Suara.com - Mahfud MD mengungkap alasan dirinya mundur dari barisan menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Salah satunya ialah, Mahfud tak ingin berseberangan dengan kebijakan dari calon presiden (capres) yang didukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Baca Juga:
Ada Slank di Hajatan Rakyat 3 Februari, 134 Ribu Relawan Ganjar-Mahfud Diprediksi Banjiri GBK
Aksi Alam Ganjar Jadi Sorotan, Lagi Bucin Sampai Nyanyi Lagu Pandangan Pertama Milik RAN
Mahfud menilai tidak patut apabila ia tidak selaras dengan arah Jokowi namun masih menjadi bagian dari pemerintahan.
“Memang kami bicarakan, saya harus mundur, itu titik. Kenapa? Tidak mungkin saya against (menentang, red.) kebijakan atau against calon yang didukung Pak Jokowi. Lalu, saya masih terus (menjabat, red.) kan ndak bagus,” jelas Mahfud di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Jakarta, Kamis (2/2/2024).
Adapun Mahfud mengaku, keinginan mundur dari jabatan Menko Polhukam itu sudah muncul setelah dirinya menjadi cawapres nomor urut 3.
Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut merasa harus menunggu momen yang tepat untuk mundur.
“Waktu itu, kesimpulannya nunggu dulu pada waktu momentumnya, kapan momentumnya, yang tepat itu sesudah pemungutan suara karena sesudah itu pemerintahan kan berlangsung, dan saya merasa ndak layak kalau masih di situ (pemerintahan, red.). (Namun, red.) kalau sesudah pemungutan suara itu kan masih lama. Jadi, ini soal pilihan,” tuturnya.
Temui Jokowi
![Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Ham (Menkopolhukam), Mahfud MD (tengah) berswafoto dengan awak media usai menggelar konferensi pers di Kantor Kemenpolhukam, Jakarta, Kamis (1/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/02/01/98562-mahfud-md-menkopolhukam-mahfud-md.jpg)
Mahfud MD mengungkap situasi pertemuannya dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana, Jakarta, Kamis (1/2/2024).
Menurutnya, pertemuan dalam rangka penyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menko Polhukam berlangsung hangat.
"Alhamdulillah bapak presiden sama dengan saya kita bicara dari hati ke hati dengan penuh kekeluargaan dan sama-sama tersenyum tidak ada ketegangan apapun kuta tersenyum bergembira," kata Mahfud usai pertemuan.