Gubernur Lemhannas Ungkap Pilkada Aceh dan Papua Paling Rawan Konflik, Ini Sederet Pemicunya!

Rabu, 13 November 2024 | 14:36 WIB
Gubernur Lemhannas Ungkap Pilkada Aceh dan Papua Paling Rawan Konflik, Ini Sederet Pemicunya!
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily (tengah bagian depan). (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily membeberkan soal adanya wilayah yang memiliki kerentanan pada Pilkada Serentak 2024. Ada sua wilayah yang rentan yakni Aceh dan Papua.

Hal itu disampaikan Ace dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024).

"(Kerawanan) khususnya di wilayah Aceh dan 4 provinsi di Papua, serta di tingkat kabupaten/kota," kata Ace.

Menurutnya, hal itu sebagaimana hasil pemantauan dari mulai dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Strategis (Bais TNI), dan Polri.

Ia mengatakan, adanya hal itu dapat menyebabkan konflik vertikal dan horizontal di masyarakat. Untuk itu ia pun mendorong deteksi dan pencegahan dini.

Ilustrasi - Pilkada serentak 2024. (Antara)
Ilustrasi - Pilkada serentak 2024. (Antara)

"Kegiatan deteksi, antisipasi, dan pencegahan oleh para penyelenggara pemilu dan semua pemangku kepentingan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia pun mengharapkan agar Pilkada 2024 bisa berjalan sesuai koridor.

"Sebuah keharusan agar Pilkada tidak hanya berjalan secara luber dan jurdil, tetapi juga melahirkan pemimpin dan kualitas demokrasi yang semakin meningkat," katanya.

Ia membeberkan, potensi bermasalah dalam Pilkada antara lain gangguan keamanan di Papua yang dilakukan oleh milisi Organisasi Papua Merdeka alias OPM. 

Baca Juga: Senang Gibran Buka Layanan 'Lapor Mas Wapres,' Uceng UGM: Lapor soal Nepotisme Boleh?

"Beberapa potensi bermasalah dalam Pilkada serentak antara lain gangguan keamanan di Papua yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata memiliki kerawanan yang tinggi. Yang kedua, kami tahu semua soal politik diperkirakan akan meningkat selain berupa benturan fisik," ungkapnya.

"Tiga ketidaknetralan ASN, TNI-Polri dan penyelenggara dalam Pilkada berpotensi mengganggu integritas pilkada,  menciptakan ketidakkepercayaan publik, dan memperburuk kualitas demokrasi.  Dan keempat gangguan Peretasan yang menyerang sistem cyber nasional atau pemerintahan termasuk sistem yang digunakan oleh KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan Pilkada dapat merusak legitimasi penyelenggaraan Pilkada. Selain itu, permasalahan pasangan calon tunggal di 37 kabupaten dan lima kotamadya perlu mendapat perhatian," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI