Indotnesia - Setiap 6 Juli, kita memperingati Hari Ciuman Internasional. Penetapannya sejak 2006 yang bertujuan untuk merayakan pentingnya sebuah gerakan yang dapat menghangatkan sebuah hubungan.
Mencium orang terkasih ternyata memberi dampak positif bagi kesehatan. Lalu, apa saja 10 manfaat kesehatan dari berciuman? Berikut selengkapnya, seperti dikutip dari Healthline:
Meningkatkan Hormon Kebahagiaan
Mencium ternyata membuat otak kita melepaskan campuran bahan kimia yang membuat tubuh menjadi bahagia. Bahan kimia itu adalah oksitosin, dopamin, dan serotonin, yang memicu perasaan senang dan mendorong kasih sayang serta ikatan.
Membantu Bonding
Menjalin bonding atau kedekatan merupakan salah satu manfaat dari mencium orang terkasih. Aliran oksitosin yang dilepaskan saat berciuman menimbulkan perasaan sayang.
Bagi pasangan, ciuman juga meningkatkan kepuasan hubungan dan sangat penting dalam membangun hubungan jangka panjang.
Mampu Melepaskan Stres dan Kecemasan
Manajemen stres terkait dengan seberapa kamu mampu mengendalikan stres dan kecemasan. Ciuman dan perhatian dapat membuat dirimu tenang kembali. Apalagi, mencium juga dapat menurun kadar kortisol atau hormon stres.
Mengurangi Tekanan Darah
Berciuman dapat meningkatkan detak jantung dengan cara melebarkan pembuluh darah. Ketika pembuluh darah melebar, maka aliran darah meningkat sehingga menurunkan tekanan darah. Jadi, berciuman baik untuk kesehatan jantung.
Mengurangi Kram
Efek dari pelebaran pembuluh darah dan peningkatan aliran darah ternyata juga dapat membantu meredakan kram. Bagi perempuan yang sedang menstruasi, berciuman bisa mengurangi nyeri haid lho.
Meredakan Sakit Kepala
Pelebaran pembuluh darah dan penurunan tekanan darah saat berciuman juga bisa meredakan sakit kepala. Berciuman mencegah sakit kepala dengan menurunkan stres yang kerap menjadi pemicu sakit kepala.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Mencium pasangan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dengan bertukar ludah sehingga kuman baru bisa memperkuat sistem kekebalan. Dalam sebuah studi pada 2014 menemukan pasangan yang sering berciuman maka berbagi mikrobiota yang sama dalam air liur dan lidah mereka.
Mengurangi Respons Alergi
Selain memberikan rasa kasih sayang, berciuman juga mampu mengurangi alergi seperti gatal-gatal dan reaksi alergi lainnya terkait serbuk sari dan tungau debu di rumah.
Stres dapat memperburuk reaksi alergi sehingga efek berciuman pada stres juga mampu mengurangi respons alergi.
Membantu Mencegah Gigi Berlubang
Yap! Kamu nggak salah baca. Mencium seseorang dapat membantu mencegah gigi berlubang dengan meningkatkan produksi air liur. Berciuman merangsang kelenjar ludah.
Air liur itu mampu melumasi mulut, membantu menelan, dan membantu mencegah sisa makanan menempel di gigi. Dengan demikian, hal tersebut dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan gigi berlubang.
Membakar Kalori
Menggunakan otot-otot wajah itu juga membakar kalori, termasuk ketika kamu berciuman. Mencium orang terkasih dapat membakar 2 hingga 26 kalori per menit tergantung seberapa bergairah kamu berciuman.
Jadi, selamat merayakan Hari Ciuman Sedunia dengan pasanganmu!