terlalu percaya diri berlebihan dan tetap waspada saat melepas masker di area terbuka. 

“Walaupun sudah booster, kan masih bisa terinfeksi, walaupun tidak bergejala dan tidak parah. Tapi, bila terinfeksi tanpa disadari karena tidak melakukan tes, lalu membawa infeksi virus kepada orang dekat dan menyebarkan hal fatal, itu bisa saja terjadi,” tegasnya, dikutip dari Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Beras SPHP: Menjaga Stabilitas atau Memelihara Ketergantungan?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:15 WIB

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Momen Titiek Bela Prabowo di Depan Petambak Lobster, Jamin Tak Ada Nelayan yang Sengsara

Video | Senin, 07 September 2026 | 13:26 WIB

Satu Kebijakan Publik Bisa Mengubah Harga dan Hidup Masyarakat

Satu Kebijakan Publik Bisa Mengubah Harga dan Hidup Masyarakat

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 11:55 WIB

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Kunjungan Wisman ke RI Pecah Rekor di Juli 2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19 2020

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:45 WIB

Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya

Mengukur Kebijakan dari Siapa yang Kehilangan Manfaatnya

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 12:30 WIB

Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal

Dosen UGM Sebut Sistem Desil Bansos Hanya Alibi Pemerintah Kurangi Bantuan Akibat Defisit Fiskal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:21 WIB

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

Direktorat Politik Dalam Negeri Perkuat Kebijakan Politik Berbasis Data dengan Dashboard Eksekutif

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:24 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×