Arti Kemerdekaan Indonesia di Mata Turis Jepang

Angelina Donna

Minggu, 17 Agustus 2014 | 08:06 WIB
Arti Kemerdekaan Indonesia di Mata Turis Jepang
Konveksi milik Syamsir yang ramai memenuhi pesanan bendera Merah Putih menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Kamis (7/8). [suar.com/Adrian Mahakam]

Pada hari peringatan kemerdekaan Indonesia, Inoue dan rombongannya akan mengikuti upacara bendera.

Detik-detik Proklamasi Proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari dijatuhi bom atom di Hiroshima dan Nagasaski, 6 dan 9 Agustus 1945, oleh pesawat bom atom Amerika Serikat.

Kaisar Hirohito menyatakan menyerah terhadap sekutu dalam Perang Dunia II karena ratusan ribu rakyat Jepang menjadi korban bom atom itu.

Kekalahan Jepang itu tidak diketahui oleh Indonesia. Tokoh pergerakan Indonesia, Sutan Syahrir termasuk orang yang dulu tahu mengenai kekalahan Jepang.

Pada 14 Agustus 1945, Syahrir dan tokoh pemuda lainnya, mendatangi Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Tapi, Bung Karno dan Bung Hatta tidak mau mengumumkan proklamasi tanpa bermusyawarah dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Pada 15 Agustus, suasana di Jakarta tegang. Tentara Jepang menutupi kekalahan mereka.

Golongan muda yang berjiwa dinamis dan revolusioner berpendapat kemerdekaan Indonesia harus segera diproklamasikan. Mereka menilai, PPKI adalah buatan Jepang.

"Pada saat itu, terjadi gesekan dengan golongan tua yang dipelopori Bung Karno, yang menginginkan agar tidak ada nyawa yang melayang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia," ujar sejarahwan Roesdy Hossein.

Pada 15 Agustus, Bung Karno, Bung Hatta, dan Mr Ahmad Subardjo pergi ke kantor Guisekan, untuk mengecek sampai di mana kebenaran berita yang dibawa oleh Syahrir.

Mereka gagal menemui Guisekan dan tidak berhasil menemui seorang pejabat Jepang yang berwenang. Siangnya mereka pergi ke kantor Laksamana Maeda, di Jl Merdeka Utara. Laksamana Maeda juga tidak dapat menjelaskan berita tentang kekalahan Jepang.

Pada 15 Agustus 1945 pukul 20.00 di salah satu ruangan Lembaga Bacteriologi di Jl Pegangsaan Timur 17, para pemuda mengadakan pertemuan dipimpin Chairul Saleh. Diputuskan, Wikana dan Darwis yang akan menyampaikan keputusan itu.

Kedua orang utusan itu tiba di kediaman Bung Karno pada pukul 22.30, dan menuntut Bung Karno mengumumkan proklamasi ke merdekaan pada 16 Agustus 1945.

Bung Karno menolak karena tidak mau meninggalkan PPKI. Lalu, Wikana mengancam jika Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok hari akan terjadi pertumpahan darah.

Bung Karno naik pitam mendengar ancaman tersebut dan menantang Wikana: "Ini batang leherku. Potonglah leherku malam ini juga".

Keduanya kemudian melaporkan hasil pertemuannya dengan Bung Karno. Pada 16 Agustus 1945 pagi, Bung Karno dan Bung Hatta diculik ke Rengasdengklok, tidak jauh dari Karawang.

Penculikan itu membuat suasana Kota Jakarta gempar. Orang bertanya-tanya dimana kedua pemimpin bangsa itu berada.

Akhirnya, Wikana memberitahukan Mr Ahmad Subardjo akan keberadaan kedua tokoh nasional itu.

Rombongan Mr Ahmad Subardjo tiba di Rengasdenglok sekitar pukul 18.00. Kemudian, disepakati proklamasi kemerdekaan akan diproklamasikan secepat mungkin.

Maka, kembalilah rombongan Bung Karno di Jakarta pukul 23.00 malam. Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya mengambil kesimpulan mereka tidak boleh menggantungkan diri pada pihak lain.

Naskah proklamasi kemerdekaan dibuat di kediaman Laksamana Maeda di Jalan Iman Bonjol No 1, Menteng. Dan diproklamirkan di Jalan Pegangsaan Timur 56 pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi.

Peran Maeda Anak dari perumus naskah proklamasi Ahmad Subardjo, Pujiwati Subardjo, mengatakan bahwa Laksamana Maeda merupakan tokoh Jepang yang pro terhadap kemerdekaan RI.

"Pada waktu itu ada perjanjian, kalau Jepang kalah perang maka Indonesia kembali ke Belanda. Angkatan Darat Jepang setuju, tetapi Angkatan Laut Jepang tidak setuju. Laksamana Maeda berpendapat, daripada diserahkan ke Belanda, lebih baik dimerdekakan saja," kenang perempuan berusia 78 tahun itu.

Oleh karenanya, Maeda memfasilitasi tahap demi tahap untuk mencapai proklamasi kemerdekaan Indonesia.

"Untung waktu itu difasilitasi. Kalau tidak, bisa bahaya nyawa pendiri bangsa itu." Di saat Bung Karno dan kawan-kawan merumuskan naskah proklamasi, Laksamana Maeda memilih untuk tidur di lantai dua rumah itu.

Usai disahkan, Maeda turun dari lantai atas dan memberikan ucapan selamat kepada seluruh hadirin.

"Awalnya, mau diproklamirkan di Lapangan Banteng. Tapi karena kondisinya tidak kondusif, akhirnya dipindahkan ke Pegangsaan Timur," kenang Puji. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sentilan Anies Baswedan di Panggung Pandji: Merdeka 80 Tahun, Warga Terasa Belum Didengar

Sentilan Anies Baswedan di Panggung Pandji: Merdeka 80 Tahun, Warga Terasa Belum Didengar

Entertainment | Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:25 WIB

Semalaman, DLH DKI Kumpulkan 79 Ton Lebih Sampah Usai Perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Jakarta

Semalaman, DLH DKI Kumpulkan 79 Ton Lebih Sampah Usai Perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Jakarta

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 16:28 WIB

Getar Haru dan Bangga Rossa di Panggung Istana, Lantunkan Doa untuk Indonesia di HUT ke-80

Getar Haru dan Bangga Rossa di Panggung Istana, Lantunkan Doa untuk Indonesia di HUT ke-80

Entertainment | Senin, 18 Agustus 2025 | 20:30 WIB

Wamen Irene Umar: Indonesia Satu-satunya Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan Secara Meriah

Wamen Irene Umar: Indonesia Satu-satunya Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan Secara Meriah

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Boris Bokir hingga Danilla Jadi Petugas Upacara Penurunan Bendera, Wujudkan Impian Terakhir Gustiwiw

Boris Bokir hingga Danilla Jadi Petugas Upacara Penurunan Bendera, Wujudkan Impian Terakhir Gustiwiw

Entertainment | Senin, 18 Agustus 2025 | 12:29 WIB

HUT RI ke-80: Warga Garut Ungkap Alasan Haru Datangi Jakarta, Ternyata...

HUT RI ke-80: Warga Garut Ungkap Alasan Haru Datangi Jakarta, Ternyata...

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 06:09 WIB

Sentilan Ajil Ditto di Hari Kemerdekaan: Negara Sudah Merdeka, Tapi Orang-orangnya Belum

Sentilan Ajil Ditto di Hari Kemerdekaan: Negara Sudah Merdeka, Tapi Orang-orangnya Belum

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:35 WIB

Kemal Palevi Unggah Karakter Iblis dari Demon Slayer di Hari Kemerdekaan, Sisipkan Pesan Menohok

Kemal Palevi Unggah Karakter Iblis dari Demon Slayer di Hari Kemerdekaan, Sisipkan Pesan Menohok

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:25 WIB

Annisa Pohan Curhat Perdana Tak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana, Ada Apa?

Annisa Pohan Curhat Perdana Tak Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana, Ada Apa?

Entertainment | Minggu, 17 Agustus 2025 | 21:02 WIB

'Bendera Bajak Laut' di Hari Merdeka: Ironi Perlawanan Sunyi di Negeri yang (Katanya) Demokratis

'Bendera Bajak Laut' di Hari Merdeka: Ironi Perlawanan Sunyi di Negeri yang (Katanya) Demokratis

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Terkini

Lampung Kian Ramai, Hotel Transit Modern Jadi Kebutuhan Wisatawan dan Pebisnis

Lampung Kian Ramai, Hotel Transit Modern Jadi Kebutuhan Wisatawan dan Pebisnis

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:23 WIB

Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG

Punya SPPG Untung Berapa? Lahan Basah Dadan Hindayana Korupsi Dapur MBG

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:43 WIB

4 Shio Paling Beruntung dan Panen Rezeki pada 4 Juni 2026: Ada Kuda hingga Monyet

4 Shio Paling Beruntung dan Panen Rezeki pada 4 Juni 2026: Ada Kuda hingga Monyet

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:40 WIB

5 Minyak Kemiri untuk Mengatasi Rambut Rontok, Bantu Menguatkan Akar dan Bikin Tebal

5 Minyak Kemiri untuk Mengatasi Rambut Rontok, Bantu Menguatkan Akar dan Bikin Tebal

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:23 WIB

Bedak Padat yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Bedak Padat yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:15 WIB

Hangat dan Playful, Karakter Gemas Zo&Friends Hadir dalam Koleksi Fashion Baru

Hangat dan Playful, Karakter Gemas Zo&Friends Hadir dalam Koleksi Fashion Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:33 WIB

Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung

Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:25 WIB

Berapa Lama Menumbuhkan Rambut Pakai Minyak Kemiri? Ini Penjelasan dan Faktanya

Berapa Lama Menumbuhkan Rambut Pakai Minyak Kemiri? Ini Penjelasan dan Faktanya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:05 WIB

4 Sepatu Lokal Aerostreet Paling Laris di Shopee, Cek Review dan Harganya

4 Sepatu Lokal Aerostreet Paling Laris di Shopee, Cek Review dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:49 WIB

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:20 WIB