29 'Dosa' Jokowi Sebagai Presiden RI Menurut KontraS

Ruth Meliana

Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:59 WIB
29 'Dosa' Jokowi Sebagai Presiden RI Menurut KontraS
Ilustrasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Tepat pada 20 Oktober 2023 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjalani empat tahun masa kepemimpinannya di periode kedua sejak tahun 2019. Menjabat sebagai pemimpin RI selama hampir 10 tahun, tentu banyak sekali hal yang terjadi.

Tak jarang ia menerima sorotan, termasuk baru-baru ini, yang mana dirinya dituduh membangun dinasti politik melalui keluarga. Di sisi lain, bertepatan dengan 4 tahun Jokowi di periode kedua, KontraS mengungkap 29 'dosa' sang presiden.

Dalam menyusun laporan tersebut, KontraS sudah menggunakan berbagai metode termasuk konsultasi dengan para ahli di bidang demokrasi dan konstitusi Mereka membagi 29 'dosa' Jokowi selama menjabat sebagai presiden RI menjadi beberapa bagian. 

A. Demokrasi Dibabat Habis di Bawah Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (@darwis_triadi/instagram)
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. (@darwis_triadi/instagram)

1. Regulasi dan kebijakan diputuskan melalui mekanisme yang jauh dari jangkauan publik.

2. Proses penunjukkan Penjabat (Pj) Kepala Daerah yang tidak memperhatikan Accountability, Participation, Predictability, and Transparency.

3. Brutal dan represif dalam menyikapi pendapat di ruang publik.

4. Ada 622 pelanggaran dan serangan terhadap kebebasan sipil meliputi kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai.

5. Penyempitan kebebasan ruang sipil di ranah digital.

baca juga

6. Ada 89 peristiwa berkaitan dengan UU ITE, baik penangkapan, pelaporan, hingga pemenjaraan dengan total 101 korban.

B. Kekerasan Berbasis Investasi (Capital Violence)

Ilustrasi Hak Asasi Manusia (Shutterstock)
Ilustrasi Hak Asasi Manusia (Shutterstock)

7. Masifnya pembangunan dan proyek strategis nasional yang memicu konflik terhadap masyarakat.

8. 964 peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi di sektor sumber daya alam dan pembangunan.

9. Politik berkepihakan terhadap pemilik modal secara terang-terangan.

10. Memberikan "karpet merah" bagi kepentingan oligarki.

11. Pelanggaran HAM dalam sektor sumber daya alam dan pembangunan.

12. Aktor terbesar dalam konflik agraria; swasta 732 peristiwa, kepolisian 178 peristiwa, pemerintah 113 peristiwa, dan TNI 20 peristiwa.

13. Contohnya kericuhan di Pulau Rempang.

14. Ada konflik di wilayah adat masyarakat Seruyan.

C. Menguatnya Militerisme dan Mundurnya Agenda Reformasi Sektor Keamanan

Sebanyak 77 penyelam yang tergabung dalam berbagai elemen kemaritiman dan komunitas penyelam menggelar upacara detik-detik HUT Proklamasi ke-77 di bawah laut Pantai Falajawa Ternate, Rabu (ANTARA/Abdul Fatah)
Sebanyak 77 penyelam yang tergabung dalam berbagai elemen kemaritiman dan komunitas penyelam menggelar upacara detik-detik HUT Proklamasi ke-77 di bawah laut Pantai Falajawa Ternate, Rabu (ANTARA/Abdul Fatah)

15. Empat tahun pemerintahan Jokowi kultur kekerasan dan militeristik yang muncul secara terang-terangan.

16. Aktor-aktor keamanan dijadikan sebagai 'senjata' untuk menyelesaikan berbagai masalah.

17. Gagalnya Jokowi melakukan pembenahan terhadap Polri.

18. Gagal Merevisi UU Peradilan Militer dan potensi menguatnya militerisme.

19. Akuntabilitas BIN dan penyalahgunaan intelijen.

D. Buruknya Penegakan Hukum dan Politik Impunitas

Ilustrasi hukum (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)
Ilustrasi hukum (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)

20. Dalam banyak kasus, hukum dijadikan sebagai alat penguasa untuk melakukan pembungkaman.

21. Bukti buruknya penegakan hukum, yakni, penyelesaian kasus Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

22. Pengakuan dan penyesalan yang disampaikan Jokowi terhadap kasus pelanggaran HAM berat hanya 'omong kosong' karena tidak ada artinya jika tidak diikuti dengan permintaan maaf yang disusul dengan langkah konkret pertanggungjawaban hukum dan akuntabilitas negara.

23. Hingga detik ini negara belum meratifikasi ICPPED (Konvensi Internasional tentang Perlindungan terhadap Semua Orang dari Tindakan Penghilangan Secara Paksa).

E. Menuju Pemilu 2024: Potensi Kecurangan dan Indikasi Politik Berpihak Jokowi

Ilustrasi pemilu. (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi pemilu. (Suara.com/Ema Rohimah)

24. Ketidaknetralan dan politik cawe-cawe Jokowi dalam kajian ketatanegaraan merupakan bentuk penyimpangan terhadap konstitusi.

25. Cawe-cawe presiden dalam pemilu dalam arti campur tangan serta menangani penyelenggaraan pemilu dapat dipastikan menimbulkan ekses negatif.

F. Sikap Jokowi di Level Internasional

Presiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan pandangannya pada pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). [ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/nym].
Presiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan pandangannya pada pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). [ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/nym].

26. Indonesia dinobatkan sebagai anggota Dewan HAM PBB keenam kalinya pada 10 Oktober 2023 meski masih memiliki banyak catatan buruk atas situasi HAM dalam negeri.

27. Momentum Universal Periodic Review (UPR), mekanisme Dewan Hukum dan HAM PBB dalam meninjau kondisi dan situasi HAM.

28. Sudah 10 Tahun dan dua putaran UPR, Indonesia belum juga meratifikasi OPCAT untuk isu penyiksaan dan ICPPED di isu penghilangan paksa.

29. Koalisi masyarakat sipil untuk UPR melihat bahwa pemerintah tidak memberikan perhatian yang cukup dan maksimal dalam isu yang dijamin dalam dua konvensi tersebut.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Tak Khawatir Gibran Maju di Pilpres Bakal Pakai Fasilitas Negara, Ganjar: Pak Presiden Tidak Melakukan Itu!

Ngaku Tak Khawatir Gibran Maju di Pilpres Bakal Pakai Fasilitas Negara, Ganjar: Pak Presiden Tidak Melakukan Itu!

Kotak Suara | Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:53 WIB

Alasan Jokowi Tetap Ngotot Bangun MRT-LRT Meski Tahu Bakal Rugi

Alasan Jokowi Tetap Ngotot Bangun MRT-LRT Meski Tahu Bakal Rugi

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:38 WIB

Jokowi Dilaporkan ke KPK, Dokter Tifa: Cuma Dua Orang yang Tak Lihat Ini Nepotisme

Jokowi Dilaporkan ke KPK, Dokter Tifa: Cuma Dua Orang yang Tak Lihat Ini Nepotisme

Kotak Suara | Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:27 WIB

Terbentuk Isu Dinasti Politik, Ini Deretan Jejak Blunder Keluarga Jokowi

Terbentuk Isu Dinasti Politik, Ini Deretan Jejak Blunder Keluarga Jokowi

Video | Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:30 WIB

Jokowi Kasih Kemudahan Beli Rumah, Bebas PPN Hingga Biaya Administrasi

Jokowi Kasih Kemudahan Beli Rumah, Bebas PPN Hingga Biaya Administrasi

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 12:14 WIB

Total Harta Kekayaan Dinasti Politik Jokowi: Banjir Uang! Dari Gibran sampai Anwar Usman

Total Harta Kekayaan Dinasti Politik Jokowi: Banjir Uang! Dari Gibran sampai Anwar Usman

Kotak Suara | Selasa, 24 Oktober 2023 | 11:47 WIB

Terkini

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

×