Ini Catatan Evaluasi Debat dari Perludem untuk KPU, Bakal Mengubah Format yang Berjalan?

Chandra Iswinarno

Senin, 25 Desember 2023 | 18:21 WIB
Ini Catatan Evaluasi Debat dari Perludem untuk KPU, Bakal Mengubah Format yang Berjalan?
Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka (kiri) memberi salam dengan Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan) usai debat perdana Cawapres 2024 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (22/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Debat calon wakil presiden (cawapres) yang digelar dengan format yang saat ini, masih menempatkan simpatisan dan pendukung berada di pasangan calon yang berdebat dikritisi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Menurut Perludem, format tersebut catatan tersendiri dalam proses debat yang sudah kali kedua dilakukan.

"Catatan debat yang lalu masih soal formatnya yang masih ada suporter di belakang cawapres yang berdebat," kata Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Agustyati seperti dikutip Antara, Senin (25/12/2023).

Keberadaan pendukung dalam jumlah yang banyak, justru membuat suasana lokasi debat lebih riuh dan seolah menjadi ajang pamer kekuatan.

"Suporter yang banyak malah membuat jadi riuh dan antarsuporter jadi semacam show off force kekuatan masing-masing," katanya.

Tak hanya itu, pendukung berada di belakang pasangan calon yang sedang berdebat juga membuat fokus masyarakat terhadap para calon menjadi teralihkan.

Selain itu, Perludem juga menyoroti keberadaan panelis yang hanya membuat pertanyaan untuk pasangan calon, tetapi tidak mendalami gagasan yang disampaikan.

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunissa Nur Agustyati. [Perludem.org]
Direktur Eksekutif Perludem Khoirunissa Nur Agustyati. [Perludem.org]

"Lalu, soal panelis yang hanya membuat pertanyaan saja, tetapi tidak mendalami gagasan dari cawapres," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPU menggelar debat kedua yang melibatkan tiga cawapres pada hari Jumat (22/12/2023) di Jakarta Convention Center (JCC).

baca juga

Tema debat kedua meliputi ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN dan APBD, infrastruktur, dan perkotaan.

Setelah digelar di JCC, debat ketiga akan digelar untuk capres pada Minggu, 7 Januari 2024 dengan mengangkat tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik.

Kemudian debat keempat, digelar kembali untuk cawapres pada Minggu, 21 Januari 2024 dengan mengangkat tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Sedangkan untuk debat kelima atau yang terakhir digelar untuk capres pada Minggu, 4 Februari 2024 dengan mengangkat tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raffi Ahmad Diserbu Usai Unggah Foto Setelah Debat Cawapres: Auto Unfol

Raffi Ahmad Diserbu Usai Unggah Foto Setelah Debat Cawapres: Auto Unfol

Video | Senin, 25 Desember 2023 | 16:16 WIB

Keberadaan Pendukung Paslon di Debat Pilpres Dikritik, Disebut Cuma Bikin Riuh dan Pamer Kekuatan

Keberadaan Pendukung Paslon di Debat Pilpres Dikritik, Disebut Cuma Bikin Riuh dan Pamer Kekuatan

Kotak Suara | Senin, 25 Desember 2023 | 15:25 WIB

Kocak! Gibran Sindir Cak Imin-Mahfud MD Pakai Teks Saat Closing Debat: Yang Lain Bawa Contekan, Saya Harus Ngapalin

Kocak! Gibran Sindir Cak Imin-Mahfud MD Pakai Teks Saat Closing Debat: Yang Lain Bawa Contekan, Saya Harus Ngapalin

Lifestyle | Senin, 25 Desember 2023 | 08:52 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×