Suara.com - Koordinator Nasional Pejuang PPP, Witjaksono mengaku tak mengetahui soal dirinya yang bakal dicopot dari jabatan sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP usai membelot mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ia mengaku hingga saat ini tak pernah ada pemanggilan dan keputusan resmi soal penjatuhan sanksi ini.
"Saya tidak tahu, saya hanya membaca dari media. Tidak (belum pernah ada pemanggilan)," ujar Witjaksono dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).
"Kami fokus, nawaitu berjuang untuk Indonesia Maju dan membesarkan PPP," lanjutnya menambahkan.
Meski ada isu soal sanksi pencopotan, Witjaksono tak gentar.
Ia bahkan mengaku sudah menyiapkan konsolidasi dan beberapa titik deklarasi di Indonesia untuk mendukung Prabowo-Gibran.
"Aspirasi kader ini nyata dan tidak dapat dibendung. Kami tetap setia kepada PPP tapi kami mengedepankan aspek rasionalitas, bukan emosi. Prabowo-Gibran yang terbaik untuk bangsa ini," ungkapnya.
Menurutnya, usai Pejuang PPP melakukan deklarasi mendukung Prabowo-Gibran, banyak kader-kader partai lambang kakbah itu di tingkat daerah yang menyampaikan dukungan.
"Kami kebanjiran dukungan sejak deklarasi (28/12), kader di daerah semangat dan meminta kita hadir untuk deklarasi, bahkan ada yang telah menyiapkan (deklarasi). Bukan kami yang mencari ya, kami yang dihubungi dan didukung penuh," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyatakan, partainya akan memberikan sanksi kepada kadernya yang membelot dengan deklarasi mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut dua, Prabowo-Gibran.
Sebagaimana diketahui PPP adalah salah satu partai yang mengusung pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud.
"Terhadap caleg yang kemarin mengatasnamakan dirinya calon anggota DPRD dalam PPP terlibat dalam kegiatan itu, kalau mereka nanti terpilih, tidak akan diajukan pelantikan bahkan akan di PAW terlebih dahulu sebelum dilakukan pelantikan,"kata Baidowi di Djakarta Theater, Jakarta pada Sabtu (30/12/2023).
Menurutnya hal merupakan bentuk sikap tegas PPP kepada kadernya yang membelot.
"Ini menunjukkan keseriusan PPP menegakkan disiplin organisasi. Mengamankan keputusan partai yang mengusung pasangan Ganjar-Mahfud. kita berkomitmen untuk bisa menang satu putaran," tegasnya.