Analis: Parpol Kalah di Pilpres 2024 Tak Perlu Gabung Prabowo-Gibran, Cuma Bagi-bagi 'Kue' Kekuasaan

Ria Rizki Nirmala Sari, Faqih Fathurrahman

Minggu, 28 April 2024 | 18:36 WIB
Analis: Parpol Kalah di Pilpres 2024 Tak Perlu Gabung Prabowo-Gibran, Cuma Bagi-bagi 'Kue' Kekuasaan
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2024-2029, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat menghadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Capres-Cawapres Terpilih di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (24/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Usai ditetapkan menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mulai melakukan safari politik kepada para lawannya.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan, saat ini isu rekonsiliasi terus digaungkan oleh pihak terpilih, seolah-olah menjadi oposisi merupakan hal yang buruk.

Baca Juga:

Timnas AMIN Batal Dibubarkan Hari Ini, Apa Sebabnya?

Padahal, lanjut Karyono, menjadi pihak yang berada di luar pemerintahan sama penting sebagai penyeimbang, agar pemerintah, khususnya presiden tidak bisa menjadi superior.

“Perlu digaris bawahi, narasi rekonsilisasi terus digaungkan, seolah oposisi negatif, destruktif dan lainnya. Kalau hanya untuk bagi-bagi kue kekuasaan, supaya agenda kebijakan pemerintah bisa berjalan mulus, untuk apa?" kata Karyono, saat dihubungi Suara.com, Minggu (28/4/2024).

“Kalau kebijakannya baik, kalau kebijakannya bertentangan dengan rakyat bagaimana?” tambahnya.

Presiden terpilih Prabowo Subianto menyambangi Kantor DPP PKB, disambut Ketum Muhaimin Iskandar dan jajaran elitenya, Rabu (24/4/2024). [Suara.com/Fakhri]
Presiden terpilih Prabowo Subianto menyambangi Kantor DPP PKB, disambut Ketum Muhaimin Iskandar dan jajaran elitenya, Rabu (24/4/2024). [Suara.com/Fakhri]

Oleh sebab itu, diperlukannya kekuatan penyeimbang dari partai-partai yang kemarin kalah dalam Pilpres 2024, tetap berada di luar partai pemerintahan.

Baca Juga:

baca juga

PDIP Bakal Usung Khofifah Bareng PAN dan Gerindra di Pilgub Jatim? Hasto: Dimungkinkan

Karyono menilai, kalah atau menang dalam pertarungan dalam konstentasi politk merupaka hal yang lumrah. Perlu diperhatikan juga, pihak yang kalah dalam kontestasi PIlpres bukanlah kalah dalam peperangan.

“Jadi harus jelas itu apanya yang harus direkonsiliasi. Perbedaan pandangan politik itu biasa, kalah-menang dalam kontestasi politik itu biasa, jangan dianggap pertarungan politik dalam konstetasi itu disamakan dengan perang,” pungkas Karyono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raup Cuan Jutaan, Pedagang Foto Prabowo-Gibran Mulai Kebanjiran Order

Raup Cuan Jutaan, Pedagang Foto Prabowo-Gibran Mulai Kebanjiran Order

News | Minggu, 28 April 2024 | 18:34 WIB

Sangat Penting, Jokowi Utus Prabowo Kunjungi Timur Tengah

Sangat Penting, Jokowi Utus Prabowo Kunjungi Timur Tengah

News | Minggu, 28 April 2024 | 17:14 WIB

Prabowo Ungkap Panggilan Akrab Dari Jokowi: Dulu Disapa Menhan, Kini Mas Bowo

Prabowo Ungkap Panggilan Akrab Dari Jokowi: Dulu Disapa Menhan, Kini Mas Bowo

News | Minggu, 28 April 2024 | 16:48 WIB

Adu Jejak Pendidikan Ibu Erina Gudono dan Titiek Soeharto, Disebut Calon Kuat Dampingi Prabowo?

Adu Jejak Pendidikan Ibu Erina Gudono dan Titiek Soeharto, Disebut Calon Kuat Dampingi Prabowo?

Lifestyle | Minggu, 28 April 2024 | 16:42 WIB

Profil Sofiatun Gudono: Mertua Kaesang Pangarep Diisukan Jadi Ibu Negara Dampingi Prabowo Subianto

Profil Sofiatun Gudono: Mertua Kaesang Pangarep Diisukan Jadi Ibu Negara Dampingi Prabowo Subianto

Lifestyle | Minggu, 28 April 2024 | 16:33 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×