Dihuni Pembantu dan Anjing
Sebelumnya diketahui ada 3-4 pembantu di rumah tersebut.
Para pembantu itu yang kemudian sering keluar untuk menyapa warga. Namun semenjak kasus itu viral, pembantu rumah pun tak terlihat lagi.
"Biasanya ada pembantunya aja yang keluar, bawa anjingnya itu diajak jalan-jalan. Pemiliknya enggak di sini. Jadi kalau ada undangan tetap diwakilkan pembantunya. Ada iuran sampah atau sosial yang lain pembayaran tertib. Tapi memang yang bersangkutan jarang di sini," tandasnya.
Sugiarto sendiri mengaku jarang melihat pemilik rumah tersebut datang. Mengingat mereka juga hampir tak pernah bersosialisasi dengan warga lain.
"Enggak tentu, kalau ke sini juga gak tau orang pakai mobil. Enggak pernah (sosialiasi)," imbuhnya.
Warga sekitar sendiri, disampaikan Sugiarto belum benar-benar mengetahui bahwa Rafael merupakan pegawai pajak. Hingga kasus ini kemudian ramai diperbincangkan baru-baru ini.
"Dulu ya enggak tahu, ngertinya ya baru-baru saja," ucapanya.
Tempat Transit
Disampaikan Sugiarto, rumah mewah itu biasanya juga hanya digunakan untuk transit saja oleh Rafael dan keluarga. Mengingat yang bersangkutan memiliki sebuah restoran bernama Bilik Kayu Heritage tak jauh dari lokasi rumah itu.
Ia mengaku jarang melihat Rafael dan keluarga tersebut datang ke rumah itu. Mengingat mereka juga hampir tak pernah bersosialisasi dengan warga lain.
Hal itu dibuktikan dengan warga sekitar yang belum benar-benar mengetahui bahwa Rafael merupakan pegawai pajak. Mereka baru mengetahui profesi Rafael semenjak kasus ini ramai diperbincangkan.
"Enggak pernah (sosialiasi). Dulu ya enggak tahu (kalau pegawai pajak), ngertinya ya baru-baru saja," terangnya.
Saat ini rumah mewah tersebut sudah tertutup rapat. Pos penjaga yang berada di depan rumah pun tak ada yang menempati.
Mario Pernah Ditegur Warga