Di Sini Diabetesi Muda Saling Menyemangati

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 02 Mei 2015 | 12:52 WIB
Di Sini Diabetesi Muda Saling Menyemangati
Young Diabetics Community digagas oleh Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo yang menjabat sebagai ketua umum PB PERSADIA. (Foto: Dok. pribadi)

Suara.com - Tak hanya saat dewasa, bisa lho seseorang menyandang diabetes sejak kecil.

Siapa sih yang menyangka di usia muda sudah harus menerima kenyataan bahwa seumur hidup akan bersahabat dengan diabetes?

Ini pulalah yang dirasakan Mohammad Firas, seorang dokter yang telah divonis menyandang diabetes sejak usia 14 tahun.

"Saya usia 14 tahun sudah menyandang diabetes tipe 1. Diabetes tipe satu pertama kali muncul di usia muda. Awalnya saya merasa kok berat badan turun drastis dalam waktu singkat. Ternyata setelah di cek kadar gula darah saya mencapai 850," ungkap dokter berusia 31 tahun ini pada sebuah peluncuran buku baru-baru ini.

Merasa tergerak untuk berbagi solusi dengan rekan senasib, Firas dan beberapa orang penyandang diabetes muda ini pun mengikuti sebuah perkumpulan yang diberi nama “Young Diabetics Community".

"Komunitas ini awalnya digagas oleh Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo yang menjabat sebagai ketua umum PB PERSADIA untuk memfasilitasi diabetesi muda mendiskusikan berbagai permasalahan yang dihadapi seperti kesulitan mendapatkan pengobatan insulin, diskriminasi dalam mendapatkan pekerjaan, pendidikan bahkan pasangan," ujar Firas yang menjabat sebagai Koordinator Young Diabetics Community.


Saling Berbagi Pengalaman
Komunitas yang berdiri sejak 2013 ini diikuti ratusan penyandang diabetes usia muda yakni 18-40 tahun, baik lelaki maupun perempuan. Melalui komunitas ini, para anggota diajak untuk berbagi pengalamannya masing-masing dalam menjalani hidup bersama diabetes sehingga para penyandang diabetes tidak perlu merasa sendirian dalam menjalani kesehariannya.

Seperti kita ketahui bahwa penyakit satu ini belum bisa disembuhkan, tapi diabetesi tetap bisa hidup normal dengan terus mengontrol kadar gula dalam darahnya dengan mengonsumsi obat dan menyuntikkan insulin.

Firas menjelaskan bahwa forum ini merupakan support group yang bertujuan meningkatkan semangat dan motivasi bagi penyandang diabetes usia muda untuk tetap berkarya dan sukses di setiap bidangnya.

“Kami rutin mengadakan kegiatan seperti seminar tiap dua bulan sekali. Biasanya akan didiskusikan masalah-masalah yang berkaitan dengan diabetes. Karena sebetulnya ada beberapa masalah dalam kehidupan sehari-hari yang sering dialami penderita diabetes usia muda,” imbuhnya.

Salah satu masalah yang akan dihadapi diabetesi muda ini ketika mereka akan memulai suatu hubungan dengan lawan jenis. Dengan risiko menyandang diabetes seumur hidup tak jarang banyak calon pasangan yang ragu untuk berhubungan dengan diabetesi, terlebih para orangtua mereka.

"Karena di antara kami tentunya sudah ada yang berpengalaman bagaimana menerangkan kondisi kesehatannya ke pasangan dan orangtuanya, tipsnya pun akan dibagi kepada teman-teman lain. Sebenarnya diabetes bisa jadi sahabat asal dikontrol dengan baik," katanya.

Kampanye Deteksi Dini
Selain membagikan tips untuk meyakinkan pasangan, komunitas ini juga mendiskusikan bagaimana trik untuk mendapatkan pekerjaan dan tetap produktif saat bekerja dalam diabetes camp yang rutin mereka adakan.

"Dalam ajang temu kumpul biasanya pertanyaan menarik selalu keluar. Kami merasa pada satu level yang sama dan berusaha saling menguatkan satu sama lain. Malah bisa jadi ajang curhat meski ketemunya beberapa bulan sekali," ungkap Firas.

Selain melalui pertemuan rutin tiap dua bulan, komunikasi di antara penderita diabetes usia muda juga dilakukan lewat media online.

Komunitas Young Diabetics ini juga aktif mengampanyekan deteksi dini dan pengelolaan diabetes kepada generasi muda agar mereka sadar bagaimana mengenali faktor risiko dan gejala dari diabetes sehingga mau menjalankan pola hidup sehat sejak dini.

“Kami juga aktif mengingatkan kepada masyarakat khususnya anak muda bahwa diabetes bisa menyerang siapa saja dan pada usia berapa pun. Jadi cegah pencetusnya," imbuh Firas.

Bagi Anda berusia 18-40 tahun dan menyandang diabetes, tak perlu takut menghadapi dunia sendirian karena Anda bisa bergabung bersama diabetesi lain di komunitas Young Diabetics. Yuk langsung saja kunjungi laman Facebook mereka di Young Leaders 2013-PERSADIA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SID Suarakan "Bali Tolak Reklamasi" di IGP 2015

SID Suarakan "Bali Tolak Reklamasi" di IGP 2015

Entertainment | Minggu, 12 April 2015 | 22:01 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×