Ingatkan Wewenang Presiden Jelang Pemilu, Pakar: Sebentar Lagi Akan Ada Pembagian BLT

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 14 November 2023 | 15:11 WIB
Ingatkan Wewenang Presiden Jelang Pemilu, Pakar: Sebentar Lagi Akan Ada Pembagian BLT
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membagikan sembako. [Foto: Biro Pers Media dan Informasi Sekretaris Presiden]

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin, menyoroti soal buramnya sistem demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang Pemiu 2024 mendatang. Ia menilai salah satu penyebabnya adalah wewenang presiden yang terlalu besar.

Oleh karena itu, Zainal menyarankan agar di waktu singkat jelang pemilu 2024, dibuat aturan yang membatasi wewenang presiden. Hal ini juga disebutnya mengacu pada model “lame duck” alias bebek lumpuh di Amerika Serikat (AS).

Hal itu disampaikan Zainal saat diskusi bertajuk 'Menyelamatkan Demokrasi dari Cengkeraman Oligarki dan Dinasti Politik' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/11/2023). Hadir juga sejumlah tokoh dalam diskusi itu, di antaranya Franz Magnis Suseno, Prof. Ikrar Nusabakti, Usman Hamid, Bivitri Susanto dan Rafly Harun.

Buramnya demokrasi, kata Zainal, ditandai dengan berbagai rentetan peristiwa yang terjadi belakangan ini. Mulai dari pengajuan batas usia capres-cawapres, putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pelanggaran etik berat Hakim MK Anwar Usman hingga majunya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

"Saya kira kita sudah berhadapan dan selesai pembicaraan kita soal buramnya demokrasi. Nah sekarang adalah musim panggilan untuk menyelamatkan demokrasi," ujar Zainal.

Di Amerika, kata Zainal, Presiden harus dibatasi karena sangat potensial menggunakan kekuasaannya. Apalagi, presiden incumbent yang sangat mungkin menggunakan kekuasaannya untuk mendorong calon tertentu untuk menjadi penerusnya.

"Nah kita tidak mengatur apa-apa soal apa lame duck itu, padahal di beberapa negara itu diatur. Misalnya presiden sudah tidak boleh lagi mengambil langkah-langkah penting yang berkaitan dengan keuangan dan berkaitan dengan jabatan. Itu enggak boleh lah dihalangi," jelas dia.

"Indonesia itu sama negara yang sama sekali tidak mengatur lame ducknya seorang presiden padahal bahaya sekali," tambahnya.

Salah satu upaya penggunaan kekuasaan contohnya adalah pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah menjelang Pemilu. Cara ini merupakan penggunaan uang negara secara berlebihan demi memperdaya masyarakat agar memilih calon tertentu.

"Lihat saja, saya berani taruhan sebentar lagi akan ada pembagian BLT. Itu menjadi bahan yang paling mungkin dipakai untuk meninabobokkan publik," kata Zainal.

Kemudian, Zainal juga menyoroti soal penggunaan aparat negara jelang Pemilu. Seharusnya, TNI-Polri kata dia, keluar dari proses pemilihan karena memiliki kekuatan untuk memaksakan sesuatu.

"Kalau aparat negara itu tidak netral maka saya kira itu adalah intervensi armed forces melalui pintu belakang dan itu berbahaya tentu saja buat demokrasi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikita Mirzani Ungkap Alasan Pilih Prabowo Subianto Jadi Presiden: Bisa Melanjutkan Kebaikan Pak Jokowi

Nikita Mirzani Ungkap Alasan Pilih Prabowo Subianto Jadi Presiden: Bisa Melanjutkan Kebaikan Pak Jokowi

Entertainment | Selasa, 14 November 2023 | 14:51 WIB

Jelang Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres, Jalan Depan Kantor KPU Ditutup

Jelang Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres, Jalan Depan Kantor KPU Ditutup

Kotak Suara | Selasa, 14 November 2023 | 14:38 WIB

Sebut Drakor yang Dimaksud Jokowi Terjadi di MK, Guru Besar IPB Ingatkan Julukan King of Lip Service

Sebut Drakor yang Dimaksud Jokowi Terjadi di MK, Guru Besar IPB Ingatkan Julukan King of Lip Service

Kotak Suara | Selasa, 14 November 2023 | 14:13 WIB

Momen Joe Biden Ogah Ladeni Jokowi Saat Bahas Palestina, Malah Bahas Udara Dingin

Momen Joe Biden Ogah Ladeni Jokowi Saat Bahas Palestina, Malah Bahas Udara Dingin

News | Selasa, 14 November 2023 | 14:09 WIB

Video Jokowi Bantah Boneka Megawati Kembali Beredar: Orang yang Lama Mengikuti Saya, Tahu Siapa Jokowi

Video Jokowi Bantah Boneka Megawati Kembali Beredar: Orang yang Lama Mengikuti Saya, Tahu Siapa Jokowi

Video | Selasa, 14 November 2023 | 14:00 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB