Ini Bahayanya Terlalu Kompeten di Tempat Kerja

Esti Utami

Selasa, 26 Mei 2015 | 07:32 WIB
Ini Bahayanya Terlalu Kompeten di Tempat Kerja
Ilustrasi (shutterstock)

Lewat sebuah penelitian para pakar psikologi mengungkapkan rahasia mereka yang selama bertahun-tahun tampil prima. Dan ternyata mereka mengakui tidak mudah untuk menjadi begitu kompeten. Sebuah penelitian yang dilakukan Duke Furqua School of Business menunjukkan, orang dengan kontrol diri yang tinggi -- yakni mereka yang mengingat ulang tahun semua teman, memilih salad sebagai pengganti kentang goreng, yang mengambil proyek-proyek tambahan di tempat kerja dan menyelesaikan konflik dengan mudah-- ternyata 'membayar' mahal untuk semua kesempurnaan itu.

"Orang-orang selalu berbicara tentang bagaimana memiliki kontrol diri yang tinggi adalah hal yang baik. Dan ternyata mereka lebih baik lagi di aktivitas untuk mencapai tujuan. Mereka juga membuat hubungan mitra yang sangat baik," kata peneliti Christy Koval Koval, seorang kandidat PhD dan penulis laporan tersebut yang diterbitkan di "Journal of Personality and Social Psychology."

Mereka juga lebih baik secara finansial dibanding rekan-rekan mereka yang kurang disiplin; cenderung berada dalam kesehatan yang lebih baik; dan umumnya memiliki hubungan pribadi yang lebih berkualitas.

Tapi, menurut Koval,  semua itu bukan tanpa usaha. Orang dengan kontrol diri yang tinggi, menurut para peneliti, akhirnya terbebani oleh kompetensi mereka sendiri. Di satu sisi, orang akan mengharapkan lebih dari mereka.

Ini karena, orang cenderung menilai mereka yang memiliki pengendalian diri yang tinggi bekerja lebih banyak dan lebih mudah melakukan pekerjaan. Tugas, bagi orang dengan pengendalian diri yang tinggi, hanyalah upaya lebih baik.

"Mereka mungkin menyesuaikan strategi yang lebih baik. Tapi sementara ilmu mungkin menghargai Anda, atasan Anda mungkin tidak. Orang-orang cenderung meremehkan berapa banyak usaha go-getter yang mereka lakukan," ujar Koval.

Orang dengan kontrol diri tinggi juga merasa lebih terbebani oleh hubungan kerja, juga oleh rekan-rekan mereka yang kurang disiplin. Para peneliti bahkan menemukan, mereka berkorban lebih untuk rekan kerja mereka.  Mereka tetap bekerja, sementara rekan-rekan mereka bermain keluar dalam hubungan romantis.

"Menjadi diandalkan adalah 'pengeringan'," tambah Koval. Meski demikian menurut Koval, manfaat kontrol tinggi diri masih jauh lebih besar daripada biaya yang harus dibayarkan.

Dan Koval mengingatkan, para manajer, rekan kerja, serta mitra romantis untuk waspada. Jika Anda mengambil orang-orang kompeten, ujarnya, Anda mungkin berisiko kehilangan mereka.  Mengandalkan orang kompeten mungkin menjadi strategi jangka pendek yang baik. Tapi dalam jangka panjang, Koval mengingatkan, mereka mungkin menjadi tidak puas dengan beban ini. Dan mereka akan dengan mudahnya mendapatkan tempat baru.

Dengan demikian, Koval menekankan, sangat penting untuk mengenali mereka untuk 'menghargai' usaha para pekerja yang sangat kompeten ini.

"Mereka perlu merasa dihargai dan meletakkan mereka pada tempat untuk berdiri," katanya. (businnessinsider.com)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Men Support Men: Ketika Laki-Laki Juga Butuh Ruang untuk Cerita

Men Support Men: Ketika Laki-Laki Juga Butuh Ruang untuk Cerita

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 14:50 WIB

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Beban Menjadi Pria Perkasa: Mengapa Toxic Masculinity Menggerus Laki-Laki?

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 14:01 WIB

Aliansi Laki-Laki Baru: Membangun Ruang bagi Laki-Laki untuk Belajar tentang Kesetaraan

Aliansi Laki-Laki Baru: Membangun Ruang bagi Laki-Laki untuk Belajar tentang Kesetaraan

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 11:07 WIB

Weaponized Incompetence di Rumah: Mengapa Laki-laki Perlu Belajar Mengurus Pekerjaan Domestik?

Weaponized Incompetence di Rumah: Mengapa Laki-laki Perlu Belajar Mengurus Pekerjaan Domestik?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 15:22 WIB

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah

Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:27 WIB

Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan

Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Awas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Tembus Bagian Terdalam Paru! Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

×