Budiman Sudjatmiko: Statemen Pak JK Tidak Relevan dalam Diplomasi Modern

Kamis, 11 Januari 2024 | 21:45 WIB
Budiman Sudjatmiko: Statemen Pak JK Tidak Relevan dalam Diplomasi Modern
Wakil Ketua Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko. [Suara.com/Novian]

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menilai pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal kepala negara ditonjok tidak relevan dalam diplomasi modern.

“Rupanya Pak JK tidak memahami bahwa tak pernah ada pemimpin negara yang tonjok-tonjokan di depan umum, atau bahkan ruang tertutup.” terang Budiman saat ditanya wartawan, Kamis (11/1)

Ia lantas mencontohkan dua pemimpin negara super power, Amerika Serikat (AS) dan China. Joe Biden dan Xi Jinping kerap bersitegang namun tetap bersahabat saat bertemu langsung.

"Begitu juga Joe Biden pernah ngecap Xi Jinping sbg diktator. Tapi saat jumpa, mereka senyum2 saja." ujar Budiman.

Bahkan menurutnya, hal yang dikhawatirkan oleh Jusuf Kalla itu juga tidak penah terjadi dalam diplomasi di zaman sebelumnya.

"Bung Karno kalau pidato suka bilang 'sontoloyo' ke negara-negara barat, tapi tak pernah tonjok-tonjokan dengan Presiden AS sekalipun," lanjutnya.

Lebih lanjut, Budiman menerangkan bahwa di antara pemimpin dunia saat ini lebih mengedepankan sikap yang elegan dalam persaingan global.

"Ada sikap elegan antar pemimpin negara, sesengit apapun mereka bermusuhan. Karena yang dihargai pada akhirnya adalah kekuatan dan daya tawar negara-negara yang mereka pimpin." pungkas Budiman.

Sebelumnya, politikus senior Partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla mengibaratkan pemimpin sebagai sopir kendaraan. Pria yang akrab disapa JK tersebut mengingatkan publik agar tidak memilih pemimpin yang emosional.

Baca Juga: Fadli Zon Skakmat Ganjar dan Anies: Jangan Samakan Alutsista dengan Produk Otomotif!

"Kalau pilih sopir, jelas yang tahu arah, tidak suka marah-marah. Kalau marah-marah bisa-bisa menabrak nanti," ucap JK.

Hal itu disampaikan JK saat mendampingi cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar dalam acara bertajuk 'Dialog Kebangsaan dan Kewirausahaan' yang digelar di Namira Syariah Hotel Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1).

"Kalau kawan kita yang satu marah terus, bagaimana kira-kira negara dipimpin oleh orang yang suka marah? Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain, bisa ditonjok kepala negara lain," imbuh JK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI