Partai Politik Rugi Besar Jika Pemilu 2024 Dilaksanakan Proporsional Tertutup

M Nurhadi

Rabu, 07 Juni 2023 | 11:23 WIB
Partai Politik Rugi Besar Jika Pemilu 2024 Dilaksanakan Proporsional Tertutup
KPU menggelar simulai Pemilu 2024, Selasa (22/3/2022). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Partai politik jadi pihak yang paling rugi bahkan terguncang jika pemilu 2024 digelar secara proporsional tertutup. Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yanuar Prihatin, hal ini disebabkan minimnya dukungan dari sejumlah calon anggota legislatif (caleg) yang berada di posisi yang lebih rendah. Akibatnya, caleg mungkin akan memilih untuk diam atau mundur dari pertarungan.

"Jika Mahkamah Konstitusi (MK) memaksakan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024, parpol sebagai peserta pemilu akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Ini adalah tanda bahaya bagi perjalanan demokrasi," ujar Yanuar, Rabu (7/6/2023).

Padahal, kata Yanuar, semangat seseorang untuk menjadi caleg antara lain disebabkan oleh adanya keadilan dalam sistem proporsional terbuka. Sistem ini memastikan bahwa caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, bukan karena nomor urut.

"Kondisi seperti ini tentu sangat merugikan bagi partai," katanya dengan tegas.

Dalam waktu singkat, Yanuar mengatakan bahwa partai akan dipaksa untuk merancang strategi baru dalam memenangkan pemilu dengan sistem tertutup. Hal ini bukanlah masalah sepele bagi sebagian besar partai politik peserta pemilu.

Ia melihat bahwa mereka yang terus mendorong sistem proporsional tertutup sangat memahami situasi internal partai.

Inilah yang menjadi kekhawatiran karena partai tidak siap untuk bertarung dalam kontestasi politik. Oleh karena itu, mereka dengan mudah dapat mengendalikan situasi pemilu sesuai dengan skenario yang mereka inginkan.

Yanuar menyatakan bahwa pemaksaaan sistem proporsional tertutup mencerminkan pesimisme dan kurangnya kepercayaan diri mereka yang ingin mempertahankan kekuasaan untuk bertarung dalam sistem terbuka.

"Mereka ingin mengontrol situasi, tetapi dengan cara yang membahayakan demokrasi, mengembalikan demokrasi ke dalam kegelapan. Terlebih lagi, dengan melibatkan MK dalam urusan ini," ujarnya.

baca juga

Ia menegaskan bahwa sistem pemilu adalah bagian dari kewenangan pembuat undang-undang, yaitu DPR dan Pemerintah. Sikap delapan partai politik yang ada di DPR sangat jelas, yaitu menolak sistem proporsional tertutup.

"Mungkin kondisi ini juga yang mendorong MK harus terlibat dalam dunia politik sebagai jalan pintas untuk menyerang inti partai," ucap Yanuar.

Pada akhirnya, katanya, MK akan diuji dalam kecerdasan dan kebijaksanaan politiknya. Padahal, ini bukanlah perdebatan akademik tentang konsep sistem pemilu, melainkan permainan politik yang berbahaya.

"Jika MK dapat keluar dari pusaran politik yang gegabah ini, MK akan dicatat dalam sejarah sebagai penyelamat demokrasi. Kita tunggu saja keputusan MK nanti," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Politik Sebut Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Lebih Baik Dibanding Terbuka, Ini Alasannya

Pakar Politik Sebut Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Lebih Baik Dibanding Terbuka, Ini Alasannya

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 11:15 WIB

Sistem Proporsional Terbuka Disebut Gagal Capai Tujuan Sistem Kepartaian dan Perwakilan

Sistem Proporsional Terbuka Disebut Gagal Capai Tujuan Sistem Kepartaian dan Perwakilan

News | Rabu, 07 Juni 2023 | 11:10 WIB

Demokrasi Indonesia Bisa Berakhir Jika MK Kabulkan Pemilu Tertutup

Demokrasi Indonesia Bisa Berakhir Jika MK Kabulkan Pemilu Tertutup

Kotak Suara | Rabu, 07 Juni 2023 | 11:09 WIB

Demokrat Tetap Memainkan 'Dadu' Politik Jika Anies Baswedan Urung Deklarasi Cawapres Koalisi

Demokrat Tetap Memainkan 'Dadu' Politik Jika Anies Baswedan Urung Deklarasi Cawapres Koalisi

Serang | Rabu, 07 Juni 2023 | 10:37 WIB

Jokowi Yakin Ganjar Pranowo Mampu Bawa Indonesia Menjadi Negara Maju, Denny Siregar: Tegak Lurus pada Pak Jokowi!

Jokowi Yakin Ganjar Pranowo Mampu Bawa Indonesia Menjadi Negara Maju, Denny Siregar: Tegak Lurus pada Pak Jokowi!

Sumatera | Selasa, 06 Juni 2023 | 21:17 WIB

Puan Tegaskan Rakernas III PDIP Tak Cuma Menangkan Ganjar Saja, Tapi Bahas Langkah Strategis jelang Pemilu

Puan Tegaskan Rakernas III PDIP Tak Cuma Menangkan Ganjar Saja, Tapi Bahas Langkah Strategis jelang Pemilu

News | Selasa, 06 Juni 2023 | 18:58 WIB

Terkini

Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar

Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:58 WIB

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:56 WIB

Pria Terlempar ke Sungai usai Standing Motor di Jembatan Rantau Kampar

Pria Terlempar ke Sungai usai Standing Motor di Jembatan Rantau Kampar

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Sunscreen Orang Dewasa Boleh Dipakai Anak-Anak? Begini Saran Aman dari Dokter

Sunscreen Orang Dewasa Boleh Dipakai Anak-Anak? Begini Saran Aman dari Dokter

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:55 WIB

Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi

Inggris vs Argentina: Thomas Tuchel Kantongi Strategi Redam Lionel Messi

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB

The Odyssey: Mengapa Kita Suka Menghakimi Film sebelum Nonton?

The Odyssey: Mengapa Kita Suka Menghakimi Film sebelum Nonton?

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:50 WIB

Profil dan Harta Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Rumahnya Digeledah KPK

Profil dan Harta Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Rumahnya Digeledah KPK

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:42 WIB

Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!

Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:42 WIB

Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten

Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:41 WIB

×